SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Hanya 15 Menit, Bahas Upaya Tingkatkan Ekonomi

Hanya 15 Menit, Bahas Upaya Tingkatkan Ekonomi
Wali Kota dan Kepala BP Batam Bertemu .

Ketika Wali Kota dan Kepala BP Batam Bertemu

Sering disebut berseteru, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi akhirnya bertemu, Selasa (4/7). Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk membentuk tim ekonomi dan sama-sama mencari solusi untuk mengatasi Batam dari keterperukan.

Mengenakan kemeja putih lengan panjang terlipat, Rudi menyambut hangat Hatanto yang datang bersama Wakil Kepala BP Batam Agus Tjahajana Wirakusumah di ruang kerjanya, lantai V kantor Wali Kota Batam. Rudi didampingi Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Sekda Pemko Batam Jefridin, dan Kepala Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Batam Wan Darussalam.

Rudi duduk di kursi tengah, Hatanto dan Agus duduk di sebelah kanannya. Berhadap-hadapan dengan Hatanto, Amsakar dan Jefridin duduk di sebelah kiri Rudi. Mereka berbincang selama hampir 15 menit, sambil menikmati teh hangat. Pertemuan berlangsung tertutup. Media hanya diperkenankan menunggu di luar.

Ditemui usai pertemuan, Rudi enggan membeberkan apa yang ia bahas bersama Hatanto. Menurut dia, pertemuan itu hanya sekadar silaturahmi dan pembahasan hanya sebatas permasalahan terpuruknya perekonomian Batam dalam beberapa waktu terakhir.

“Ya, silaturrahmi Lebaran, ngobrol, tak banyak yang dibahas,” ujarnya usai pertemuan.

Namun, lanjut Rudi, ada beberapa poin penting dari pertemuan itu, yakni semangat bersama untuk mengembalikan Batam sebagai magnet investor. Kedua pimpinan juga sepakat untuk membentuk tim sebagai langkah awal untuk menggairahkan kembali perekonomian Batam. Tim juga akan melibatkan Bank Indonesia, ahli, dan pihak terkait.

“Namun siapa yang menjadi koordinator dalam tim tersebut, belum kami bahas. Nanti ada pertemuan lagi,” katanya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menambahkan, dalam pertemuan singkat itu, Pemko dan BP Batam memiliki keprihatinan yang sama atas terpuruknya perekonomian Batam. Kedua lembaga sepakat untuk membangun langkah bersama guna mengatasi perekonomian Batam yang masih melesu.

“Perlu dibangun langkah-langkah bersama untuk mengatasi perekonomian yang stagnan ini,” katanya.

Tidak hanya dalam konteks Batam, pembenahan ini juga akan berdampak pada perekonomian Indonesia dan global. Menurut Amsakar, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 2,2 persen pada triwulan pertama menjadi pukulan bagi Batam sebagai pusat perekonomian Kepri. Dengan kerja sama yang baik antara BP dan Pemko Batam, diyakini bisa menstabilkan kembali perekonomian Batam. Kedua lembaga sepakat untuk bergandengan tangan menyelesaikan persoalan Batam.

“Itu yang kami bahas, bagaimana galangan kapal tidak kosong order dan masalah pariwisata. Kami berharap pertemuan ini menjadi momentum bersama untuk mengembalikan kejayaan Batam,” katanya.

Hatanto juga mengaku bahwa kedatangannya ke Kantor Wali Kota Batam hanya sekadar silaturahmi dalam rangka Idul Fitri. Terkait investasi di Batam, Hatanto optimis pada triwulan kedua akan membaik. Berbagai upaya terus dilakukan untuk bisa meningkatkan investasi di Batam, khususnya lewat pelayanan izin investasi 3 jam (I23J) di Pelayananan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam.

Salah satu yang masih menghambat investasi adalah keterbatasan lahan. Karena itu, pihaknya terus berupaya untuk menyelesaikan masalah-masalah lahan ini. Sebab keterbatasan lahan membuat investor-investor besar yang membutuhkan lahan luas tidak bisa masuk ke Batam.

“Tapi kalau untuk yang bisa masuk di kawasan industri, sebenarnya tidak ada masalah. Memang tanah ini menjadi kendala,” ujarnya.

Hatanto menjelaskan, pihaknya sangat berhati-hati dalam menyelesaikan permasalahan lahan untuk menghindari persoalan ke depan. Kehati-hatian itu membuat penanganan permasalahan lahan terkesan berjalan lambat.

Selain menyelesaikan permasalahan lahan, pihaknya juga berupaya untuk menarik investor ke kawasan dengan berbagai kemudahan investasi. Serta melakukan promosi terarah dengan industri dan teknologi tinggi, sehingga masyarakat Batam nantinya bekerja dengan industri maju.

“Upaya lainnya adalah bagaimana menggairahkan kembali industri galangan kapal yang saat ini melesu. Dan kami sangat optimis Batam masih bisa bangkit,” katanya.

fadhil/ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com