SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Harga Bahan Pokok Merangkak Naik

  • Reporter:
  • Kamis, 6 Desember 2018 | 10:39
  • Dibaca : 68 kali
Harga Bahan Pokok Merangkak Naik
Warga berbelanja bahan pokok di Pasar Pagi Jodoh, kemarin. Harga bahan pokok mulai merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru 2019. f teguh prihatna

LUBUKBAJA – Harga sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru 2019. Komoditas cabai merah mengalami kenaikan lumayan tinggi, yakni hingga Rp5 ribu per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih.

Meski naik, namun belum ada kenaikan signifikan dari sejumlah bahan pokok yang biasanya melonjak pada tahun-tahun sebelumnya. Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam per Selasa (4/12), harga rata-rata telur di empat pasar di Batam berada di angka Rp41.500 per satu papan (30 butir). Pada tiga hari sebelumnya berada di angka Rp40.500.

“Harga telur yang dalam beberapa bulan belakangan mengalami kenaikan, masih berada di angka normal,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Adisty, Rabu (5/12).

Harga cabai merah besar yang sebelumnya seharga Rp44.500 per kilogram, mengalami kenaikan menjadi Rp50.000. Begitu juga harga cabai merah biasa yang dari sebelumnya seharga Rp35.000 per kilogram, naik sedikit menjadi Rp36.000.

Tak hanya itu untuk harga bawang juga ikut mengalami kenaikan. Bawang merah yang sebelumnya Rp31.750 naik menjadi Rp33.750. Sedangkan bawang putih naik dari Rp16.000 menjadi Rp17.000.

“Namun untuk ayam harganya agak turun, daging ayam yang semula seharga Rp35.000 per kilogram turun menjadi Rp34.000,” Jelasnya

Sedangkan harga komoditas hasil laut, sambung Adisty, musim angin kencang yang mulai berhembus di wilayah pesisir Batam, belum berpengaruh pada harga ikan di pasaran. Demikian juga dengan stok ikan yang masih ada.

“Sampai saat ini stok pangan di Batam masih mencukupi, kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya

Untuk menjaga stabilitas harga, Disperindag juga mengadakan pasar murah di berbagai lokasi di Batam. Dengan kegiatan ini, diharapkan ancaman kelangkaan bahan pangan yang berujung pada kenaikan harga bisa tertangani.

Bazar Sembako

Untuk membantu masyarakat di tengah kondisi perekonomian yang semakin sulit, Pemko Batam kembali menganggarkan 128.000 paket dalam bazar sembako di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019 mendatang.

“Tahun depan masih. Jumlahnya sama, 128.000 paket, Setahun dua periode penyerahan, Ramadan dan akhir tahun,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi, belum lama ini.

Sembako bersubsidi ini masih diperlukan masyarakat. Walaupun angka pertumbuhan ekonomi sudah naik, namun kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih.

“Sampai pertumbuhan ekonomi kita membaik lebih tinggi lagi, baru dikaji kembali, mungkin kalau sudah di atas 6 persen. Hari ini baru 4 lebih, hampir 5 persen. Sampai Desember diperkirakan 5 persen,” ujarnya.

Jumlah 128.000 paket ini dibagikan ke 64 kelurahan di Kota Batam. Tiap kelurahan mendapat bagian 2.000 paket yang dibagi dalam dua periode. Tiap paket berisi 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kg gula pasir kemasan.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menambahkan, distribusi paket sembako bersubsidi itu merupakan upaya pemerintah membantu warga dan mengentaskan kemiskinan. Menurut dia, angka kemiskinan di Batam tahun ini berkurang, berdasarkan data yang dikumpulkan Dinas Sosial (Dinsos), dari sekitar 34.000 menjadi 29.000 warga. “Ini yang terus digenjot agar angka kemiskinan terus berkurang,” kata Amsakar. agung dedi lazuardi/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com