SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Harga Daging Ayam Merangkak Naik

  • Reporter:
  • Senin, 18 November 2019 | 11:47
  • Dibaca : 87 kali
Harga Daging Ayam Merangkak Naik
Aktivitas jual beli daging ayam di Pasar Perumnas Sagulumg, kemarin. /iwan sahputra

SAGULUNG – Warga Sagulung mengeluhkan naiknya harga ayam segar di beberapa pasar tradisional yang menyentuh angka Rp40 ribu per kilogram. Pemko Batam diminta merespons cepat agar tidak berdampak pada harga-harga komoditas lainnya.

Shidqia, salah satu pembeli di Pasar Perumnas Sagulung mengatakan, kenaikan harga tersebut merangkak naik sejak beberapa hari lalu. Biasanya, ia membeli ayam segar seharga Rp33-34 ribu per kilogram.

“Dari Kamis memang sudah naik seribu. Jumat naik lagi seribu dan begitu juga Sabtu dan hari ini. Kenaikan ini tentu dikeluhkan ibu-ibu rumah tangga lainnya,” katanya di Pasar Perumnas Sagulung, Minggu (17/11).

Hal senada juga disampaikan Sukami, pemilik warung makan di kawasan Sagulung. Ia mengaku bingung mematok harga nasi bungkus untuk pelanggannya. Meski harga ayam naik, namun ia tidak berani mengurangi porsinya.

“Satu ekor ayam biasa saya potong empat. Saya tak berani potong kecil-kecil. Kalau dibilang tak dapat untung memang iya,” katanya.

Menurutnya, harga daging ayam yang mencapai Rp40 ribu per kilogram cukup mencekik penjual nasi bungkus. Jika kondisi ini berlarut-larut, tidak menutup kemungkinan usaha mereka tutup lantaran tidak sanggup lagi membeli komoditas tersebut.

“Kalau begini terus lama-lama rugi, bisa tutup juga,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Hendra Asman mengatakan, kenaikan harga ayam tersebut menjadi keresahan di tengah masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Perlu campur tangan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan tersebut.

“Melalui dinas terkait kami mendorong untuk mengecek persoalan yang terjadi di lapangan. Pasti ada penyebabnya,” kata Hendra.

Seharusnya, katanya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dapat mencegah kenaikan tersebut dengan terus berkoordinasi dengan distributor. Apalagi, menurutnya, kenaikan harga akan terus terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 mendatang.

Masalah kenaikan harga bahan-bahan pokok harus menjadi perhatian khusus. Karena ini akan menyebabkan efek domino dari kenaikan tersebut terhadap produk lainnya,” katanya.

Ia juga meminta agar Disperindag Batam meningkatkan pengawasan dan memberikan sanksi tegas kepada para pedagang dan distributor yang sengaja memanfaatkan Natal dan Tahun Baru dengan menaikkan harga bahan pokok.

“Ini setiap tahun terjadi. Kami mendorong pemerintah agar tahun ini tidak terjadi lagi. Tidak ada kelangkaan dan kenaikan bahan pokok di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam, Adisthy belum mendapatkan informasi terkait kenaikan ayam potong dan bahan pokok lainnya. Menurutnya, harga ayam kisaran Rp39-40 ribu masih tergolong normal.

Pihaknya mendorong masyarakat untuk berbelanja di Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang berada di Grand Niaga Mas Batam Centre.

“Nanti juga ada pasar murah TPID keliling menjelang Natal dan Tahun Baru dari bagi ekonomi. Dari Kementerian Perdagangan juga turun tim pengawasan,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com