SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

HET Gas Elpiji 3 Kg Tunggu Penyesuaian

  • Reporter:
  • Jumat, 26 Oktober 2018 | 09:35
  • Dibaca : 88 kali
HET Gas Elpiji 3 Kg Tunggu Penyesuaian
Ilustrasi DOK SINDO BATAM

PINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Tanjungpinang masih menunggu kebijakan penetepan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram (kg) di Tanjungpinang. Sebelumnya HET elpiji 3 kg Rp15.000 diusulkan menjadi Rp18.000 per tabung.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tanjungpinang Desy Afriyanti menjelaskan, terkait penyesuaian HET gas elpiji 3 kg masih menunggu kebijkan dari Wali Kota Tanjungpinang. Sejak tahun 2010-2014 di Tanjungpinang belum pernah ada penyesuaian HET gas elpiji 3 kg. Pada tahun 2014 lalu pernah diusulkan tarif HET yang baru, namun tidak diterima karena waktunya belum tepat dilaksanakan.

“Sebenarnya kenaikan penyesuaian HET ini sudah disampaikan sejak 2017 lalu, karena beberapa faktor yang logis dan manusiawi. Terutama kondisi ekonomi sekarang ini,” kata Desy saat ditemui di kantornya Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Kamis (25/10).

Desy menjelaskan, kenaikan penyesuaian HET ini didasari pengajuan pelaku usaha seperti agen dan pangkalan. Mereka mengaku kesulitan menjalankan usaha karena biaya operasional semakin tinggi.

“Biaya operasional meningkat didasari kenaikan beberapa faktor seperti upah mininum kota (UMK) yang naik setiap tahun, harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus melejit, tarif dasar listrik, serta kurs dolar,” kata dia.

Desy mengatakan, melihat situasi yang demikian Disperindag bukan hanya melindungi masyarakat saja, melainkan juga pelaku usaha.

“Mereka harus survive (bertahan) di saat kondisi ekonomi sekarang. Pelaku usaha tak sanggup lagi dengan HET sekarang,” ujarnya.

Menurut dia, tanpa ada penetapan HET, Disperindag tidak bisa melakukan pengawasan di tengah masyarakat. Sebab, pihaknya telah mendengar sebagian pangkalan telah melakukan penjualan dengan harga Rp18.000 per tabung. Disperindag telah berulang kali menegur pangkalan yang menjual elpiji di atas HET saat ini. Namun Disperindag butuh kepastian hukum atas penyesuaian HET ini sehingga bisa melakukan pengawasan di tengah masyarkat.

“Harga yang dijual di tengah masyarakat rata-rata antara Rp17.000-18.000 ribu per tabung,” katanya.

Dari data yang dimilikinya, Desy menyebut saat ini agen gas elpiji di Tanjungpinang ada tiga sementara untuk pangkalan jumlahnya lebih dari 130. Untuk distribusinya dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Tanjunguban ke agen, dan dari agen ke pangkalan. Untuk kuota usulan tabung gas eliji 2018 di Tanjungpinang sebanyak 6.081 tabung.

“Kita juga melarang agen-agen gas menjual gas elpiji di swalayan. Begitu juga yang menjual di warung-warung dan tepi jalan,” tutup Desy.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com