SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Hidup Normal dengan Diabetes

  • Reporter:
  • Rabu, 6 Desember 2017 | 19:46
  • Dibaca : 375 kali
Hidup Normal dengan Diabetes

Menderita diabetes bukan akhir dari segalanya. Meski tak dapat disembuhkan, penderitanya tetap dapat hidup normal dan produktif. Kuncinya adalah gaya hidup dan pola makanan.

Rosita kini lebih hati-hati memilih makanan. Ia juga mulai membenahi gaya hidupnya dengan berolahraga atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang cukup membakar kalori. Terutama setelah mengalami luka pada kakinya yang sulit disembuhkan. Rosita telah lama mengidap diabetes mellitus tipe 2. Ia sempat tak percaya dengan kondisi kesehatannya. “Lukanya sulit kering, Bikin frustrasi dan hampir diamputasi,” kata wanita 30-an tahun ini.

“Saat terkena penyakit ini awalnya tidak tahu. Tetapi setelah tahu, saya hanya mengkonsumsi obat yang di tebus di rumah sakit,” kata Rosita. Setelah mendapat terapi dari dokter dan mengontrol makanan yang dikonsumsi, lukanya makin lama mengering dan lebih mudah diobati. Aktivitasnya mengantar-jemput anak sekolah kembali dilakukan.
Menurut Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros, dr Ani Christnayeo, SpPD, rahasia hidup normal orang dengan diabetes adalah mengatur pola makan sebaik mungkin sehingga kadar gula darah, hormon insulin, dan berat badan tetap terjaga pada titik normal. Mengubah pola makan sehat tidak sesulit yang dibayangkan.

“Kebanyakan orang berpikir, kalau kena penyakit diabetes, makanannya harus bubur putih saja. Padahal itu salah. Orang dengan diabetes perlu banyak protein. Jangan hanya bubur. Harus ada makanan lain yang mengandung protein, vitamin, namun sedikit karbonhidrat,” kata Ani saat ditemui di ruangan praktiknya, Selasa (5/12).

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini terjadi karena insulin yang merupakan hormon pengatur keseimbangan kadar gula darah tidak cukup diproduksi oleh pankreas, Kondisi lainnya, karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Ani mengatakan, berdasarkan penyebabnya, ada dua kategori diabetes. Diabetes tipe 1 akibat faktor keturunan. Biasanya diderita anak-anak. Lalu diabetes tipe 2 seperti yang diderita Rosita. Berbeda dengan penderita diabetes tipe 1, kondisi jumlah hormon insulin pada penderita diabetes tipe 2 cukup menyeimbangkan jumlah kadar gula. Yang terjadi adalah hormon insulin mengalami kelainan fungsi. Gagal menyerap dan mengubah gula menjadi energi.

Mereka yang punya kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, obesitas, atau melakukan diet tidak seimbang berisiko terkena diabetes tipe 2. “Penting untuk mengatur gaya hidup yang baik. Setiap orang memiliki gaya hidup berbeda-beda. Jadi porsi (makanan) harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh,” kata Ani.

Umumnya, penderita diabetes atau disebut diabetesi memiliki kadar gula tinggi dalam tubuhnya. Meski tak dapat disembuhkan, penyakit ini dapat ditangani dan dikontrol. Caranya dengan mempertahankan kadar gula darah tetap dalam kondisi normal dengan mengkonsumsi makanan yang disarankan dokter. Sehingga tidak menyebabkan komplikasi penyakit yang lebih berat. Dengan begitu, tetap bisa hidup normal tanpa khawatir gejala diabetes muncul lagi.

Dalam memilih makanan, penderita diabetes perlu berhati-hati. Tak semua makanan dapat dikonsumsi. Buah semangka, misalnya, tidak baik bagi penderita diabetes. Semangka sebaiknya dihindari karena hanya mengandung air dengan kadar gula tinggi. Sedangkan jeruk dibolehkan.

“Kebanyakan orang makan jeruk, serat putihnya dibuang. Padahal itu cara makan yang salah. Serat putih itu bagus untuk dikonsumsi. Satu lagi, makanlah sebelum makan nasi untuk mengontrol asupan agar tidak terlalu berlebihan,” kata Ani.

Sesungguhnya penyakit diabetes dapat dicegah. Bila memiliki faktor risiko yang disebutkan di atas, Ani menyarankan untuk segera ke dokter dan memeriksakan kadar gula darah secara berkala. Selain itu, diet sehat, olahraga teratur, dan berhenti merokok. “Semua orang punya risiko diabetes karena kandungan kadar gula dalam tubuh setiap orang punya. Tetapi selagi masih gejala, sebaiknya lakukan langkah cepat dengan memeriksakan diri, olahraga, dan makan makanan sehat,” kata Ani.

Luka Tak Sembuh pada Kaki

Biasanya, penderita diabetes (diabetes) yang mengalami luka pada tubuhnya, terutama bagian kaki, sukar sembuh. Menurut dr Ani Christnayeo, SpPD dari RS Awal Bros Batam, itu terjadi karena kandungan gula dalam darah yang tinggi. Kuman sulit hilang dari tubuh karena kondisi gula tinggi.

Secara alami, aliran darah pada kaki tidak selancar di tubuh bagian atas. Sehingga peredaran darah semakin terganggu karena kondisi diabetes tersebut. “Di bawah lutut memang lebih rawan. Secara alami aliran di sana tidak sebaik di tangan. Orang sehat pun begitu. Karena darah sulit naik. Apalagi ditambah dengan aliran darah yang tidak baik karena diabetes yang tidak terkontrol,” kata Ani.

Sekitar 50 persen luka pada kaki disebabkan beberapa faktor, seperti sepatu, kuku, dan karena terjatuh. Hanya sedikit yang mengalami luka spontan. Sebenarnya, sebagian luka dapat dicegah jika memahami bagaimana memelihara kesehatan kaki. “Untuk penderita diabetes, kalau potong kuku dan terkena daging, kemudian luka, bengkak berhari-hari, kemudian menjadi nanah. Itu bisa sangat parah jika tidak cepat ditangani dokter. Bisa diamputasi,” kata Ani.

Karena itu Ani menganjurkan untuk segera ke dokter untuk ditangani. Ani juga menyarankan para penderita diabetes rutin konsultasi dengan dokter agar kondisinya terpantau. “Setiap penderita diabetes, obat yang diberikan berbeda-beda. Jenis umur juga berbeda-beda. Penting untuk selalu kontrol ke dokter karena umur berpengaruh pada obat. Jadi jangan menggunakan obat yang itu-itu saja meski penyakitnya sama,” kata Ani.

Buah yang Baik untuk Penderita Diabetes

  • Kiwi Buah terbaik untuk diabetesi. Dapat menurunkan tingkat gula darah dalam tubuh.
  • Ceri Tingkat indeks glikemik (GI) 20 atau kurang. Bagus untuk mengatur kadar darah.
  • Jambu Biji Buah ini mengontrol diabetes, tinggi vitamin A, vitamin C, dan serat. Rendah GI
  • Persik Buah yang cukup lezat untuk diabetesi. Rendah GI.
  • Berries Stroberi atau raspberry untuk untuk menjaga kadar gula darah dalam tubuh.
  • Apel Mengandung antioksidan membantu mengurangi kadar kolesterol. Banyak nutrisi.
  • Nanas Memiliki sifat antivirus dan antiinflamasi yang baik untuk diabetesi.
  • Pir Kaya vitamin dan serat. Membantu mengatur kadar darah dalam tubuh.
  • Pepaya Kaya akan vitamin dan mineral.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com