SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Holding Migas Tingkatkan Utilitas Infrastruktur

  • Reporter:
  • Jumat, 9 November 2018 | 16:11
  • Dibaca : 71 kali
Holding Migas Tingkatkan Utilitas Infrastruktur
Aktivitas pekerja PGN di PLTG Panaran, Sagulung, Kamis (8/11). Holding migas diharapkan meningkatkan utilitas infrastruktur dan memperkuat rantai pasok gas bumi di Indonesia. f teguh prihatna

SAGULUNG – Gas bumi merupakan salah satu sumber energi potensial yang mempunyai prospek cerah. Apalagi, Indonesia masih menyimpan banyak kandungan gas bumi yang belum dieksplorasi sepenuhnya. Hanya saja pemanfaatan gas bumi selama ini belum optimal dikarenakan manajemen rantai pasok yang masih lemah. Terlebih, bagi entitas usaha milik Negara, terdapat beberapa korporasi pelat merah yang bermain di sektor yang sama.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Gigih Prakoso mengatakan, hal ini membuat pengelolaan dan pelayanan dari entitas milik negara menjadi tidak maksimal, sehingga menyebabkan tidak meratanya infrastruktur dan harga, terutama bagi segmen industri yang masih membutuhkan peyangga dari sisi pasokan bahan bakar.

“Di sisi lain, infrastruktur gas yang juga terpisah-pisah menimbulkan kondisi yang tidak ideal bagi penguatan sektor energi nasional, terutama bagi penguatan industri nasional dengan mamanfaatkan gas bumi yang merupakan kekayaan alam Indonesia,” ujarnya di hadapan pekerja dalam kegiatan sharing session di Kantor PGN Area Batam, Kamis (8/11).

Menurut dia, dengan tuntasnya pembentukan holding migas, di mana Pertamina bertindak sebagai induk perusahaan sektor Migas, termasuk PGN strategi memperkuat sektor energi nasional perlahan diwujudkan.

“Dengan adanya induk Pertamina, entitas usaha milik negara di sektor energi bisa diharmonisasi,” katanya.

Paling konkrit, yakni dengan bersatu padunya PGN dan PT Pertamina Gas (Pertagas) akan meningkatkan utilisasi infrastruktur dan memperkuat rantai pasok. Infrastruktur PGN dan Pertagas jadi satu, seperti pipa transmisinya atau distribusinya, itu bisa lebih meningkatkan utilitas serta efisiensi bagi operasional keduanya.

Dengan terintegrasinya infrastruktur PGN dan Pertagas, secara langsung subholding gas ini menguasai lebih dari 96 persen portofolio hilir gas. Hal ini pun akan menyukseskan ketercapaian target RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) hingga 2025, di antaranya sebanyak 4,7 juta sambungan rumah tangga baru, 6.302 kilometer pipa hilir, dan 5.437 kilometer pipa hulu.

“Dengan kekuatan tersebut, pelayanan gas bumi untuk semua segmen bisa dinikmati rakyat dari Aceh hingga Papua. Sehingga pada akhirnya, visi masa depan adalah menjadikan PGN sebagai pemain bisnis gas yang berskala global, dengan terlebih dulu memperkuat bisnis gas di dalam negeri,” jelasnya.

Kegiatan Sharing Session ini merupakan bentuk program pengenalan bagi direksi dan menjadi aktivitas pertama yang dilakukan Gigih di Batam sejak menjadi Direktur Utama PGN per September lalu. Dalam kunjungan kali ini, ia hadir bersama empat direksi lain, yakni Direktur Keuangan Said Reza Pahlevi, Direktur Komersial Danny Praditya, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Dilo Seno Widagdo, dan Direktur SDM dan Umum Desima E Siahaan.

Selain sharing session dengan pekerja di area Batam, manajemen PGN akan mengunjungi beberapa fasilitas PGN di Batam, di antaranya SPBG, Kawasan Bisnis Terintegrasi Panbil yang menggunakan gas bumi, dan pelanggan jargas. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com