SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Honorer Terpaksa Utang Keperluan Dapur di Warung

  • Reporter:
  • Jumat, 17 Maret 2017 | 13:28
  • Dibaca : 898 kali
Honorer Terpaksa Utang Keperluan Dapur di Warung
Ilustrasi. Foto Teguh Prihatna.

SEKUPANG – Pegawai honorer di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam belum gajian sejak Januari lalu. Para pegawai kontrak pemerintah tersebut seringkali menjadi korban, bila ada permasalahan administrasi di lingkungan Pemko Batam.

Pengakuan salah seorang pegawai honorer di Sekupang, setiap awal tahun memang gaji mereka selalu terlambat diterima. Meski demikian, honorer tidak mengetahui penyebab pasti tersendatnya gaji meski sudah berbulan-bulan menjalankan kewajiban. “Dari awal tahun kami belum gajian, kami tidak tahu penyebabnya. Padahal honorer dinas lain sudah terima gaji semua,” kata pegawai honorer yang enggan namanya disebutkan, Kamis (16/3).

Dia berharap Pemko Batam bisa segera mengeluarkan gaji mereka. Pasalnya, beberapa kali harus mencari pinjaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik pinjaman kepada teman, keluarga maupun tetangga. Bahkan tak sedikit yang terpaksa ngutang keperluan dapur di warung. “Malu juga untuk makan tak punya uang. Sampai-sampai ngutang di warung,” ujarnya.

Tenaga honorer berharap permasalahan ini agar tidak berlarut, sebab jika semakin lama gaji tak dibayar maka utang juga semakin menumpuk. Dia juga menyesalkan sering kali gaji terlambat, imbas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lamban disahkan pemerintah. “Kalau bisa jangan berlarut-larut. Sampai kapan kami harus berutang untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Meskipun gaji honorer berasal dari APBD Kota Batam, tapi ke depan ia berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib para honorer. Pasalnya jika APBD terlambat disahkan sudah bisa dipastikan gaji para pegawai honorer juga tertahan. “Tapi tidak ada yang bisa kami lakukan selain sabar dan menunggu. Kalau protes pasti besoknya langsung disuruh berhenti kerja,” kata pegawai honorer lainnya.

Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmariyadi mengakui bahwa pegawainya yang masih berstatus honorer belum menerima gaji. Hal ini disebabkan adanya permasalahan administrasi di dinas yang baru dipimpinnya itu menjadi penyebab honorer belum bisa gajian sejak awal tahun.

Pihaknya sudah meberikan pengertian kepada seluruh pegawai agar bisa bersabar. Pasalnya dalam menggunakan uang negara harus melalui prosedur yang ada. Didi juga berjanji dalam bulan ini gaji sudah bisa dicairkan langsung tiga bulan. “Ada permasalahan administrasi, tapi sudah selesai kok. Nanti tiga bulan gaji langsung dibayarkan,” ujarnya.

Sebelumnya, 5.483 pegawai honorer di lingkungan Pemko Batam menunggu gaji mereka dibayarkan, Kamis (26/1). Tersendatnya gaji honorer dikarenakan telatnya APBD disahkan pemerintah.

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengaku pihaknya sedang mempersiapkan untuk membayarkan gaji para honorer. Dia berjanji pekan depan gaji ribuan honorer sudah dibayarkan. “Paling tidak 4-5 hari sudah dibayarkan. Sedang kami siapkan,” kata Amsakar.

Sebagaimana diketahui, dari data terakhir yang diterima KORAN SINDO BATAM, jumlah honorer di lingkungan Pemko Batam ada sebanyak 5.483 pegawai. Namun, angka ini belum bisa dipastikan BKD, termasuk jumlah honorer di masing-masing OPD.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi berusaha mencari jalan agar anggaran tak tersedot hanya untuk membayar gaji honorer. Salah satunya, Rudi tengah mempertimbangkan untuk merumahkan honorer. “Kalau kami pecat nambah pengangguran lagi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, seharusnya jumlah yang berlebihan tersebut perlu dipertimbangkan. Pihaknya akan mencari solusi terlebih dahulu sebelum mengurangi jumlah honorer.
“Sementara jalan saja dulu,” kata Rudi.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com