SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

HUT Armada RI Tahun 2019, Jaga Sinergitas Bangun Keamanan Laut 

  • Reporter:
  • Selasa, 3 Desember 2019 | 15:01
  • Dibaca : 54 kali
HUT Armada RI Tahun 2019, Jaga Sinergitas Bangun Keamanan Laut 

BATAMKOTA – Komandan Guskamla (Danguskamla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan mengajak pemangku keamanan laut dari berbagai instansi dan para pengguna laut saling menjaga komunikasi sehingga terbangun sinergitas dalam membangun keamanan di laut.

“Kita perlu sinergitas yang baik agar bisa membangun keamanan laut yang kuat,” ujarnya saat acara minum kopi bersama sempena peringatan HUT Armada RI tahun 2019 di di Gedung Nakula Guskamla Koarmada I, Batam Centre, kemarin.

Pejabat yang hadir di antaranya adalah Kepala BP Batam, Dirpolairud Polda Kepri, Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam, Kepala Kantor Imigrasi Batam, Kepala Kantor ESDM, Kepala Kantor SAR, Kepala Kantor KKP, Komandan Pangkalan Bakamla Batam, Kepala KSOP Batam, Asops Danlantamal IV TPI, Danlanal Batam, Danlanal Tanjung Balai Karimun serta instansi lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan keamanan laut.

Dalam kesempatan ini, Yayan bercerita mengenai sejarah di mana Selat Malaka telah menempatkan kejayaan Kerajaan Sriwijaya menjadi sebuah kerajaan besar dan kaya. Dengan penguasaan akses perdagangan yang melalui jalur Selat Malaka, yang juga tentunya dapat mensejahterakan rakyatnya saat itu. Pesona Selat Malaka selalu menjadi daya tarik bangsa bangsa lain. Perebutan akses penting jalur perdagangan dunia tersebut juga terjadi dari Portugis dengan Belanda. Guna penguasaan secara mutlak, Belanda membentuk sejumlah kerajaan boneka untuk melakukan politik pecah belah Devide Et Impera.

“Selat Malaka juga pernah menyandang predikat The Most Dangerous Water in The World pada era tahun 1990-2000 dan hal tersebut dapat ditepis setelah operasi keamanan laut berhasil mengatasi sejumlah aksi gangguan keamanan laut dengan menggelar trilateral cooperationantara TNI AL, TLDM (Tentera Laut Diraja Malaysia) dan RSN (Republic of Singapore Navy),” ujarnya.

Menurut dia, dalam upaya menciptakan keamanan laut yang kondusif tentunya juga sudah dilaksanakan sejumlah instansi secara terpadu melalui kegiatan Patkor Optima antara TNI AL, TLDM, Polairud, unsur Bea Cukai, Imigrasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Bakamla RI. Walaupun berbagai upaya telah dilaksanakan untuk menciptakan iklim yang kondusif dan rasa aman bagi para pengguna laut, sampai dengan saat ini belum memberikan konstribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat maritim maupun devisa negara.

“Hal tersebut dapat terlihat dari tingginya berbagai aktivitas pelayaran maupun industri kemaritiman di sepanjang Selat Malaka masih didominasi Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Yayan menambahkan, dua negara tersebut terus memicu pembangunan berbagai infrastruktur yang diperlukan guna menunjang pelayaran global dan industri kemaritiman dari berbagai sektor sepanjang Selat Malaka. Guna mengembalikan kejayaan masa lalu, dia mengajak semua pihak untuk tidak hanya menjadi penonton hiruk pikuknya sepanjang waktu menyaksikan aktivitas pelayaran yang padat, industri- industri kemaritiman yang terus menggeliat.

“Tidak mungkin dilaksanakan secara parsial namun harus dilaksanakan secara sinergis baik antar pemangku keamanan laut dari berbagai instansi dengan para pengguna laut maupun pelaku bisnis kemaritiman guna membangkitkan ekonomi maritim,” ujarnya. dicky sigit rakasiwi

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com