SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Hutan Lindung Dijadikan Kaveling, Dijual Seharga Rp30 Juta

  • Reporter:
  • Senin, 22 Oktober 2018 | 14:11
  • Dibaca : 384 kali
Hutan Lindung Dijadikan Kaveling, Dijual Seharga Rp30 Juta
Kawasan hutan lindung Kabil dijadikan lahan kaveling siap bangun tak jauh dari Kaveling Bida Kabil, kemarin. f aini lestari

NONGSA – Hutan lindung di daerah Kabil, tepatnya tak jauh dari Kaveling Bida Kabil telah berubah menjadi kaveling komersil. Lahan kaveling berukuran 6×10 meter ini dijual seharga Rp20-30 juta.

Hutan lindung yang telah berubah fungsi menjadi kaveling siap bangun ini diduga diserobot oleh pihak tertentu yang kemudian dikomersialkan. Hal ini diketahui berawal dari adanya penggerapan hutan lindung dari pagar pembatas kawasan hutan lindung ke arah dalam hingga mendekati Dam Duriangkang. Penggarapan ini sudah dilaksanakan sejak dua tahun lalu, hingga akhirnya berubah menjadi kaveling yang siap dibangun dan dipasarkan ke masyarakat.

Warga sekitar melihat adanya kejanggalan dalam penggarapan hutan lindung yang berubah menjadi kaveling siap bangun tersebut. Untuk mendapatkan kejelasan, warga menyurati BP Batam pada 27 Agustus lalu dan diadakan kemudian dilanjutkan pertemuan dengan petinggi BP Batam.

“Kami menanyakan pembabatan hutan lindung dan tentang kaveling tersebut. Penebangan pohon hutang lindungterjadi hingga luas sekitar 8 hektare. Kami juga menyampaikan informasi adanya penjualan kaveling dengan total sekitar 500 KSB (Kaveling Siap Bangun) di lokasi tersebut. Kami tanyakan, apakah memang surat penjualan KSB itu dikeluarkan oleh BP Batam atau tidak,” kata Herwin Saputra, perwakilan warga.

Hasil pertemuan diputuskan untuk dilakukan survei ke lokasi karena KSB tersebut tidak memiliki izin prinsip, tidak memiliki PL (Pengalokasian Lahan) dan juga tidak mengantongi izin Cut n Fill. “Pak Lukita berjanji akan menindaklanjuti dan meminta beberapa deputi untuk membuat laporan ke Polda Kepri. Dan disepakati juga, DLH harus melapor ke Polda Kepri terkait penebangan hutan itu,” ujarnya.

Menurut dia, penebangan hutan yang berujung pada KSB jelas merugikan banyak pihak. Warga Kaveling Bida Kabil yang berada tak jauh dari lokasi juga akan menerima imbas akibat perbuatan ilegal tersebut. “Lokasi itu kan menurun sehingga kalau hujan, dikhawatirkan akan menimbulkan longsor,” kata Herwin.

Ia menjelaskan, hingga saat ini banyak warga sekitar Kabil yang membeli kaveling tersebut. Setiap pembeli akan menerima Surat Penempatan KSB Nusa Jaya Kabil yang dikeluarkan oleh PT Karya Cipta Nusajaya dan ditandatangani oleh Basri selaku Direktur. “Kami berharap ini penebangan hutan dan penyerobotan lahan ini ditindaklanjuti. Kami minta penjualan kaveling dihentikan, karena jelas merugikan banyak pihak,” ujar Herwin.

Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taofan yang dikonfirmasi mengaku, pihaknya perlu melakukan pengkajian informasi kepada pihak yang terkait. Menurut dia, untuk menindaklanjuti informasi tersebut ke ranah hukum diperlukan pengumpulan informasi dan kajian yang kuat. “Kami akan mengkaji dulu seperti apa yang sebenarnya. Karena kita tidak mungkin asal melapor saja. Saya juga masih mencari informasi lengkap mengenai hal ini ke bidang yang terkait,” ujarnya. aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com