SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ikan Bakar, Menu Favorit Berbuka Puasa

Ikan Bakar, Menu Favorit Berbuka Puasa
Ikan Bakar. Foto Agung Dedi Lazuardi.

Bagi warga Tanjunguma, Batam tak lengkap rasanya bila buka puasa tak menyantap ikan bakar. Meski harus antre di pasar, setiap hari selama Ramadan, mereka membeli masakan ini untuk dihidangkan di meja makan.

Ikan bakar adalah menu favorit buka puasa warga Tanjunguma setiap kali Ramadan datang. Buktinya, di sepanjang Pasar Tanjunguma yang disulap menjadi pusat kuliner selama bulan puasa, pedagang ikan bakar dijejali para pembeli. “Ikan bakar harus ada. Seperti ada yang hilang kalau nggak ada ikan bakar,” kata Rohaizat, warga Tanjunguma, Selasa (6/6).

Jenis ikan yang digemari dan banyak dijual di pasar itu adalah kakap putih, sagai, kerapu, bawal, dan pari. Menurut Yopi, pedagang ikan bakar di Pasar Tanjunguma, jenis ikan yang paling diburu selama bulan puasa adalah ikan pari. Karena selain tekstur dagingnya lembut, rasanya juga sangat gurih.

“Harganya bervariasi. Ikan yang berukuran kecil mulai Rp20ribu-Rp30 ribu per ekor. Ukuran sedang Rp30ribu-Rp35 ribu. Ukuran besar Rp40ribu-Rp50 ribu,” kata Yopi sambil mengipas-ngipas dagangan.

Karena banyaknya pembeli, pedagang ikan bakar seperti Yopi menjamur di Pasar Tanjunguma. Dalam sehari , para pedagang bisa menjual 30 kg hingga 40 kg.

Selain ikan bakar, makanan laut yang juga diburu pembeli di pasar ini adalah siput sedot atau cupcup. Siput juga hidangan wajib buka puasa. Selain rasanya lezat, penikmat hidangan ini dapat merasakan sensasi berbeda saat menyantapnya. Cara menikmatinya harus dengan menyedot bagian belakang siput bila ingin mendapatkan daging yang tersembunyi di dalam cangkang.

“Paling laris siput ini. Siput ini kami olah dengan masak kecap. Jadi rasanya pedas-pedas manis karena dicampur rempah,” kata seorang pedagang siput.

Warga Tanjunguma punya makanan ringan yang juga khas, yaitu laksa dan roti kirai. Bagi masyarakat Melayu, kedua jenis makanan ini sudah sangat familiar dan melegenda. Meski dibuat dari bahan dasar berbeda, namun laksa dan roti kirai sama-sama dihidangkan dengan kuah kari yang sedap. Sebuah kenikmatan tersendiri.

“Kalau laksa, bahannya dari sagu, kuahnya kari ikan. Kalau roti kirai, bahannya dari tepung terigu, kuahnya kari ayam,” kata Ismail, pedagang laksa. Ismail adalah pedagang makanan berbuka dadakan di Pasar Tanjunguma. Momen Ramadan ia manfaatkan untuk berjualan makanan khas Melayu. “Makanan khas ini sudah turun temurun dinikmati pada bulan Ramadan,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com