SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Imigrasi Imbau Warga Urus Paspor Sendiri

  • Reporter:
  • Jumat, 17 Maret 2017 | 11:27
  • Dibaca : 1051 kali
Imigrasi Imbau Warga Urus Paspor Sendiri
Petugas Kantor Imigrasi Tanjungpinang melakukan pencocokan data pada sesi wawancara bagi pemohon paspor di Tanjungpinang, Kamis (16/3). Foto Joko Sulistyo.

PINANG Kantor Imigasi Tanjungpinang tidak memberlakukan persyaratan bukti saldo tabungan Rp.25 juta bagi pemohon pembuatan paspor secara kaku. Kepala Seksi Lalulintas Keimigrasian Tatok H Sasono menyatakan, persyaratan memiliki saldo dan membuktikannya kepada petugas itu memang benar aturan resmi.

“Lebih tepatnya bukan surat, tapi edaran internal dari dirjen. Semacam petunjuk teknis lah,” kata Tatok di kantornya, Tanjungpinang, Kamis (16/3).

Dalam edaran internal itu, Imigrasi menetapkan persyaratan data dukung pada poin ketiga, setelah bukti domisili dan bukti identitas diri. Sementara, pemohon paspor dibedakan menjadi 5 kategori di antaranya calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI), umroh dan haji, kunjungan keluarga, wisata dan magang kerja.
Sub poin yang meminta pemohon menunjukkan saldo Rp25 juta berada pada kategori pemohon paspor untuk tujuan berwisata.

“Itu resmi, namun tidak baku, ada diskresi pimpinan agar tidak membuat resah,” ujar Tatok

Menurut Tatok, petunjuk teknis itu sebetulnya hanya berlaku internal dan pelaksanaanya tergantung arahan dan kebijakan masing-masing pimpinan wilayah. Untuk Tanjungpinang, aturan diberlakukan pada saat wawancara, namun tidak kepada setiap pemohon. Petugas akan meminta bukti rekening itu secara acak kepada pemohon paspor, terutama bagi pemohon yang tidak dapat atau diragukan identitasnya.

Langkah tersebut diambil untuk membatasi dan mencegah orang melakukan pelanggaran dengan menyalahgunakan paspor. Kepri sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga membuat berapa titik perlintasan memiliki potensi kerawanan.

Tatok mencontohkan, sebagai daerah perbatasan, potensi kerawanan seperti perdagangan manusia, tenaga kerja tidak sah, dan potensi keterlibatan WNI dengan jaringan terorisme internasional perlu diminimalisir.

Kepri cukup rawan karena banyak pemohon paspor yang berasal dari luar wilayah. Meskipun secara aturan pemohon paspor dapat memohon di luar domisili, namun Imigrasi perlu membuat filter untuk menyaring agar kasus TKI bermasalah tidak terus terjadi.

“Jadi penerapannya kasuistis, kami harap masyarakat tidak perlu bingung dan tidak ragu memohon pembuatan paspor,” katanya.

Persyaratan lain yang perlu masyarakat tahu, menurut Tatok adalah keharusan menunjukkan bukti pelunasan biaya haji dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan bank. Selain itu, diperlukan surat rekomendasi dan keterangan bahwa Calon Jemaah Haji sudah sesuai nama dan alamat dari Kantor Kementerian Agama tempat domisili.

“Kalau untuk umroh, harus menyertakan keterangan travel agent yang memberangkatkan juga,” kata dia.

Kekhawatiran masyarakat yang hendak mengurus paspor itu pertama kali muncul dan menghebohkan saat seorang backpacker memposting foto pengumuan yang ditempel di Kantor Imigrasi Provinsi DI Yogyakarta. Tatok membenarkan, surat itu dikeluarkan oleh Diretorat Jenderal Imigrasi, dengan ditanda tangani oleh Direktur Lalulintas Keimigrasian dan dikeluarkan pada tanggal 8 Maret silam.

Kantor Imigrasi Tanjungpinang, rata-rata memproses permohonan paspor sebanyak 80 hingga 100 perharinya. Hingga saat ini, Tatok menyebut pelayanan masih normal dan lancar, belum terlihat pengaruh beredarnya info tidak tepat terkait syarat saldo.

“Masih seperti biasa, lancar. Untuk lebih jelasnya, masyarakat harap mengurus sendiri, karena jangan sampai isu-isu seperti (syarat saldo) ini dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com