SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Impact Byte Wakili Batam ke GSI Championship

  • Reporter:
  • Senin, 8 Oktober 2018 | 21:48
  • Dibaca : 383 kali
Impact Byte Wakili Batam ke GSI Championship
Co Founder & Global Program Lead Impact Byte M Haidar Hanif memperlihatkan penghargaan sebagai pemenangn kompetisi dan berhak terbang ke Jakarta untuk kembali berkompetisi, Sabtu (6/10). F reni hikmalia

BATUAMPAR– Impact Byte berhasil menjadi salah satu startup asal Batam yang berhasil mendapatkan tiket untuk ikut kompetisi Go Startup Indonesia di Jakarta. Impact Byte menjadi salah satu peserta dalam mentoring dan pitching competition yang digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Swis Bel Hotel, Harbour Bay, Batuampar, Sabtu (6/10).

Co Founder & Global Program Lead Impact Byte M Haidar Hanif mengaku tak menyangka bisa menjadi perwakilan dari Batam untuk berkompetisi di Jakarta.

“Tidak terduga, iseng-iseng saja. Perusahaannya di Jakarta. Di Batam lagi bangun bisnis, kebetulan ada kompetisi ini jadi kita ikut,” ujarnya.

Haidar mengaku hampir tak melakukan persiapan. Namun, sebelumnya dia pernah ikut kompetisi Selangor International Pitch di Malaysia. Kebanyakan pesertanya berasal dari Asia Tenggara.

“Dan ini di Go Startup Indonesia, pitching kedua kalinya,” ujar pria 24 tahun ini.

Impact Byte merupakan program pendidikan dalam bentuk boot camp yaitu training intensif. Selama delapan minggu, setiap Senin-Jumat mulai pukul 09.00-17.00 siswa yang ikut boot camp akan mendapatkan training. Setelah lulus, alumni akan dibantu serta didukung pekerjaannya.

“Jika dia bikin produk atau aplikasi bisa tetap konsultasi ke kami,” kata dia.

Impact Byte punya kelebihan dibandingkan kampus pada umumnya, siswa hanya perlu investasi waktu dua bulan dengan biaya rendah, daripada kuliah selama empat tahun. Kurikulumnya pun tak basi karena selalu diperbaharui. Tamat dari Impact Byte, siswa bisa langsung kerja dengan industri yang relevan.

“Boot camp bukan hal yang baru di dunia, sudah ada 200-an di dunia. 100 ada di Amerika, kalau di Indonesia belum ada 10,” ujarnya.

Impact Byte juga punya keunggulan, yaitu belajarnya lebih fleksibel, belajar sambil santai dan mengobrol. Sebab yang terpenting adalah bisa belajar, membuat karya dan bekerja.

“Kami tak ada persyaratan umur, dari 14 sampai 40 tahun bisa daftar. Background IT atau bukan nggak masalah. Akuntan, fotografi, teknik, perminyakan juga boleh,” ucapnya.

Biaya pendidikan di Impact Byte Rp25 juta. Rata-rata yang mendaftar baru lulus kuliah, SMK, ada juga yang sudah bekerja. Impact Byte memberikan bimbingan untuk industri yang paling relevan. Misalnya seseorang ingin menjadi super developer, maka dia akan diberi bimbingan, bahkan setelah luluas ada community gathering.

“Kita dukung seumur hidup semua alumni,” katanya.

Saat ini sudah ada 70 alumni Impact Byte sejak didirikan pada 2017. Untuk mendaftar di Impact Byte caranya mudah, cukup masuk website impactbyte.com. Di situ calon siswa bisa membaca silabus yang ada, jika tertarik bisa langsung mengisi formulir pendaftaran. Setelah itu akan dikontak oleh tim. Tak ada tes, yang penting niat mengikuti pembelajaran selama program berlangsung.

“Di Batam kita akan bentuk kelas kecil, tidak harus full time karna kebanyakan orangnya pekerja. Ada kelas pagi, malam, dan weekend. Akhir 2018 ini akan dibuka,” jelasnya.

Selain Impact Byte, ada enam peserta lain yang ikut pitching Go Startup Indonesia. Peserta diberikan waktu 5 menit untuk menjelaskan produknya masing-masing.

Alamaak, salah satu peserta merupakan penyedia jasa bersih-bersih rumah. Kemudian ada Seninesia berupa program yang mengenalkan dan melestarikan budaya Indonesia. Lalu ada Kittis, solusi masyarakat terhadap data kependudukan dengan konsep dari lini kecil sampai pemerintah.
Selain itu juga ada Eloona, yaitu sebuah tempat peminjaman semua buku pelajara. Kemudian Sepatudio, pasar khusus untuk kolektor sepatu. Serta 3 Tree Leaps, program pemanfaatan lahan minim dengan sistem hidroponik dan diterima pasar.

Direktur Akses Non Perbankan Deputi Akses Permodalan Bekraf, Syaifullah menyebut peserta yang memenangkan kompetisi ini harus mempersiapkan mental sebab akan kembali berkompetisi di tingkat nasional.

“Tahun depan akan dibuat kembali di Batam. Para peserta harus mempersiapkan diri dengan lebih matang,” katanya.

reni hikmalia

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com