SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Industri Fintech Tumbuh Pesat

  • Reporter:
  • Rabu, 11 Juli 2018 | 15:46
  • Dibaca : 201 kali
Industri Fintech Tumbuh Pesat
ilustrasi

BATAM KOTA – Perkembangan jasa keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) diyakini tumbuh pesat. Model layanan fintech yang menggunakan skema peer to peer (P2P) atau mempertemukan pemberi pinjaman (calon kreditur) dengan peminjam (calon debitur) melalui aplikasi juga semakin diminati oleh masyarakat.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri Iwan M Ridwan mengatakan saat ini ada sekitar 64 perusahaan fintech yang telah terdaftar di lembaganya. OJK mengimbau bagi yang belum, untuk segera mungkin mendaftar sebagaimana sesuai dengan peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

“Aturan itu dibuat OJK memang untuk memberikan keamanan kepada masyarakat. Sejauh ini perkembangan fintech tumbuh sangat pesat,” kata Iwan, Selasa (10/7).

Iwan menjelaskan regulasi mengenai Fintech khususnya layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi diarahkan untuk memberikan kemudahan akses. Kehadiran peraturan tersebut sebagai upaya untuk terus mendorong dan mempercepat program inklusi keuangan dalam rangka meningkatkan akses keuangan di seluruh lapisan masyarakat.

Kendati memberikan kemudahan bagi masyarakat pihaknya juga mengimbau agar tetap waspada, karena diakuinya saat ini juga masih ada perusahaan fintech yang belum mau mendaftarkan diri ke OJK. Sehingga jika masyarakat menemukan hal-hal yang memang tidak masuk akal, agar segera menyampaikan kepada pihaknya.

“Kalau dari keamanan sejauh ini perusahaan ini masih aman, belum ada kita temukan aduan masyarakat. Karena pada dasarnya sama dengan pinjaman lainnya, yang membedakan ini menggunakkan teknologi,” jelas dia.

Untuk di Kepri, OJK akan memfasilitasi perusahaan yang mau mendaftarkan perusahaannya. Pihaknya bakal meneliti segala hal dalam model bisnisnya agar tidak merugikan masyarakat. Termasuk dalam penagihan pinjaman, startup yang mendapatkan ijin dari OJK juga harus tunduk pada ketentuan yang ditetapkan agar tidak merugikan nasabah.

Hanya saja untuk jumlahnya saat ini pihaknya mengaku tidak mengetahui pasti. Namun untuk yang terdaftar secara keseluruhan di pusat saat ini ada sebanyak 64 perusahaan. Hingga Juni 2018 daftar perusahaan tersebut diantaranya Danamas, DanaKita, KoinWorks, Amartha, Investree, Modalku, DacaCepat, AwanTunai, KlikACC, Crowdo, Akseleran, UangTeman, DometKilat, Taralite, DynamicCredit, Fintag, Invoila, Kimo, TunaiKita.

Berikutnya ada fintech PinjamWinWin, Relasi, Igrow, Qreditt, Cicil, Dana Merdeka, Cash Wagon, Etsa Kapital, Ammana, Gradana, Dana Mapan, Aktivaku, Karapoto, DanaKini, Finmas, Rupiah Plus, Tokomodal, Tunaiku, Indodana, Kredivo, Mekar.id, PinjamanGo, iTernak.id. Kredit Pintar, Kredito, Crowde, PinjamGampang, taniFund, Danain, Indofund.id, dan SGPIndonesia, KreditPro, Avantee, Do-It, RupiahCepat, DanaRupiah, DanaBijak, CashCepat, DanaLaut, DanaSyariah,Telefin, ModalRakyat, KawanCicil, SandersOne Stop Solution, KreditCepat.

“Jadi masyarakat bisa meakses langsung melalui website kami untuk memastikan perusahan fintech yang terdaftar,” jelasnya.

Adapun berdasarkan catatan KORAN SINDO BATAM, dari sekian banyak penyelenggara fintech (PTF) yang sistem pembayarannya terdaftar di Bank Indonesia, tercatat satu perusahaan fintech asal Batam yakni PT Mareco Prima Mandiri. Perusahaan ini memiliki produk Mareco-Pay. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com