SINDOBatam

Opini+

Jungkir Balik+

Industri Jasa Keuangan Tumbuh Positif

  • Reporter:
  • Jumat, 22 Desember 2017 | 20:11
  • Dibaca : 60 kali
Industri Jasa Keuangan Tumbuh Positif
infografis KORAN SINDO.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor jasa keuangan Indonesia hingga akhir 2017 terus menunjukkan kondisi yang stabil dengan kinerja intermediasi yang berada pada level positif.

”Stabilitas sektor jasa keuangan selama 2017 didukung oleh permodalan yang tinggi dan likuiditas memadai untuk mengantisipasi risiko dan mendukung ekspansi usaha,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat jumpa pers di Kantor Pusat OJK, Jakar ta , kemarin. Wimboh mengatakan, data OJK menunjukkan, hinggaNovemberrasio kecukupan modal atau CAR perbankan sebesar 23,54% (batas minimum 8 %) dengan tier 1 Capital21,74%.

Riskbasedcapital (RBC minimum 120%) asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing tercatat sebesar 310% dan 492%. Likuiditas pasar juga terlihat memadai dengan kelebihan cadangan atau excess reserve perbankan per 13 Desember 2017 sebesar Rp644,95 triliun. Rasio alat likuid per non-core deposit dan rasio alat likuid per Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing sebesar 101,75% dan 21,44%. Sementara net inflow di pasar modal domestik untuk posisi sampai dengan 19 Desember 2017 sebesar Rp129,3 triliun, terutama berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN).

”Kinerja intermediasi sektor jasa keuangan juga berada pada level positif, terutama didukung penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp257,02 triliun melebihi target tahun 2017 sebesar Rp217,02 triliun,” ujarnya. Sementara itu, kata dia, intermediasi perbankan sudah mulai tumbuh ditunjukkan angka kredit perbankan hingga akhir November 2017 telah meningkat sebesar Rp228 triliun sehingga total kredit perbankan mencapai Rp4.605 triliun atau tumbuh sebesar 7,47% secara tahunan (year on year/yoy).

”OJK memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir 2017 berada di kisaran 7-9%. Deviasi pertumbuhan kredit perbankan dibandingkan dengan target Rencana Bisnis Bank 2017 sebesar 11,86% (yoy) disebabkan oleh konsolidasi yang dilakukan perbankan nasional sehubungan dengan risiko kredit, termasuk melalui hapus buku terhadap kredit bermasalah terutama untuk segmen kredit berbasis komoditas beserta turunannya,” kata Wimboh. Sedangkan tingkat kredit atau pembiayaan bermasalah, kata Wimboh, secara umum masih berada di level terjaga, yakni sebesar 2,89% untuk perbankan dan 3,08% untuk perusahaan pembiayaan.

Kemudian tingkat suku bunga perbankan, baik bunga deposito maupun tingkat bunga pinjaman menunjukkan tren menurun. Wimboh mengungkapkan, kinerja industri keuangan syariah juga semakin positif. Aset perbankan syariah dan IKNB Syariah terus tumbuh membaik. Begitu juga kinerja industri pasar modal syariah yang terus bergairah. Aset perbankan syariah hingga November tumbuh 11,09% mulai dari Januari-November 2017 (yeart to date/ ytd) dengan nilai pembiayaan sebesar 10,66% (ytd). Aset IKNB syariah tumbuh sebesar 11,19% (ytd). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menambahkan, OJK optimistis tahun 2018 target pertumbuhan kredit bisa mencapai 12,23% sebagaimana disampaikan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).

”Kalau kita lihat industri, lebih positif sebetulnya. Mereka menargetkan pertumbuhan kredit 12,23%, lebih tinggi sedikit dari outlook kita,” kata Heru. Menurut Heru, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan akan mencapai 10-12% pada tahun depan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit tahun ini yang diperkirakan hanya mencapai kisaran 8-9%. OJK meyakini, sejalan dengan membaiknya proyeksi ekonomi domestik pada 2018 mendatang, kinerja intermediasi perbankan juga diperkirakan akan meningkat.

”Dengan kondisi ekonomi kita yang disampaikan mereka lebih positif, itu kan suatu angka bagus sekali dan mencerminkan optmisme mereka di 2018. Kita justru lebih konservatif sedikit dibandingkan industri yang memandang tahun depan lebih baik,” ujar Heru.

KORAN SINDO

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com