SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Intensif RT/RW di Bintan Segera Dibayarkan

  • Reporter:
  • Senin, 22 Mei 2017 | 10:53
  • Dibaca : 422 kali
Intensif RT/RW di Bintan Segera Dibayarkan
ilustrasi

BINTAN – Intensif ketua RT/RW hingga kini belum dibayarkan Pemkab Bintan. Keterlambatan karena adanya perubahan data akibat pergantian beberapa pemangku RT dan RW.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus melakukan pembenahan dan validasi data serta pembuatan surat keputusan (SK) yang baru untuk keperluan pembayaran intensif para perangkat RT/RW tersebut. Karena sejumlah wilayah usai melakukan pemilihan kepala RT/RW yang baru.

“Saya sudah cek, alasan paling utama berkaitan datanya. Diperlukan pembenahan dan validasi data kembali, termasuk pembuatan SK, karena beberapa pemangku RT/RW sudah berganti. Ini alasan utama mengapa pembayaran intensif terlambat karena kami harus pastikan data-datanya,” ujar Apri, Minggu (21/5).

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Roni Kartika, yang intens menangani permasalahan ini. Menurut dia, pihaknya masih harus melengkapi berbagai dokumen dari para ketua RT/RW terplih guna pengajuan pembayaran intensif kepada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keungan Daerah (DPPKD) Kabupaten Bintan untuk kemudian dicairkan.

“Instrumen pengajuan ada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, tapi uangnya dari DPPKD. Sehingga kami harus lengkapi dulu dokumen-dokumen nya karena ada revisi Perbup (peraturan Bupati) yang baru,” katanya.

Jika dokumen pengajuan sudah lengkap, kata dia, intensif RT/RW siap untuk dicairkan pada bulan ini.

“Nilai intensifnya tetap, yakni Rp450 ribu per bulan, yang dibayarkan per triwulan sekali. Kalau sudah lengkap, Mei akan dicairkan,” terangnya.

Sebelumnya, para Ketua RT/RW di Bintan mengeluhkan keterlambatan pembayaran intensif yang seharusnya sudah mereka terima pada Maret lalu.

Adi Alfani, salah seorang ketua RT di Kelurahan Kijang Kota mengatakan, pembayaran intensif biasanya dilakukan per triwulan. Namun, triwulan pertama (Januari-Maret) belum dibayarkan. Dia tidak mengetahui terkait keterlambatan pembayaran intensif tersebut. Dia mengatakan, besaran intensif yang biasa diterima Rp450 ribu per bulan yang dibayarkan per triwulan sebesar Rp1.350.000.

“RT lain juga sama belum terima, harusnya Maret lalu sudah terima, ini sudah Mei. Kami sudah tanyakan kepada pak lurah dan pak camat, tapi tak ada jawaban,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com