SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Investasi dan Konsumsi Dorong Pertumbuhan 2018

  • Reporter:
  • Selasa, 6 Februari 2018 | 19:49
  • Dibaca : 81 kali
Investasi dan Konsumsi Dorong Pertumbuhan 2018

JAKARTA –Harga komoditas yang terus menanjak diyakini akan mengundang aliran investasi. Kondisi tersebut akhirnya mendong krak konsumsi rumah tangga sehingga ke dua kontributor ter sebut akan mening kat kan pertumbuhan ekono mi 2018 ke 5,3%.

”Jika komoditas tetap pada level saat ini, kami mem per – kirakan pertumbuhan inves – tasi akan lebih luas mendasari (pertumbuhan) tahun ini, dan akan berdampak positif pada konsumsi rumah tangga,” kata ekonom DBS Bank Gundy Cahyadi di Jakarta kemarin. Selain itu, menurut Gundy, realisasi pembangunan infra – struktur sejak 2016 akan mulai berdampak pada pereko no mi – an pada 2018. Pada 2017, pembangunan infrastruktur juga telah me – narik investasi yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV/2017 yang sebesar 5,19% (yoy).

”Kami perkirakan per – tum buhan PDB sebesar 5,3% di 2018,”ujarnya. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2018 mencapai 5,4% (yoy), sementara Bank Indonesia me – matok rentang pertumbuhan ekonomi di 5,1-5,5%. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per – tumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV/2017 sebesar 5,19% secara tahunan (yearon- year/yoy). Apabila diban – ding kan triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 1,7%, lebih rendah di – banding kan kuartal sebe lum – nya yang merupakan efek musiman. Dengan demikian, per – tumbuhan ekonomi tahun 2017 secara ku – mulatif tumbuh 5,07%, atau lebih baik dibanding ta – hun lalu yang sebe – sar 5,03%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, mes kipun masih di bawah target, pertumbuhan ekonomi 2017 merupakan tertinggi se jak 2014. ”Memang masih ada yang perlu diper – baiki tapi ada juga beberapa hal yang sudah bagus. Mudahmudahan ke depan semakin bagus lagi dan hasil pem – bangunan infra struk tur bisa bergulir,” ujarnya di Jakarta kemarin. Suhariyanto memaparkan, harga komoditas migas dan non migas di pasar inter na – sional pada triwulan IV/2017 secara umum mengalami pe – ningkatan baik secara (q-to-q) maupun secara (y-on-y). Mo – mentum pertumbuhan ekono – mi global juga terus menun juk – kan adanya peningkatan di triwulan IV/2017.

”Harga minyak mengalami kenaikan signifikan, sedang – kan untuk komoditas non migas yang mengalami kenaik an ada – lah gula, kepala sawit, dan ke – delai. Sementara untuk komo – ditas tambang yang mengalami ke naikan adalah seng, alu mi – nium, dan nikel. Dan, terjadi pula peningkatan daging sapi, teh, beras, dan jagung,”paparnya. Sementara itu, ekonomi beberapa mitra dagang Indo – nesia masih tumbuh cukup kuat. China stagnan pada po sisi 6,8% (Q3/17) dan (Q4/17). Amerika Serikat menguat dari 2,3% (Q3/17) menjadi 2,5% (Q4/17). Jepang diprediksi (IMF) me nguat dari 1,5% (Q3/17) men jadi 2% (Q4/17). Singapura me lam bat dari 5,4% (Q3/17) men jadi 3,1% (Q4/17).

”Intinya, mitra dagang Indo nesia yang utama per tum – buhan ekonominya membaik dan tentu akan menggerakkan ekspor,”lanjut Suhariyanto. Suhariyanto melanjutkan, pertumbuhan ekonomi 2017 dari sisi produksi, pertum buh – an tertinggi dicapai oleh la – pang an usaha informasi dan komunikasi sebesar 9,81%, di – ikut oleh jasa lainnya 8,66%, dan transportasi dan per gu – dang an 8,49%. Suhariyanto menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indo – nesia pada 2017 yang 5,07% di – domi nasi oleh kom po nen pe – nge luaran kon sum si ru mah tang ga (PK-RT) yang se besar 56,13%, di ikuti oleh pem ben – tukan modal te tap bruto (PMTB) sebesar 32,16%, dan komponen ekspor barang dan jasa 20,37%.

”Peranan konsumsi rumah tangga masih dominan. Kita ha – rapkan konsumsi rumah tang ga semakin bagus. Syarat nya daya beli harus terjaga dan inflasi ter – kendali. Itu merupa kan tan – tang an tahun 2018,”tuturnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution me ngatakan, per – tum buhan eko no – mi Indonesia p triwulan IV/2017 yang se besar 5,19% cukup bagus. ”Kalau tahunan 5,07%, ya ma sih di bawah 5,1% sedikit. Kalau dilihat dari sisi pengeluaran, itu terutama didukung oleh per – tum buhan investasi yang besar, ekspor, dan yang juga mem baik sebenarnya pengeluaran pe me – rintah walaupun belum tinggi sekali tetapi tahun lalu negatif,” ujarnya.

Darmin melanjutkan, pe – nge luaran konsumsi rumah tangga juga mulai membaik walaupun masih di bawah 5%. Konsumsi rumah tangga se – pan jang 2017 mencapai 4,95%. Menurut Darmin, konsumsi rumah tangga masih terbuka untuk bisa mencapai 5%. ”Kuncinya minat masyarakat. Kalau minat masyarakat untuk konsumsi tergantung ada barang yang diminati atau enggak,”tuturnya. Meski pertumbuhan eko no – mi 2017 di bawah target pe me – rintah, Darmin tetap optimistis pada 2018 bisa mencapai 5,4%. ”Ada pilkada, Asian Games, mes tinya pengeluaran kon – sumsi lebih bagus lagi se pan – jang kita bisa mempertahankan pertumbuhan investasi seperti tahun 2017 jadi lebih baik. Kemudian ekspor dan inflasi dijaga,”ungkapnya.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal me nga ta kan, kondisi global sepanjang 2017 sebenarnya cukup kon dusif mendorong pertu mbuh an ekonomi lebih tinggi lagi. Na – mun, sayangnya tidak di ikuti kondisi ekonomi domestik. ”Artinya, kondisi global yang kondusif tidak diman faat – kan dengan perbaikan dari sisi domestik dalam negeri. Kon – sumsi rumah tangga masih di bawah 5% dan juga dari belanja pemerintah juga paling ren dah,” ujarnya. Faisal menuturkan, target pertumbuhan ekonomi 2018 yang sebesar 5,4% diper kira kan sulit tercapai. Diperkirakan akan ada peningkatan dari kon sumsi rumah tangga, namun tidak terlalu signifikan.

”Ter utama di dorong oleh konsumsi di golongan menengah-bawah yang kami per kirakan akan terbantu de ngan program-program peme rin tah. Tapi untuk kelas menengah-atas belum ada tanda-tanda pulih,” ungkapnya. Sementara investasi dan ekspor yang menjadi pen do – rong utama pada 2017, diper – kirakan akan meningkat na – mun tidak terlalu signifikan pada 2018.

Koran Sindo

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com