SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Investor Dipermudah Izin Berusaha

  • Reporter:
  • Rabu, 23 Mei 2018 | 15:36
  • Dibaca : 153 kali
Investor Dipermudah Izin Berusaha

JAKARTA–Pemerintah memastikan peluncuran sistem perizinan terintegrasi berbasis online atau online single submission (OSS) akan dilakukan bertahap. Hal ini mengingat kesiapan sistem maupun sumber daya manusia (SDM) di setiap daerah tidak bisa dilakukan serentak.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengata kan, peluncuran OSS akan di la kukan bertahap lantaran ke siapan satuan tugas (sat gas) di daerah-daerah masih belum 100% selesai terbentuk. “Kendalanya banyak. Ini rencananya luas sekali, mem ben tuk satgas nasional, sekjen semua ke men terian/lembaga, kemudian sek da seluruh pe me rintah daerah se-Indonesia. Jadi, anggota sat gas nasional ini sekitar 600 anggota sudah harus di implementasikan berta hap,” ujarnya di Ja karta, kemarin. Thomas mengatakan, implementasi program OSS yang akan dibagi dalam tiga tahap. Namun, pemerintah masih mem bahas mengenai detail ta hapan itu.

“Pelaksanaan pro gram ini harus di implementasikan bertahap, tapi mana yang tahap satu, tahap dua, dan ta hap tiga beserta daerahnya itu sedang dibahas saat ini,” ungkapnya. Dia menuturkan, OSS me rupakan program ber ke lan jutan sehingga dalam kurun waktu ke depan akan terus ber kembang, meluas, dan semakin komprehensif. Thomas ber ha rap sistem ini bisa mengikuti dinamika zaman sesuai dengan perubahan struktur ekonomi. “Mi salnya aspek pariwisata, in for matika, IT, bah kan yang terbaru se karang sektor fintech me ru pa kan tek nologi keuang an atau pembayaran dan e-com merce se hingga desain dari sa rana OSS ini bisa fleksibel dan bisa meng ako modasi per kem bangan sek tor baru di ke mu dian hari,” tuturnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis bisa meluncurkan OSS ini pada 21 Mei. “Reformanya, sis temnya, maupun organisasinya sudah selesai. Sekarang mung kin 87% tinggal sedikit lagi,” ujarnya. Darmin menegaskan, peluncuran sistem perizinan terpadu ini akan mempermudah in ves tor dalam memperoleh izin usa ha karena seluruh proses peng ajuan izin mulai dari tingkat pu sat hingga daerah bisa dila ku kan melalui sistem ini. Dengan begitu, investor, baik investor individu maupun perseroan, ha nya perlu mem bawa akta no taris perusahaan untuk mem per oleh izin usaha ke BKPM atau pemerintah daerah dan sebagai syarat untuk ter catat dalam sistem OSS.

“Kita nanti siapkan sis temnya untuk di-entry, informasi yang ada di akta itu. Kemudian beberapa informasi tam bahan juga diminta, seperti berapa banyak investasinya dan di mana. Sistem nanti otomatis akan mengesahkan perusahaan itu,” katanya. Setelah itu, sistem OSS akan memberikan nomor identitas perusahaan dan investor sudah bisa memulai usaha sambil men gurus izin-izin lainnya yang diperlukan dalam batas wak tu tertentu, seperti izin men dirikan bangunan atau izin lingkungan.

Dalam sistem ini, kata Darmin, investor juga dengan mudah memperoleh informasi mengenai insentif perpajakan yang bisa diperoleh dari pemerintah untuk memudahkan menjalankan bisnis, seperti tax holiday atau tax allowance.

Oktiani endarwati

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com