SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

IPAL Batam Jadi Percontohan

  • Reporter:
  • Jumat, 7 Desember 2018 | 14:22
  • Dibaca : 105 kali
IPAL Batam Jadi Percontohan
Ilustrasi foto TEGUH PRIHATNA

BATAM KOTA – Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Batam menjadi pusat percontohan Kabupaten Bandung Barat. Pengelolaan limbah yang dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam dinilai salah satu yang terbaik di Indonesia. Terlebih saat ini juga tengah dibangun IPAL yang menggunakan teknologi dari Korea Selatan.

Kepala Seksi Limbah Domestik BP Batam, Misyar Yunanto mengatakan, berdasarkan master plan pembangunan IPAL, di Kota Batam akan dibangun tujuh IPAL maupun Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT). Saat ini tahap pertama sedang dalam pelaksanaan pembangunan merupakan bantuan dari pemerintah Korea Selatan kepada Indonesia yang didelegasikan kepada BP Batam.

“Batam merupakan daerah kepulauan yang tidak memiliki sumber mata air dari tanah, sehingga kebutuhan air bersih sangat tergantung kepada curah hujan yang ditampung di waduk buatan,” ujarnya saat menerima kunjungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bandung Barat, Kamis (6/12).

Dijelaskannya, BP Batam telah membangun beberapa waduk yang hanya diperuntukan khusus untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Hal ini dilakukan karena BP Batam menyadari bahwa masalah lingkungan sanitasi yang bersih dan sehat mutlak diperlukan agar tidak mencemari waduk-waduk yang ada.

Selain membangun tujuh waduk air bersih, BP Batam juga sudah membangun IPAL dengan kapasitas 2.850 m3/hari atau 33 lt/detik pada tahun 1995 beserta jaringan pipa air limbah di wilayah Batam Center. Sistem yang diterapkan dalam desain IPAL di Batam, yaitu sistem FCR, merupakan solusi pengolahan air limbah lengkap termasuk penghapusan padatan, perawatan biologi atau penghapusan hara, pemisahan fasa.

“Dan perlakuan akhir untuk kualitas reuse (jika diperlukan) untuk pengolahan air limbah di Batam,” katanya.

Pemasangan jaringan pipa air limbah sepanjang 114 km dengan sambungan rumah sebanyak 11.000 SSR serta pembangunan 5 unit stasion pompa sebagai reservoir pengumpul limbah domestik yang selanjutnya dipompakan ke IPAL yang berlokasi di daerah Bengkong. Pembangunan ini juga akan menghasilkan kompos sebesar 18 m3/hari yang bisa dimanfaatkan langsung untuk pupuk taman kota atau digunakan oleh warga.

Adapun layanan perpipaan air limbah terpusat (off site) baru terealisasi sebesar 15 persen. Sedangkan pelanggan air bersih yang belum terlayani dengan jaringan perpipaan terpusat akan dilayani melalui L2T2 (Layanan Lumpur Tinja Terjadwal) (on site), hal ini sudah diterapkan di beberapa kota, seperti Kota Bandung, Medan, Yogyakarta dan daerah lainnya.

“Ke depannya Kota Batam selaras dengan program pemerintah universal akses 100-0-100 atau 100 persen pelayanan air bersih, 0 persen pemukiman kumuh dan 100 persen pelayanan air limbah,” katanya.

Kepala Bidang Sanitasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bandung Barat, Anni Roslinati mengatakan, pengelolaan air limbah di Batam didesain dengan sangat baik dan mampu menjadi percontohan bagi daerah lainnya. Hal ini juga yang menjadi alasan pihaknya untuk belajar dan berkunjung ke BP Batam.

“Inilah keunggulan yang kami pelajari dari Batam, kami harap dapat kami terapkan di daerah kami nantinya,” kata Anni yang memimpin rombongan sekitar 30 pegawai dari Kabupaten Bandung Barat. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com