SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Istri Pengusaha Diperas Kekasih, Ancam Akan Sebar Foto Bugil

  • Reporter:
  • Selasa, 2 April 2019 | 13:09
  • Dibaca : 790 kali
Istri Pengusaha Diperas Kekasih, Ancam Akan Sebar Foto Bugil
Kapolsek Nongsa Kompol Albet Perwira Sihite memberikan keterangan saat ekspose kasus pemerasan di Mapolsek Nongsa, kemarin. f romi kurniawan

NONGSA – Yohanes Handoko alias Chun (46) dibekuk Tim Buser Polsek Nongsa di Blitar, Jawa Timur, Minggu (10/2). Pelaku ditangkap karena melakukan pemerasan kepada NJ (47), istri pengusaha di Batam.

Kapolsek Nongsa Kompol Albet Perwira Sihite mengatakan, berdasarkan keterangan korban, pemerasan itu sudah terjadi sejak 2015 silam. Korban kenal dengan tersangka melalui media sosial Facebook pada Juli 2015.

“Korban dan tersangka ada hubungan asmara. Jadi pelaku ini memeras korban dengan mengancam akan menyebar foto-foto bugil korban,” ujarnya, Senin (1/4).

Lanjut Sihite, pelaku meminta uang kepada korban sebanyak Rp380 juta melalui ATM di kawasan Kabil, Nongsa, dan pelaku berjanji tidak akan menyebar foto-foto tersebut ke media sosial. Namun, korban hanya memberikan uang sebesar Rp1 juta kepada pelaku.

“Pelaku marah, dan kembali mengancam korban,” katanya.

Sihite menjelaskan, takut disebar, korban akhirnya melaporkan kasus pemerasan ke Polsek Nongsa. Laporan langsung ditanggapi pihak kepolisian dan mengejar pelaku ke Blitar.

“Kami bekerja sama dengan Polsek Garum, Kabupaten Blitar. Kami menangkap tersangka di kediamannya di Dusun Manukan Kecamatan Garum, Blitar,” ungkap Sihite.

Ia menjelaskan, pelaku dan korban pertama kali berkenalan melalui media sosial dan sempat dekat janjian bertemu. Korban menjemput tersangka di Bandara Hang Nadim Batam.

“Setelah bertemu, keduanya makan bersama. Siang itu juga, korban mencarikan tersangka hotel di kawasan Nagoya,” katanya.

Berselang dua minggu setelah pertemuan, tersangka mengirimkan foto-foto bugil korban. Tersangka memeras korban dan meminta sejumlah uang. Jika tidak, foto-foto tersebut akan disebarluaskan.

“Sejak itu, korban sering mengirimkan uang. Setiap kali tersangka ke Batam, dia menyuruh korban untuk menjemput ke bandara. Korban juga dipaksa berhubungan badan dengannya,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 45 ayat (1) ke 3 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) junto pasal 368 ayat (1) KUHP. Tersangka terancam penjara paling lama enam tahun. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com