SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

ITTF Challenge Indonesia Open 2019 di Batam, Laga Akbar dengan Atlet Top

  • Reporter:
  • Rabu, 20 November 2019 | 14:49
  • Dibaca : 113 kali
ITTF Challenge Indonesia Open 2019 di Batam, Laga Akbar dengan Atlet Top
Shao Jieni dan Lua Xue, duet yang menjuarai ITTF Challenge Indonesia Open 2019 di Hi-Test Arena Batam, Minggu (17/11). /dok ittfworld

HI-TEST Arena Batam Center menjadi arena sengit atlet tenis meja top dunia sepanjang 13-17 November 2019. Mereka mengejar peringkat, atlet Indonesia menambah jam terbang.

Chandra Gunawan, BATAM

Tepuk tangan dari penonton gedung Hi-Test Arena Batam, menandai keseruan dengan duel sengit di arena. Sedang atlet tengah serius bertanding pada hari terakhir atau final International Table Tennis Federation (ITTF) Challeng Indonesia Open 2019. ITTF adalah organisasi internasional tenis meja yang diakui Komite Olimpiade Internasional. Turnamen ini sebelumnya pernah digelar di beberapa negara antara lain Chili, Brazil, Spanyol, Belgia, Mesir, Nigeria dan Thailand.

Batam untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah kejuaraan tenis meja tingkat internasional. Pencetusnya adalah Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kepri di bawah komando Ruslan Kasbulatov. Sebanyak 44 negara mengirim atletnya yang terdiri dari sedikitnya 200 atlet dan ofisial. Indonesia mengirim 23 atlet, 11 di antaranya atlet dari Kepri.

Satu dari kampiun dari ajang di Batam ini adalah juara eropa. Setelah bersusah payah, petenis meja Portugal, Shao Jieni paling bersinar di Hi-Test Arena. Ia memenangkan dobel titel. Pertama ia naik podium setelah juara kategori putri solo. Kedua, dia menang lagi dari kategori duet dengan koleganya Lua Xue.

Dua titel untuk Shao Jieni, berarti dua runner up bagi Suthasini Sawettabut (Thailand) yang dua kali berjumpa Shao di final. Shao dan Suthasini termasuk unggulan dunia dan tiga besar unggulan di seri ITTF.

Titel ini menjadi yang ketiga bagi Shao selama kariernya di turnamen internasional terbuka. Tapi menjadi pertama bagi Portugal menjuarai dobel titel di seri ITTF.

Sedangkan, juara kategori putra diraih atlet India, Harmeet Desai. Sedangkan duet pria dimenangkan kombinasi atlet Senegal Ibrahima Diaw dan Padasak Tanriyavechakul asal Thailand. Dari ajang ITTF di Batam, atlet dunia yang berhasil tampil bagus bisa memperbaiki rangkingnya sebelum seri ITTF selanjutnya atau ITTF World Tour.

Selama di Batam, penonton dibuat terpukau atas permainanatlet tenis meja dunia. GOR Hi-Test arena riuh, karena melihat permainan yang ciamik kedua pemain. “Ini (turnamen ITTC Challenge) rezeki bagi Provinsi Kepri karena dipercaya menjadi tuan rumah event ITTF yang pertama kalinya di Indonesia,” kata Ruslan.

Beberapa negara yang ikut berpartisipasi mengirimkan atletnya adalah Prancis, Jepang, China, Singapura, Malaysia, Jerman dan banyak negara-negara lainnya.

Di mata Ruslan, event ini menguntungkan para atlet-atlet muda Kepri untuk menambah jam terbang tampil pada kejuaraan internasional. “Indonesia awalnya hanya mendapatkan kuota 12 pemain saja, tapi karena kita tuan rumah saya mencoba untuk lobi ITTF untuk menambah kuotanya dan ternyata disetujui ditambah 11 atlet dari Kepri,” tegasnya.

Total hadiah sendiri sekitar USD30 ribu. Namun, pada ajang ini para atlet sebagian besar tidak hanya mengincar hadiah, tapi lebih kepada perbaikan peringkat dunia.

Meskipun baru pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia khususnya Batam, penyelenggara berharap kegiatan ini bisa rutin diselenggarakan di Kepri. Sebab, Kepri sendiri sudah memiliki lapangan atau meja tenis yang sudah sesuai standar ITTF.

Ruslan menjelaskan turnamen ini tidak semata-mata memperebutkan hadiah, tapi juga meningkatkan peringkat dunia. “Di ajang ini yang dicari peringkat, setelah itu baru hadiah,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com