SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Izin Lima Kapal Pengangkut Ikan Diperpanjang

  • Reporter:
  • Kamis, 16 Maret 2017 | 09:14
  • Dibaca : 633 kali
Izin Lima Kapal Pengangkut Ikan Diperpanjang
Salah satu kapal sedang berlayar untuk mencari ikan. / TEGUH PRIHATNA

ANAMBAS – Pemprov Kepri memperpanjang operasional lima kargo pengangkut ikan dari Anambas ke sejumlah wilayah Kepri yang seharusnya berakhir 27 Februari 2017. Perpanjangan itu dilakukan karena belum selesainya pengurusan surat izin kapal pengangkut ikan (SIKPI).

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kepri, Edy Sofyan mengatakan, pihaknya sudah rapat koordinasi dengan instansi terkait seperti Lanatamal IV, PSDKP, Bea Cukai, dan Polairud Kepri terkait kapal pengangkut ikan tersebut. Hasilnya disepakati ada kelonggaran bagi kapal kargo untuk mengangkut ikan, menunggu nelayan memiliki kapal sesuai dengan aturan yang ada.

” Sesuai aturan ada SIKPI. Namun karena kearifan lokal, masih kita berikan kelonggaran dengan kapal kargo yang mengangkut ikan dari sini ke Tanjungpinang atau Batam,” ujarnya, Rabu (15/3).

Menurut Edy, dalam rapat dengan instansi terkait, hanya lima kapal yang diberikan kelonggaran untuk mengangkut ikan. Namun kelima kapal tersebut diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Anambas untuk mendapatkan surat rekomendasi.

“Ini masih diberikan kelonggaran, bukan berarti diperbolehkan, tapi menunggu selesainya perizinan yang sedang dalam pengurusan. Kita koordinasi agar tidak ada hambatan, sehingga pengiriman ikan dari Anambas lancar,” ujarnya.

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengatakan, sebelumnya para nelayan mengeluhkan berakhirnya operasional kapar kargo pengangkut ikan. Mereka meminta pemerintah daerah memberikan kelonggaran, menunggu selesainya pengurusan SIKPI.

“Tentunya kebijakan ini tidak bisa dari Pemkab Anambas saja, makanya kami koordinasikan dengan Pemprov Kepri. Hasilnya diberikan kelonggaran kepada lima kapal untuk mengangkut ikan,” katanya.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mendukung kebijakan tersebut. Ia mengaku tak ingin ikan tangkapan nelayan membusuk, hanya karena tak ada transportasi pengangkutan. Sementara untuk mengubah kapal kargo menjadi kapal pengangkut ikan, membutuhkan mekanisme dan waktu.

“Masalah transportasi, kita bisa benahi secara perlahan-lahan. Karena jangan sampai ikan yang sudah ditangkap nelayan membusuk,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com