SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jacobus Dituntut 8 Bulan Penjara

  • Reporter:
  • Rabu, 14 November 2018 | 15:43
  • Dibaca : 101 kali
Jacobus Dituntut 8 Bulan Penjara
Jacobus Silaban, salah seorang pengacara di Batam dituntut dengan hukuman penjara selama 8 bulan dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (13/11).

BATAM KOTA – Jacobus Silaban, salah seorang pengacara di Batam dituntut dengan hukuman penjara selama 8 bulan dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (13/11). Jaksa Penuntut Umum (JPU) beranggapan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik Wakapolda Kepri, Brigjen Yan Fitri melalui sosial media.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Renni Pitua Ambarita, Martha Napitupulu dan Egi Novita, JPU Samuel Pangaribuan yang membacakan surat tuntutan menyebutkan bahwa perbuatan terdakwa telah menimbulkan kerugian bagi Brigjen Yan Fitri karena namanya menjadi buruk di masyarakat. “Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 8 bulan ditambah dengan denda sebesar Rp30 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata JPU Samuel.

Atas tuntutan tersebut, Jacobus yang didampingi penasehat hukumnya mengaku akan menyampaikan nota pembelaan. UntuK itu, melalui penasehat hukumnya, Jacobus meminta waktu satu minggu untuk menyusun nota pembelaan tersebut.

Sementara itu, dalam persidangan sebelumnya, JPU Samsul Sitinjak menghadirkan Yusman Johar, ahli bahasa untuk membuktikan dakwaannya. Dalam persidangan, ahli mengatakan bahwa ucapan bernuansa tuduhan tersebut ditujukan terdakwa kepada seseorang.

“BD di sini maksudnya bandar karena terdapat dalam kalimat sebelum dan setelahnya. Kalimat ini tertuju kepada seseorang,” ujar ahli Yusman Johar.

Ahli juga menyebutkan, kalimat tersebut jelas mengandung unsur tuduhan yang ditujukan kepada seseorang. “Dan bahasa postingan di sini jelas bahwa kalimat itu ditujukan kepada pemilik nomor tersebut,” kata Yusman juga.

Keterangan saksi ahli menguatkan keterangan saksi lain sebelumnya. Salah satunya Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri yang sempat dihadirkan ke persidangan. Yan Fitri menjelaskan, ia diundang ke dalam grup whatsapp FPK tersebut tanpa ijin sebelumnya. Setelah beberapa saat bergabung di dalam grup tersebut, saksi memutuskan untuk keluar dari grup. Hal tersebut dilakukannya saat perjalanan pulang usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Provinsi Kepri. Namun, usai ia meninggalkan grup tersebut, ia mendapat laporan adanya postingan kalimat dari terdakwa yang dirasa tidak pantas dan menyinggungnya.

“Awalnya Pak Soeryo (Respationo) yang memberitahukan kepada saya. Setelah itu saya minta ke beberapa teman untuk mengirimkan screenshoot-nya. Saya juga sempat tanyakan ke beberapa anggota saya dan ternyata itu benar. Di situ saya lihat, tulisan itu berasal dari nomor whatsapp milik Jacobus Silaban,” katanya.

Yan Fitri mengaku tidak mengetahui motif atau maksud dari terdakwa membuat kalimat seperti itu. Pasalnya, ia tidak mengenal Jacobus dan belum pernah berjumpa dengan terdakwa. “Saya hanya ingin memberikan pembelajaran kepada siapapun. Terlebih, kita belum saling kenal tapi kenapa mencari musuh,” ujarnya. aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com