SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jadi Diri Sendiri di Atas Motor

  • Reporter:
  • Kamis, 20 April 2017 | 09:45
  • Dibaca : 375 kali
Jadi Diri Sendiri di Atas Motor
Foto Arrazy Aditya

Hobi memang tak kenal usia. Apapun dilakukan agar keinginan terpuaskan. Seperti Mamen yang memacu adrenalin dengan menggeber motor gedenya. Jika sudah begitu, ia merasa bebas dan menjadi dirinya sendiri.

Mamen mengaku lebih suka menggeber motor-motornya yang ber-cc besar. Padahal ia seorang mantan pembalap mobil. Berbagai prestasi diraih saat masih muda dulu. Karena kecintaannya itu, setelah pensiun pun jiwanya tak bisa lepas dari otomotif. Ia merasa mendapat kenikmatan saat mengendarai motor gedenya. Merasa bisa menjadi diri sendiri dan bebas layaknya pelaut yang berdiri di ujung kapal.

Moge, menurut Mamen, punya kapasitas mesin perkasa dan sesuai dengan keinginannya. Hobinya itu muncul dari kegilaannya pada kecepatan “Saya kan gila kecepatan. Jadi kalau mobil sepertinya sudah tidak sanggup, jadi beralih ke motor,” kata pria 49 tahun ini.

Awalnya, ia suka mobil-mobil sport pada tahun 1980-an. Sedangkan koleksi moge dimulai sekitar 1995. Beralih dari mobil sport ke sepeda motor karena ia ingin mencari tantangan baru. Di rumahnya kini ada delapan unit moge berbagai merek, seperti Ducati, Harley Davidson, Victory, Indian, dan merek-merek lain. Beberapa di antaranya bahkan hanya dimiliki sedikit orang Indonesia.

“Seperti Victory ini hanya ada tiga unit di Indonesia. Salah satunya saya punya,” kata Mamen di kediamannya di Batam, Rabu (19/4). Moge pertamanya adalah Harley yang ia bawa dari Amerika. Rumahnya kini tak mampu lagi menampung semua mogenya. Karena itu tak jarang ia pinjamkan kepada rekan-rekannya.

Hobinya ini membutuhkan biaya tak sedikit. Namun tidak semua yang disukainya ia beli meski keluaran baru. Sebelum memutuskan untuk membeli motor, ia melihat spesifikasi, harga, dan beberapa pertimbangan lain yang sesuai dengan keinginan.

“Tidak mesti ada keluaran baru langsung saya beli. Yang pertama adalah saya mampu dulu, baru suka. Kalau tidak mampu, tidak mungkin saya paksakan walau suka. Kemudian tidak merepotkan saya,” katanya.

Selain moge, Mamen juga mengkoleksi motor-motor bebek yang sudah ia modifikasi. Sedikitnya ada delapan unit sepeda motor matik yang sudah ia ubah. Keahliannya dalam merakit mesin membuatnya ingin terus menambah koleksinya. Tak sedikit motor-motor bebek yang awalnya ber-cc kecil diubah menjadi besar dengan kecepatan di atas rata-rata.

Mamen merasakan puas jika berhasil memodifikasi motor seperti yang dia inginkan. “Motor 250cc ada satu. Penyakit saya memang begitu beli motor terus dimodifikasi. Kalau sudah selesai kadang bingung mau ngapain. Jadinya beli motor lagi modifikasi lagi,” katanya.

“Saya suka bebek sebenarnya. Tapi karena suka touring, jadi lebih seru menggunakan moge,” ujarnya. Saat ini ia bergabung dengan beberapa komunitas moge di Batam. Namun hanya sebatas anggota partisipan. Ia tidak mau hanya terpaku pada satu komunitas. Karena motor yang dimilikinya dari berbagai jenis.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com