SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jadi Otak Perampokan, Zulkifli Rusak Citra Pegawai Negeri

Jadi Otak Perampokan, Zulkifli Rusak Citra Pegawai Negeri
ilustrasi

KARIMUN – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Karimun Zulkifli dipastikan dipecat dengan tidak hormat. Pegawai golongan I tersebut dinilai merusak citra Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena jadi otak perampokan di Jalan Teluk Air RT03 RW01 Kelurahan Teluk Air, Sabtu (18/3) lalu.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, tindakan Zulkifli termasuk pelanggaran berat dan tidak ada toleransi lagi. “Kalau proses hukumnya sudah selesai di kepolisian, maka dia (Zulkifli) akan diberhentikan dengan tidak hormat,” ujar Rafiq ditemui di PT Saipem, Selasa (21/3).

Berkaca dari kasus Zulkifli, Rafiq menegaskan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Karimun untuk tidak melakukan tindakan tidak terpuji, karena berakibat fatal.

Sementara Kepala DKP Kabupaten Karimun Ruffindy Alamsjah mengatakan, pihaknya telah menyampaikan surat kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dalam menindaklanjuti kasus bawahannya sebagai otak perampokan.

“Saya juga masih menunggu surat dari Polsek Balai untuk memastikan apakah dia sebagai otak pelaku atau bukan,” ucap Ruffindy.

Mantan Kadisnaker Kabupaten Karimun ini juga mengaku kalau Zulkifli sempat mendekam di sel tahanan selama satu tahun setengah atas kasus uang palsu, bawahannya itu baru keluar dari penjara sekitar Oktober 2016.

Sebelumnya, Zulkifli (39) diamankan polisi ketika hendak kabur ke Moro lewat Pelabuhan Sri Tanjunggelam, Sabtu (18/3) sekira pukul 21.30.

Informasi dihimpun, Zulkifli bersama ketiga rekannya merampok Isnah binti Khailani (43) di Teluk Air pada Sabtu sore sekira pukul 18.45. Komplotan ini mengincar uang korban berjumlah Rp1,2 miliar, didapatkan dari asuransi jiwa suaminya yang meninggal di Singapura. Namun, aksi para perampok gagal berkat keberanian korban melepaskan diri dari todongan pisau para pelaku dan kemudian minta tolong warga. Zulkifli merencanakan perampokan bersama tersangka Raja Edi dan juga sebagai perekrut dua tersangka JM dan DN.

Tersangka Edi mengaku, perampokan dilakukan karena dirinya butuh uang untuk membuka kembali warung miliknya yang telah bangkrut. Dia menyesali perbuatannya karena membuat malu keluarga.

“Saya menyesali, saat dipukuli sudah pasrah untuk mati, tetapi saya masih dikasih kesempatan untuk menebus dosa saya, sebenarnya saya memilih diri saya mati dibandingkan harus malu seperti ini. Apalagi anak lelaki saya ternyata mengenal anak korban yang terkena pisau,” ujarnya menangis kepada Wartawan, Minggu (19/3).

Menurut dia, perbuatan nekat tersebut dilakukan karena diajak Zulkifli yang merupakan temannya.

abdul gani

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com