SINDOBatam

Opini+

Jungkir Balik+

Jakarta Paling Sering Muncul di Instagram

  • Reporter:
  • Kamis, 28 Desember 2017 | 16:31
  • Dibaca : 98 kali
Jakarta Paling Sering Muncul di Instagram

JAKARTA – Jakarta menjadi salah satu kota yang paling populer untuk lokasi berfoto, baik swafoto ataupun fotografi umumnya, dan diunggah ke Instagram pada 2017.

Jakarta merupakan satu-satunya kota di Asia yang paling banyak mun cul di Ins tagram. Kota terbesar di Indonesia ini berada di peringkat ke delapan. Sedang kan, kota lain yang masuk 10 be sar dalam kategori ini New York di urutan per ta ma, kemudian Moskow, Lon don, Sao Paulo, Paris, Los Angeles, Saint Petersburg, Istanbul, dan Barcelona. Hal itu diungkapkan Instagram saat merilis mo men terbaik komunitas Ins ta gram 2017 pada akhir November si lam. Pemer ingkatan yang di ke luarkan itu di su sun ber dasar kan jum lah geo-tagged.

Namun, di dalam la por annya, Instagram tidak me ma parkan secara jelas dan rinci sehing ga tidak diketahui berapa geo-tagged Jakarta. Meski demikian, dengan jum lah pengguna aktif men ca – pai 45 juta per bulan pada Juli lalu, capaian itu tidak mustahil. Se ca ra umum, berdasarkan Statis ta, jumlah pengguna media so sial di Indonesia pada 2017 men capai 96 juta dan di pro yek – si kan bisa mencapai 125 juta pada 2022. Sebagian besar penggu na adalah anak remaja. Kota-kota yang masuk d a lam de retan most instagrammed 2017 ini bisa menjadi modal un tuk pa – ra pelaku wisata menarik pengun jung.

Apalagi kota-kota terse but memiliki ikon yang sa ngat Ins tagramable dan menjadi fa vorit wisatawan untuk berfoto. Sebut saja New York yang punya Time Square, Central Park, atau Brooklyn Bridge. Atau Paris dengan menara Eiffel yang sa ngat terkenal dan Museum Louvre-nya yang sarat dengan karya-karya artistik. Tidak hanya urusan pelesir, Ins tagram juga banyak di manfaat kan oleh para pelaku bisnis un tuk meningkatkan pen jual an. Ber dasarkan catatan Ins ta gram saat ini terdapat 25 juta ko mu nitas bisnis yang m e man faat kan me dia sosial yang me mi liki 800 ju ta pengguna itu.

”Dua pertiga da ri pengunjung Ins tagram adalah untuk k e pen ting an bisnis, ken d ati mereka me miliki bisnis sen diri,” ujar Ins tagram dalam ke te rang an nya dikutip dari instagram-press.com. Travelandleisure.com mel apor kan, kemunculan In s ta gram t e lah mendorong calon wi sa tawan untuk mencari re fe ren si tem p at wisata melalui me dia so sial tersebut. Tren ter se but meng geser kebiasaan be be ra pa ta hun lalu di kala para turis menca ri referensi tempat wi sa ta me – la lui buku maupun mau pun film. New York dinilai pantas menem pati posisi teratas mengingat penetrasi internet di ibu ko ta Amerika Serikat (AS) itu su dah 100%.

Sampai Juni 2017 jum lah pengguna internet di ko ta itu mencapai 81,5% dari to tal 19,8 juta penduduk. Jum – lah pengguna internet di Ind o – ne sia sebesar 51%, ketujuh ter – be sar di Asia Tenggara setelah Viet nam dan Filipina. Instagram menyatakan, kini jum lah penggunanya me lam – paui 800 juta, hampir 75% ber – asal dari luar AS. Saat dibeli Face book senilai USD1 miliar pa da 9 April 2012, Instagram ha n ya memiliki 30 juta peng gu – na, baik aktif maupun pasif. Sampai September 2015 Ins tagram belum membuka pe – na yangan iklan, kecuali brand ter t entu.

Saat ini, jumlah peng – iklan di Instagram mencapai satu juta. Pendapatan In s ta – gram ditaksir mencapai USD4 mi liar pada tahun ini, jauh lebih be sar dibandingkan 2015 yang mencapai USD595 juta. Pada 2019 nilainya diprediksi men – ca pai USD10 miliar.

Referensi Wisata

Di dalam negeri, sebuah sur – vei yang dilakukan Frame A Trip meng ungkapkan, wisatawan yang berkunjung ke Indonesia men j adikan Pulau Bali sebagai pi lihan utama untuk destinasi fo to yang diunggah di media so – sial Instagram. Perusahaan rintisan di bi dang fo tografi untuk berlibur (ho liday pho tography)itu men ca tat, ter da – pat tiga negara di Asia, yak ni In do – ne sia, Jepang, dan Si nga pura men dominasi li ma ne ga ra paling di gemari un tuk tu ju an foto sam – bil berlibur.

”Se cara le bih spesifik Ba li men du duki urut an pertama. La lu di ikuti Ko ta Paris, Tokyo, Lon don, ser ta Kyo to yang men – jadi lima ko ta des tinasi berfoto pa ling fa vo rit,” ung kap pendiri Frame A Trip Dian Sas tro war doyo dalam ke te rangan tertulis di Ja karta kemarin. Menteri Pariwisata Arief Yah ya berpendapat, kegemaran wi satawan masa kini, terutama anak-anak muda, yang suka ber f oto dan mengunggahnya di me dia sosial (medsos), di pahami sebagai bagian dari era digi tal. Hal itu telah mengubah gaya hidup masyarakat sehingga pa ra pelaku usaha wisata teruta ma di daerah didorong un – tuk berlomba menciptakan desti na si wisata digital.

”Destinasi di gital ini adalah destinasi yang di buat atau didesain sesuai keingin an atau kebutuhan anakanak muda zaman sekarang. Baha sa populernya itu destinasi yang instagramable, yang enak buat berfoto, sehingga bisa men jadi viral,” tuturnya. Menurut Arief, anak-anak za – man sekarang 70% eksis di du nia ma ya. Maka, dengan po si s i oning se perti itu diferensiasi di sek tor wi sata juga harus di arah kan lebih ke pada destinasi digital.

Berdasarkan catatan Kemen terian Pariwisata (K e menpar), beberapa kreasi destinasi di gital yang sudah melejit di du – nia maya di antaranya Pasar Ka – ret an di Kendal, Rumah Baba Boen tjit di Palembang, dan Pa – sar Siti Nurbaya di Padang. Un – tuk tahun depan, Kemenpar me nargetkan 100 destinasi di – gi tal dari berbagai daerah.

Muncul Destinasi Baru

Pesatnya perkembangan tek – no logi ponsel berkamera yang ber padu dengan tren me dia so – sial tak dimungkiri me mun cul – kan kegemaran orang un tuk ber – fo to dan meng ung gah nya di med sos agar di ke ta hui orang ba – nyak. Berwisata pun menjadi ti – dak afdal tanpa ber foto bersama atau pun ber swa foto (selfie). Penge lola objek wi sata pun me – nang kap ke bu tuh an para wi sa – ta wan dengan m e nyediakan spot atau titik-ti tik khusus yang me – na rik untuk berfoto.

Contohnya, objek wisata alam Kalibiru di Kulonprogo, Yog yakarta, menyediakan se ku – rang nya tujuh titik bagi wi sa ta – wan untuk berfoto di ke ting gi an 450 mdpl dengan pem an dang an in dah waduk Sermo dan lans kap Ka bupaten Kulon pro go. Kun – jung an wisatawan ke ob jek wi sa – ta yang dikelola ma sya rakat se – tem pat itu pun mem bludak hing ga harus antre 2-3 jam un – tuk bisa berfoto di ti tik terbaik. ”Pa da 2016 kun jung an wi sa ta – wan sebanyak 443.070 orang. Per nah dalam se hari jumlah pe – ngun jung men capai 7.500 orang,” sebut Su dadi, salah se – orang warga Kulonprogo.

Menurut dia, wisatawan ti – dak hanya datang dari daerah di In donesia melainkan juga man – ca negara. Antara lain Malaysia, Si ngapura dan India. ”Wisman yang datang ke sini sudah dari 14 negara. Jumlah wisman ratarata 40% dari jumlah pengun – jung per hari,” ungkapnya. Kabupaten Kuningan di Ja – wa Barat juga punya destinasi ins tagramable yang sedang naik daun, yaitu Jurang Landung di Ke camatan Cigugur. Objek wi – sa ta yang berdekatan dengan air ter jun atau Curug Putri ini sejak tu juh bulan lalu menawarkan fa silitas berfoto yang sangat me narik, mulai berfoto di atas per madani ”melayang”, berfoto di balon udara, hingga main ayun an di ketinggian lalu difoto de ngan kamera drone dari atas. Ta rif untuk setiap titik foto cu – kup terjangkau, yaitu Rp20.000 per orang.

Bali Tetap Diandalkan

Arief Yahya mengatakan, hing ga kini Bali masih menjadi des t inasi wisata utama di In do – ne sia, dan menyumbang 40% da ri total kunjungan wisatawan man canegara (wisman) ke In do – ne sia. Dia menyebut jumlah kun jungan wisman ke Bali pe rio – de Januari-Oktober 2017 su dah lebih dari 5 juta wisman. Ta hun ini pemerintah me nar get kan kunjungan wisman ke Bali me – lampaui angka 6 juta wis man. Akan tetapi, target ter se but di – per kirakan meleset ka re na ter – dampak erupsi Gunung Agung di akhir tahun ini. Untuk itu, pe me – rin tah bersama i n dus tri pa ri wi – sa ta bersinergi untuk me mu lih – kan pariwisata Bali.

”Ta hun 2018 target 17 juta wis man se ha – rus nya aman (ter ca pai), tapi Bali ha rus dipulihkan,” ujar Arief di Ja karta pe kan lalu. Guna membantu pemulihan Ba li, ungkap Arief, Kemenpar meng alokasikan Rp100 miliar un tuk tiga bulan ke depan. Dana ter sebut akan digunakan antara lain untuk menyubsidi program dis kon paket wisata ”Hot Deals” un tuk destinasi Bali. Se be lum – nya, program ini sudah di ja lankan di Batam dan Bintan, Ke pu – lau an Riau, dengan sasaran me – na rik kunjungan wisman asal Si ngapura dan Malaysia.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asi ta) Asnawi Bahar sepakat, un tuk mengoptimalkan po te n si do mestik, yaitu mendorong wisa tawan Nusantara (wisnus) un – tuk ke Bali sehingga pa ri wi sa ta Bali tetap hidup dan meng ge liat. ”Kami mendorong ge ra k an Ayo ke Bali dan akan me man faatkan program Hot Deals yang te lah disepakati bersama Ke men par, dan tentu perlu di du kung juga oleh maskapai pe ner bang an su – pa ya bisa konkret,” tuturnya.

Muh shamil/ inda susanti/ sindonews

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com