SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jaksa Tak Bisa Hadirkan Barang Bukti di Persidangan

  • Reporter:
  • Jumat, 21 Februari 2020 | 17:00
  • Dibaca : 75 kali
Jaksa Tak Bisa Hadirkan Barang Bukti di Persidangan

KARIMUN – Barang bukti perkara pelanggaran kepabeanan hasil penindakan Bea dan Cukai tidak dapat ditunjukkan dalam persidangan digelar di Majelis Hakim Pengadilan Negeri Karimun, Kamis (20/2/2020) malam.

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus pelanggaran Kepabeanan atas terdakwa Asrudin Alias Awang dipimpin Hakim Ketua Joko Dwihatmoko.

Pada sidang yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri Karimun, majelis hakim tidak dapat memutuskan terkait ratusan karton barang bukti berupa rokok tanpa memiliki pita cukai.

“Jadi tidak perlu dipertimbangan dalam perkara ini,” kata Ketua Majelis Hakim Joko Dwi Armoko.

Dibacakan Pria yang juga Pejabat Ketua Pengadilan Negeri Karimun itu, barang bukti berupa rokok tidak dapat dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses pembuktian perkara.

Menurutnya, dalam fakta persidangan, JPU tidak dapat menghadirkannya di persidangan karena alasan banyaknya jumlah barang bukti.

“Barang bukti tidak dapat dihadirkan untuk proses pembuktian perkara. Dikarenakan barang bukti yang sangat banyak,” kata Joko.

Ia menjelaskan, barang bukti rokok ilegal dalam kasus memang ini cukup banyak, yakni mencapai 123 karton yang terdiri dari merek Up Next Revolution 8 karton (153.600 batang); merek 99 sebanyak 25 karton (400.000 batang); merek Bless Bold 90 karton (900.000 batang).

Tidak dapat ditunjukkannya barang bukti itu, Joko mengatakan, Majelis hakim mengambil sikap untuk melihat langsimung Barang Bukti ke Gudang milik Kejaksaan Negeri Karimun. Hasilnya petugas barang bukti Kejari Karimun juga tidak dapat menghadirkan atau memperlihatkannya.

“Setelah melaksanakan pengecekkan petugas barang bukti tidak dapat menghadirkan atau memperlihatkan barang bukti,” ucap Joko.

Dalam sidang putusan tersebut, terdakwa Asrudin alias Awang diputus oleh hakim bersalah melanggar perkara pelangaran kepabeanan. Ia dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar dan Rp 10.000.

“Jika tidak dapat membayar denda maka diganti dengan tiga bulan hukuman kurungan penjara,” tambah Joko.

Sementara sarana pengangkut barang bukti rokok berupa satu unit speedboat tanpa nama diputuskan untuk di serahkan kepada negara.

Terkait tidak dapat ditunjukkannya barang bukti berupa rokok tersebut dalam persidangan tersebut. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun Andriansyah membantah hal tersebut.

Menurutnya, barang bukti berupa ratusan karton rokok itu masih ada. Dimana barang bukti tersebut berada di gudang penitipan barang bukti Kejaksaan Negeri Karimun di kawasan Parit Rempak, Kecamatan Meral.

“Rokok itu ditarok Daci (Kasi Barang Bukti) di dekat pelabuhan (roro Parit Rempak), di gudang penitipan barang kejaksaan. Di ruko-ruko itu ada (barang bukti) beberapa perkara,” kata Andriansyah melalui ponselnya, Jumat (21/2/2020) sekira pukul 14.20 WIB.

Ia mengatakan, ketika majelis hakim mengecek ke gudang di Kantor Kejaksaan Negeri Karimun, petugas barang bukti tidak memberitahu lokasi penyimpanannya.

“Saat Pak Yudi (majelis hakim) ke kantor itu tidak ditunjukin kemana-mana. Hanya cek di gudang yang disamping ruangan itu saja. Disitu isinya memang ballpress semua,” ujarnya.

Ditambahkan Andriansyah, untuk kewenangan barang bukti seluruh perkara merupakan kewenangan Seksi Barang Bukti.

“Jadi setelah tahap dua itu sampai tahap lelang ditekel sm Kasi BB. Saya pun masuk gudang tak bisa,” ucapnya.

Ia juga menyayangkan sidang putusan tetap berjalan, sementara para terdakwa tidak hadir. Menurutnya putus tanpa terdakwa sudah melanggar KUHAP.

“Ini bukan in absentia. In absensta itu dari awal sudah ada penetapan dulu. Dari pemeriksaan saksi, dakwaan itu ada terdakwanya. Kemarin itu karena sudah malam dibawa balik untuk alasan keamanan,” paparnya.

“Kenapa tidak ditunggu sampai besok pagi biar bisa dibawakan terdakwanya. Tapi perbedaab pendapat antara hakim dan jaksa itu biasa,” katanya.

(ricky robiansyah)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com