SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jalan Berlumpur Akibat Tambang Bauksit, 19 Warga Senggarang Jadi Korban

  • Reporter:
  • Selasa, 9 Oktober 2018 | 11:08
  • Dibaca : 131 kali
Jalan Berlumpur Akibat Tambang Bauksit, 19 Warga Senggarang Jadi Korban
Warga melintas di Jalan Masjid Al-Huda Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Senin (8/10). /SUTANA

PINANG – Jalan Masjid Al-Huda Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota berubah jadi kubangan. Akibatnya, 19 warga menjadi korban, terjatuh dari kendaraan, karena jalan menjadi licin.

“Korban jatuh sudah mencapai 19 orang dan yang terjatuh mulai dari anak sekolah, pegawai negeri dan juga masyarakat umum lainnya. Rata-rata mengalami luka-luka ada yang terluka di kaki, tangan, badan dan kepala,” kata Atun warga Sengagrang, Senin (8/10).

Lumpur yang menutupi jalan utama ini jelasnya, akibat adanya penambangan bauksit sebelumnya. Karena lahannya gundul ditambah hujan turun, sehingga lumpur terbawa arus dan menutupi jalan.

“Kondisi seperti ini sudah lama, warga Sengagrang sudah sering mengadu. Namun tidak kunjung digubris dan akhirnya banyak korban seperti saat ini,” ujarnya.

Sementara itu anggota DPRD Kepri Rudy Chua yang mendapatkan laporan dan pengaduan dari masyarakat Sengagrang terkait lumpur berkas tambang bauksit yang menimbulkan korban mengatakan, bahwa masalah ini sudah lama terjadi dan sudah beberapa kali dilaporokan ke pihak pemerintah namun belum ada respon yang baik.

“Kondisi ini tidak pernah ada solusi dari dulu. Bahkan, kondisi seperti ini terus terulang dari tahun ke tahun dan yang menjadi korban adalah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang langsung tanggap menangani jalan Senggarang yang tertutup lumpur paska tambang bauksit yang belum diperbaiki perusahaan PT Cahaya Bintan Abadi (CBA).

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas PU, Camat Tanjungpinang Kota beserta Lurah Senggarang berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri langsung menggelar rapat untuk mengatasi masalah tersebut. Rahma menjelaskan bahwa akibat pasca tambang bauksit ini sangat meresahkan warga.

“Saya menginginkan kerusakan akibat pasca tambang bauksit ini harus segera dapat ditangani oleh pihak perusahaan tambang secepat mungkin dan saya juga berharap Dinas Pertambangan, ESDM Kepri dapat bersinergi menyelesaikan masalah ini,” harapnya.

Kepala Dinas PU Kota Tanjungpinang, Hendri menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah terjadi sejak dua bulan yang lalu, pihaknya telah menangani untuk sementara dengan melakukan pembersihan jalan bersama staf PU yang bekerja sama dengan Damkar.

“Tapi upaya yang kami lakukan ini hanya bersifat sementara, karena jika hujan kondisi jalan ini akan kembali tertimbun lumpur dari lokasi pasca tambang bauksit tersebut,” jelasnya.
sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com