SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jalan Layang Simpang Jam Diprediksi Selesai Tepat Waktu

  • Reporter:
  • Rabu, 14 Juni 2017 | 14:17
  • Dibaca : 1010 kali
Jalan Layang Simpang Jam Diprediksi Selesai Tepat Waktu
Ilustrasi. DOK SINDO BATAM

BATAM – Pembangunan jalan layang (flyover) Simpang Jam diprediksi selesai tepat waktu pada November mendatang. Saat ini progres pembangunan jalan layang sudah mencapai 68 persen dan sesuai dengan yang telah ditargetkan sebelumnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR, Andre Sahatua Sirait mengatakan, pihaknya masih sangat optimis progres pembangunan selesai sesuai dengan perencanaan. Sehingga pada tahun depan diharapkan sudah bisa digunakan masyarakat dan dapat mengurangi kemacetan. “Mudah-mudahan selesai tepat waktu, melihat proges sejauh ini kami optimistis karena memang tidak ada hambatan yang berarti,” ujarnya, Senin (12/6).

Saat itu, jalan dari arah Batam Centre menuju Sekupang dan arah sebaliknya sudah kembali dibuka. Penutupan jalan sebelumnya dilakukan untuk meninggikan badan jalan. Pasalnya setiap kali hujan turun selalu digenangi air, sebab itu dinilai perlu peningkatan untuk ditinggikan.

Pantauan KORAN SINDO BATAM meskupun jalan sudah kembali dibuka lalulintas di Simpang Jam masih terlihat padat, satu sisi jembatan juga terlihat sudah tersambung. Sementara sejumlah pekerja juga terlihat masih malakukan aktivitas pembangunan untuk menyelesaikannya sesuai dengan target.

Guna menekan kemacetan lalu lintas, Kementerian PUPR juga tengah mengkaji pembangunan jalan Tol Batuampar-Mukakuning-Hang Nadim sepanjang 25 kilometer. Nantinya ruas tol tersebut akan ditawarkan sebagai jalan tol prakarsa badan usaha dan merupakan salah satu proyek strategis nasional dalam Perpres 3/2016.

Pembangunan tol dilakukan untuk meningkatkan kelancaran arus transportasi barang antara kawasan industri Mukakuning, Pelabuhan Batuampar dan Bandara Internasional Hang Nadim. Selain itu bertujuan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di persimpangan karena lampu merah. “Sekaligus untuk memisahkan antara kendaraan berat dan kendaraan ringan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” kata Andre.

Trase jalan tol yang digunakan adalah trase jalan arteri yang sudah ada saat ini, dimana nantinya akan dilebarkan. Untuk mempersiapkan jalan arteri Batuampar-Batubesar sebagai jalan non tol yang berdampingan dengan jalan tol. Saat ini Kementerian PUPR tengah melebarkan jalan tersebut menjadi 7 meter. Nantinya saat pembangunan jalan tol dilakukan lebar jalan menjadi 11,6 meter.

Untuk mengatasi persimpangan di sepanjang jalan tersebut, akan dibangun flyover atau jalan layang di lima persimpangan yakni Simpang Punggur (310 m), Simpang KDA (123 m), Simpang Kabil (430 m), Simpang Jam (165 m) dan Jalan Sudirman (150 m). Tahun depan Kementerian PUPR berencana memulai pembangunan Flyover Simpang Kabil. “Jarak Simpang Jam dengan Simpang Kabil hanya 3 Km. Bila belum dimulai, arus lalu lintas yang sudah lancar akan menumpuk di perempatan Simpang Kabil,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com