SINDOBatam

Feature+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jalan Terjal Calon Independen

  • Reporter:
  • Minggu, 12 Januari 2020 | 23:23
  • Dibaca : 142 kali
Jalan Terjal Calon Independen
ilustrasi

BATAM – Harus mengumpulkan minimal 48.816 dukungan, calon-calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam dari jalur perseorangan atau independen menghadapi jalan terjal. Baru dua pasangan yang melapor ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam.

Di pinggir jalan bundaran kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rian Ernest dan Yusiani Gurusinga menebar senyum. Mengenakan kemeja biru gelap lengan dilipat, politisi Partai Solidaritas Indonesia itu terlihat bersemangat menyampaikan selamat Tahun Baru 2020 dengan latar belakang kantor Badan Pengusahaan Batam. Ucapan tahun baru sekaligus ajakan mengumpulkan KTP itu diunggah di akun Instagram Rian.

Sejak Oktober 2019, akun Instagram milik Rian banyak dipenuhi aktivitasnya di Batam. Menjelang tenggat akhir pendaftaran berkas dukungan, Rian selalu ada di Batam. Bukannya berlibur, mantan staf ahli Basuki Tjahaja Purnama-mantan Gubernur DKI Jakarta-itu berkeliling mengunjungi daerah-daerah di Batam. Gerilya politik Rian berkaitan dengan langkahnya maju pemilihan wali kota Batam 2020 lewat jalur independen atau nonpartai. Ia meminang Yusiani Gurusinga. Mengusung tagline kampanye Batam Baru, Rian dan Yusiani menargetkan 60 ribu dukungan dari warga Batam.

Rian masih bisa berbesar hati meski pengumpulan KTP baru masih jauh dari batas minimal. Pekan lalu, KPU Batam mengumumkan Rian menjadi salah satu calon independen yang telah menyerahkan surat mandat. Dengan surat mandat operator, proses memasukkan data dukungan di Silon sudah bisa dimulai sebelum penyerahan syarat minimal dukungan. Tenggat akhirnya 19-23 Februari.

“(Dukungan) Masih sedikit tapi saya sangat optimistis,” tutur Rian, kemarin.

Rian dan tim relawannya terekam rajin kampanye dan mempublikasikan kegiatannya di Instagram. Selain bertatap muka dan meminta dukungan dari warga, Rian dan Yusiani beberapa kali menyampaikan visi dan misinya di lokasi yang tak biasa sekaligus menyampaikan kritik soal pembangunan. Salah satunya Rian dan Yusiani merekam kondisi jalan tanah di Marina Green Tanjunguncang. “Ini harus ada penanganan khusus dari kita,” ucap Yusiani dalam potongan video itu. Rian juga sempat merekam perekrutan tenaga kerja di salah satu hotel dengan ramainya pelamar.

Dalam tiap tatap muka, Rian berbicara langsung dengan warga yang ia temui kediaman warga. Mengenalkan diri sebagai calon wali kota, Rian memohon dukungan KTP dan tandatangan sekaligus menyampaikan programnya. Empat bulan gerilya, Rian sudah cukup dikenal. Ia kerap diundang ke berbagai acara baik menjadi narasumber atau tamu.

Gencar di darat dan udara, Rian dan Yusiani masih berpacu dengan waktu. Sebulan jelang tenggat akhir, keduanya baru mendapat dukungan sekitar 16 persen dari 60.000 dukungan berdasarkan alamat situs batambaru.com, situs yang dibuat khusus Rian dan timnya. “Kurang sekitar 50 ribu lagi dengan sisa waktu sekitar empat minggu,” ujar Rian.

Rian tetap menunjukkan rasa optimistis. Lima pekan berhasil mengumpulkan sedikitnya 10 ribu dukungan KTP. Ia yakin gerakannya ini tetap berbuah yang positif dengan mendapat dukungan masyarakat.

Ia menjelaskan sesuai dengan visi dan misi Batam Baru adalah gerakan masyarakat yang diinisiasi oleh sekelompok masyarakat lintas golongan yang ingin melihat Kota Batam. Ia mengaku ingin menjadikan Batam lebih maju dan warganya lebih sejahtera. Pihaknya juga yakin Batam butuh kebaruan, butuh sesuatu yang berbeda dan lebih baik dari sebelumnya.

“Kami datang ke pulau Batam ini punya visi misi agar Batam bisa lebih baik. Batam baru, pendekatan baru, semangat baru, pemikiran baru,” katanya.

Realitas politik di Batam saat ini menurut dia di luar dugaan prediksi sebelumnya. Dalam dalam dua bulan terjun langsung di Batam kata dia banyak masyarakat Batam yang sebenarnya sudah melek politik sebagaimana masyarakat perkotaan lainnya. Namun dinilai masih sedikit yang terlibat langsung secara politik.

“Ini saya kira menjadi tantangan dan pekerjaan rumah bagi seorang Rian Ernest. Saya harus berkerja lebih keras lagi menyegarkan masyarakat untuk terlibat politik aktif. Jika ingin melihat Batam maju masyarakat seharusnya mengkritisi setiap kebijakan yang tak pro masyarakat dan tentunya memberikan solusi,” katanya.

Melihat persaingan pilihan wali kota Batam pihaknya yakin akan menarik karena memang banyak gagasan dan ide baru yang akan ditawarkan para calon. Meskipun saat ini ada petahana, pihaknya memprediksi Wali Kota Batam saat ini akan maju Pilgub Kepri. “Tapi ini prediksi saya, kemungkinan Pak Wali Kota maju ke Pilgub Kepri,” katanya.

Calon dari FPI

Selain Rian, bakal calon wali kota Batam dari independen datang dari tokoh Front Pembela Islam (FPI) Kota Batam, Rusmanto. Ia mengklaim telah mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk menjadi peserta dalam Pilkada Batam tahun ini.

“Masyarakat Batam yang menginginkan perubahan agar Batam menjadi lebih baik lagi. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat Batam,” kata Rusmanto.

Adapun permintaan dari masyarakat dan menjadi program prioritas setelah menjadi wali kota Batam seperti, menutup tempat penjualan keras dan narkotika yang berada di perumahan, kaveling dan perkampungan.

Kemudian menertibkan mafia bahan pokok dan penyakit masyarakat. Menyiapkan lokasi untuk pelaku usaha kecil, mempermudah pinjaman melalui koperasi pemerintah dan mengatur berpakaian syar’i.

“Meningkatkan PAD (penerimaan asli daerah (PAD) kota Batam dan mempermudah pengurusan KTP serta izin lainnya,” katanya.

Pria yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan dakwah FPI di Kota Batam itu mengaku memutuskan memilih jalur independen, karena dirinya telah mendapat dukungan dari masyarakat Kota Batam.

“Saya akan mengontrol harga Sembako, karena ini adalah kebutuhan dasar masyarakat Batam,” tegas Rusmanto.

Selanjutnya, mantan Caleg Partai Gerindra itu, berjihad kuat untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Batam, agar pembangunan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Batam dapat lebih dipercepat lagi.

“Saya juga akan menyiapkan kuliner bagi pengusaha kecil dan menengah yang aman dan nyaman. Sehingga, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kecil dan membuka lapangan kerja masyarakat Batam,” katanya.

Rusmanto juga menyoroti layanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) masih berjalan lambat. Kekosongan blanko menjadi alasan utama lambatnya proses pencetakan kartu identitas tersebut. Keluhan itu menjadi salah satu prioritasnya jika nanti terpilih sebagai wali kota Batam.

“Memudahkan cetak KTP dan izin usaha lainnya adalah prioritas utama dalam program kerja jika nanti menjadi wali kota Batam,” kata Rusmanto.

Ia mengaku sering menerima keluhan dari masyarakat terkait lambatnya proses pencetakan E-KTP. Sehingga meresahkan masyarakat yang akan mengurus berbagai izin karena tidak adanya dokumen sebagai syarat utama.

“Mereka sudah rekam dan disuruh datang lagi enam bulan ke depan. Setelah datang, KTP yang bersangkutan belum juga selesai. Dan ini pastinya sangat menggangu surat menyurat lainnya,” katanya.

Permasalahan seperti ini, menurutnya harus segera ditindaklanjuti oleh pejabat yang berwenang. Apalagi tahun ini menjadi tahun politik dan E-KTP menjadi syarat utama dalam menentukan pilihan dalam pemilu mendatang.

“Giliran pemilu tiba blanko KTP berkarung-karung kececer dengan alasan salah cetak, cetak ganda dan lain-lain. Giliran ada yang membutuhkan untuk keperluan, hanya diberi surat keterangan (silet),” jelasnya.

Oleh karena itu, Rusmanto mengimbau agar masyarakat mendukungnya untuk memperbaiki layanan tersebut dengan menyerahkan fotokopi KTP sebagai syarat utama sebagai bakal calon wali kota Batam lewat jalur independen.

“FPI siap memperjuangkan keinginan anda. Bila salah memilih, menyesal lima tahun. Silahkan hubungi nomor 082173128585,” katanya.

Selain Rian Ernes, calon yang sudah menyerahkan surat mandat operator adalah Bambang Apriantoso. Bambang mengatakan, telah mendapatkan dukungan dari masyarakat bersama Sukarno sebagai bakal calon wali kota Batam melalui jalur independen.

Saat ini, Bambang bersama Sukarno sedang melakukan penginputan data dukungan masyarakat ke sistem yang telah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Tim kita saat ini sedang menginput ke dalam sistem manual jumlah perolehan dukungan sesuai dengan aturan yang 48.816 KTP,” kata Bambang.

Adapun yang menjadi fokus utama jika nanti menjadi pemenang pemilu seperti, meningkatkan perekonomian kerakyatan, memajukan dan meningkat industri, menjadikan Batam tujuan wisata berkelas international, pendidikan gratis, setarakan pajak dan mewujudkan Batam digital.

“Misi kami adalah menciptakan lapangan pekerjaan dari segala bidang sehingga menyerap pekerja dari semua usia, menjadikan Batam nyaman bagi masyarakatnya serta pengunjungnya,” katanya.

Selanjutnya menghapus uang wajib tahunan otorita (UWTO) sehingga masyatakat merasakan manfaatnya, mendorong transportasi bersetara internasional, membangun ekonomi hijau ditingkat RT.

“Anda bagian dari perubahan, anda perumus perubahan dan anda bisa langsung menyalurkan kreativitas anda,” kata ketua salah satu koperasi taksi online ini.

Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam terus menggesa proses penginputan data bagi calon independen. Mengingat, proses ini akan berakhir pada 19-23 Februari 2020 mendatang.

Komisioner KPU Batam William Seipattiratu mengatakan, setiap pasangan calon (Paslon) yang akan maju dari jalur Independen harus bisa mengumpulkan dukungan minimal sebanyak 48.816.

Dan hal ini dibuktikan dengan penginputan KTP dukungan baik secara online melalui Silon maupun manual. Sebenarnya saat ini, belum secara resmi melakukan para paslon independen ini melakukan pendaftaran.

“Namun saat ini sifatnya mereka melakukan konsultasi. Dan para paslon perseorangan ini, terlebih dahulu mengajukan surat mandat sebelum menerima user dan password dari KPU Batam,” katanya.

Hingga kini, sudah ada dua paslon yang telah memberikan surat mandatnya. Yakni Rian Ernest dan Yusiani Gurusinga serta Sukarno dan Bambang Apriantoso.

Para paslon ini, tambahnya, diharapkan bisa mencapai berkas dukungan sehingga bisa dilakukan verifikasi sebagai tahapan lanjutan.

Sebagaimana diketahui, untuk penetapan jumlah minimal dukungan dihitung dengan dasar UU nomor 10 tahun 2016 dan PKPU nomor 3 tahun 2017.

Mengenai jumlah dukungan, sesuai ketentuan pasal 41 ayat (2) Undang-undang nomor 10 tahun 2016 menyebut bahwa kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 500.000 (lima ratus ribu) sampai dengan 1.000.000 (satu juta) jiwa harus didukung paling sedikit 7,5 persen.

“Mekanisme yang harus dilalui setiap pasangan calon independen untuk meraih tiket Pilkada antara lain, mengumpulkan KTP dukungan sesuai jumlah yang ditentukan KPU, dan wajib menginput seluruh data pendukungnya ke dalam sistem yang telah disiapkan,” katanya.

Begitu lolos administrasi, para paslon independen akan mengikuti serangkaian tes lainnya mulai dari tes kesehatan yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN), serta psikotes.

ahmad rohmadi/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com