SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jalur Ganda Solusi Kemacetan

  • Reporter:
  • Minggu, 17 Desember 2017 | 13:47
  • Dibaca : 110 kali
Jalur Ganda Solusi Kemacetan
Infografis KORAN SINDO.

SUKABUMI– Jalur ganda kereta api (KA) Bogor-Sukabumi bisa menjadi moda transportasi alternatif bagi masyarakat selain melalui jalan raya yang kerap mengalami kemacetan parah.

Selain itu, KA jalur tersebut juga diharapkan mendorong perekonomian wilayah Jawa Barat bagian selatan. Dengan KA jalur ganda, jarak tempuh kedua kota itu dengan menggunakan kereta bisa lebih singkat menjadi hanya 1 jam, di ban dingkan saat ini 2,5 jam.

Sedangkan apabila menggunakan jalan raya Sukabumi-Bogor, waktu tempuhnya bisa mencapai 6-8 jam karena dibeberapa titik kerap macet parah seperti di daerah Cibadak, Parungkuda, dan Cicurug.

Kemacetan jalur darat Sukabumi-Bogor itu sempat dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Kepala Negara, dirinya pernah terjebak macet di Sukabumi saat belum menjadi presiden. Tanpa pengawalan voorijder, jarak 60 kilometer yang seharusnya bisa ditempuh maksimal dua jam menjadi enam jam.

“Saya pernah mencoba naik mobil dari Bogor sampai Sukabumi tanpa peng awal an, tapi sebelum jadi presiden. Harusnya itu satu setengah jam, paling lama dua jam. Hal-hal seperti ini tidak boleh kita te rus kan,” kata Pre si den saat peletakan batu per tama pembangunan jalur ganda kereta api di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, kemarin.

Presiden pun menginstruksikan jalur KA ganda Bogor-Sukabumi segera dimulai pembangunannya sehingga bisa diselesai kan pada 2020. Pemerintah menargetkan, tahap pertama pembangunan jalur ganda KA untuk segmen Bogor-Paledang-Cicurug sepanjang 26,7 kilometer selesai 2019 men datang.

Sementara pada segmen Cicu rug-Sukabumi se – panjang 30,5 kilometer pekerjaan konstruksinya ditargetkan rampung pada 2020. “Saya saja sudah nggak kuat, apalagi masyarakat. Saya sudah perintahkan agar jalur ganda ini segera dimulai dan hari ini kita mulai pengerjaannya kita harapkan selesai 2020 rampung seluruhnya,” terangnya.

Presiden juga meminta agar proyek tersebut dilakukan secara padat karya. Pola ini dimaksudkan untuk membuka la pangan kerja bagi masyarakat sekitar. “Jangan memakai alat-alat berat terlalu banyak sehingga akan banyak orang yang bisa bekerja di dalam proyek ini. Nanti akan saya lihat di lapangan seperti apa,” tuturnya.

Saat ini jalur kereta api Bogor-Sukabumi sudah terhubung sepanjang 57 km. Namun, rel yang digunakan baru satu jalur sehingga perjalanan kereta apinya kurang optimal. Setiap harinya hanya ada tiga per jalanan KA Bogor-Sukabumi dan sebaliknya dengan jumlah penumpang sekitar 3.000 orang.

Dengan jalur ganda KA yang menelan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) sebesar Rp2,45 triliun itu, penumpang diharapkan dapat bertambah menjadi 11.000 orang per hari. “Saat ini dengan menggunakan KA lama waktu perjalanan ditempuh selama 3,5 jam, sekarang dapat berkurang apabila jalur ganda ini sudah dibangun,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dia menambahkan, wilayah Jawa Barat bagian selatan khu susnya Bogor dan Sukabumi memiliki banyak potensi ekonomi, seperti pariwisata, perdagangan, industri, properti, dan pangan. “Potensi ini diha rapkan jadi lebih maksimal apabila jalur KA ganda telah ber operasi, ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan,” lanjut Budi.

Dia pun berharap, selain penumpang umum, pelaku indus tri dan perdagangan pun mau beralih untuk pengangkutan barang dari moda transportasi berbasis jalan raya menjadi menggunakan moda transportasi berbasis rel.

neneng zubaidah/ agung bakti sarasa

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com