SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jamaris dan Irwanto Dituntut 10 Bulan Penjara

  • Reporter:
  • Kamis, 16 Maret 2017 | 13:30
  • Dibaca : 570 kali
Jamaris dan Irwanto Dituntut 10 Bulan Penjara
Jamaris dan Irwanto mengikuti persidangan di PN Batam. Foto Teguh Prihatna.

BATAM KOTA – Terdakwa perkara dugaan pungutan liar (pungli) Disdukcapil, Jamaris dan Irwanto dituntut hukuman 10 Bulan penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (13/3).

Kedua pegawai Disdukcapil Batam tersebut dinyatakan bersalah melanggar pasal 95B jo pasal 79A UU RI Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dari total belasan saksi yang dihadirkan ke persidangan dan sejumlah barang bukti termasuk sejumlah uang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Nugraha berpendapat bahwa seluruh unsur dalam dakwaan telah terpenuhi.

Dalam amar tuntutannya, Yogi meminta agar majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa dengan hukuman penjara masing-masing selama 10 Bulan, dikurangi sepenuhnya dari masa penahanan yang telah dijalani.

Tidak hanya itu, Jaksa juga menuntut kedua terdakwa dengan hukuman denda masing-masing sebesar Rp10 juta. Hanya saja, subsider yang dijatuhkan kepada Jamaris lebih ringan yakni 2 Bulan penjara. Sedangkan untuk Irwanto dikenakan subsider selama 4 Bulan.

Disinggung perihal bedanya subsider tersebut, usai persidangan Yogi mengatakan, bahwa Irwanto memiliki peranan lebih daripada Jamaris. “Irwanto lebih banyak berhubungan dengan masyarakat. Sedangkan Jamaris hanya terima bersih saja,” katanya.

Menanggapi tuntutan tersebut, kedua terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukum Beni Zairalatha mengaku akan menyampaikan nota pembelaan atau pledoi. Melalui penasehat hukumnya, terdakwa meminta waktu kepada majelis hakim Edward Harris Sinaga, Endi Nurindra dan Egi Novita untuk mempersiapkan pledoi.

Permohonan tersebut dikabulkan oleh majelis hakim. Keduanya diberikan waktu dua hari untuk menyiapkan pledoi. Seperti diketahui, kedua terdakwa ditangkap Tim Saber Pungli Polda Kepri dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Disdukcapil pada 17 Oktober 2016 lalu. Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang tunai Rp 2.484.000, akta kelahiran 43 lembar dan surat kematian enam lembar dari tangan Jamarin.

Tidak hanya itu saja, tim Polda Kepri juga sejumlah barang bukti dari tangan Irwanto, yakni9 uang tunai Rp 700 ribu, fotokopi surat-surat persyaratan pengurusan akta lahir.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com