SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jarak Pandang Penerbangan Masih Aman

  • Reporter:
  • Selasa, 17 September 2019 | 10:41
  • Dibaca : 99 kali
Jarak Pandang Penerbangan Masih Aman
Aktivitas penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam, beberapa waktu lalu. /DOK SINDO BATAM

NONGSA – Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera belum mengganggu dunia transportasi. Jarak pandang di Bandara Hang Nadim masih di atas 9.000 meter, dan masih aman untuk penerbangan.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Kota Batam, Suratman mengatakan, kabut asap kiriman yang melanda Batam dari kebakaran hutan di Riau, Jambi dan Sumatera Selatan belum menggangu dunia transportasi. “Jarak pandang ini masih aman untuk transportasi darat, laut dan udara,” ujarnya, Senin (16/9).

Ia menjelaskan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Batam hingga kemarin masih masuk dalam kategori sedang. Meski secara kasat mata terlihat asap yang lumayan pekat, namun udara Batam belum terlalu berbahaya.

“Udara Batam berdasarkan ISPU masih dalam kategori sedang, karena berada pada angka 88,” katanya.

Disebutkannya, berdasarkan ISPU, ada beberapa kategori pencemaran udara dengan angka angka yang ada. Di mana untuk 1-50 baik, 50-100 sedang, 101-199 tidak sehat, 200-299 sangat tidak sehat, 300-399 berbahaya dan 400 sangat berbahaya.

“Jadi kita (Batam) di angka 88 dan itu masuk dalam kategori sedang,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan satelit, terpantau sebanyak 11 titik panas yang terdeteksi BMKG Hang Nadim di wilayah Kepri. Adapun ke-11 titik ini paling banyak di Kabupaten Natuna, yakni 4 titik api di Kecamatan Bunguran Timur dan 4 di Kecamatan Bunguran Barat.

“Paling banyak di Natuna, ada 8 titik di dua kecamatan,” kata Suratman.

Sementara itu di Kabupaten Bintan ada 2 titik, yakni di Kecamatan Bintan Utara. Untuk Lingga terdapat 1 titik yakni di Kecamatan Senayang. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah atau lahan kosong,” ujarnya.

Sebelumnya, kabut asap yang menyelimuti wilayah Kepri mulai mengganggu dunia transportasi. Aktivitas penerbangan di Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Seibati, Kabupaten Karimun terdampak kabut asap. Pesawat rute Dabosingkep (Lingga)-Karimun terpaksa dibatalkan karena jarak pandang yang terganggu, Sabtu (14/9).

Kepala Kelompok Teknisi Bandara RHA, Kukuh Arjunanto mengatakan, jarak pandang mulai Hari Sabtu (14/9) lalu di Bandara RHA hanya 2 kilometer sehingga dianggap sangat berisiko dalam melakukan penerbangan. “Benar ada penundaan kemarin (Sabtu). Disebabkan kondisi kabut asap,” kata Kukuh, Minggu (15/9).

Dia menambahkan, kekhawatiran juga terjadi disebabkan pilot pesawat masih perdana masuk ke Karimun. Sehingga pesawat Susi Air ATR 72 tersebut hingga saat ini masih berada di Dabosingkep, Lingga. “Kebetulan juga ada pergantian pilot dan belum pernah masuk ke Karimun,” tambahnya.

Ia mengatakan, tiket penumpang tujuan Dabosingkep yang sebelumnya telah dimiliki penumpang semuanya sudah dikembalikan. Pihaknya menyampaikan ke penumpang bahwa pilot tidak berani masuk Karimun karena kabut, dan jarak pandang yang pendek. dicky sigit rakasiwi/ernis hutabarat

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com