SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jaringan Infrastruktur PGN Meningkat, Gas Bumi Makin Bermanfaat

  • Reporter:
  • Kamis, 30 November 2017 | 12:32
  • Dibaca : 139 kali
Jaringan Infrastruktur PGN Meningkat, Gas Bumi Makin Bermanfaat
Laily sedang memasak di dapur rumahnya di KDA, Batam Centre, beberapa waktu lalu. /FADHIL

Perluasan jaringan infrastruktur dari Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk pasokan gas bumi di Batam membawa manfaat bagi masyarakat. Segenap warga di kota ini sudah bisa menikmati bahan bakar yang efisien, aman dan ramah lingkungan. Tak hanya dinikmati kalangan berada, warga pinggiran juga bisa berlangganan gas bumi. Era baru hadirnya energi terbarukan yang bisa menjangkau semua kalangan.

Fadhil, Batam

Tangan kanan Laily Masruroh menggenggam knop kompor tanam di dapur rumahnya. Ceklekk..terdengar bunyi knop itu berputar. Tepat di atas tungku, api biru seketika menyala melingkar di bawah panci pengukus yang sudah disiapkan ibu dua orang anak itu sebelumnya. Tak ada bau gas, dan nyala apinya stabil.

Ini merupakan tahun ketiga bagi warga yang tinggal di Jalan Garuda Raya Nomor 17, Taman Kurnia Djaja Alam (KDA) Batam Centre itu menggunakan gas bumi dari Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam untuk memasak di dapurnya. Laily mengaku pilihan itu tak keliru.

“Karena lebih irit, aman, dan tak bingung mencari gas kalau gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) habis seperti saat memakai gas tabung dulu,” kata Laily.

Dari sisi besaran tagihan setiap bulan, Laily mengaku sangat diuntungkan. Betapa tidak, setiap bulannya ia hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp40 ribu untuk biaya penggunaan gas setiap bulannya. Bahkan, ia menyebut jauh lebih hemat sekitar 70 persen dibanding ketika menggunakan gas kemasan tabung. Pasalnya, saat menggunakan gas tabung, saban bulan keluarga ini bisa menghabiskan rata-rata sekitar 1,5 tabung gas kemasan 12 kg.

“Sebagai ibu rumah tangga, tentu ini sangat membantu perekonomian keluarga,” ujar wanita berjilbab itu.

Menurut Laily, ia sangat diuntungkan dengan sambungan gas bumi ke rumahnya. Meskipun, untuk pemasangan sambungan di awal, masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam. Laily menyebut, saat pemasangan sambungan pipa gas ke rumahnya, ia harus membayar sekitar Rp2 juta, tergantung panjang pipa menuju ke dapur.

“Tapi saya anggap itu investasi di awal, dan memang kemudian sangat terasa manfaatnya. Tidak memberatkan, betul-betul sayang ibu lah,” ucapnya seraya tersenyum.

Tak hanya menghemat pengeluaran rumah tangga, Laily mengaku lebih lebih aman menggunakan gas bumi langsung dari PGN sebagai bahan bakar memasak di rumah. Pasalnya, empat tahun lalu saat masih memasak menggunakan gas tabung, ia mengaku sempat dibuat cemas dengan bau gas yang memenuhi dapurnya. Ia khawatir hal itu bisa memicu ledakan. Maklum, ia juga sering menghabiskan waktunya di dapur karena dia mengaku hobi memasak.

“Jadi cari yang aman. Bersyukur banget karena bonusnya gas bumi lebih fisien dan ekonomis,” kata wanita yang juga seorang konsultan desain interior tersebut.

Begitu juga metode pembayaran tagihan gas bumi yang ia gunakan. “Ini lihat,” ia mengangkat telepon pintar di genggamannya, mengarahkan layarnya ke hadapan awak media ini. Laily menujukkan layanan mobile banking dari Bank Mandiri. Ia memperagakan cara membayar tagihan gas dari PGN, yang hanya dilakukan dengan menekan layar ponsel sentuhnya sesuai tampilan menu. “Praktis kan, tak perlu keluar rumah,” senyum simpul mengiringi ucapannya tersebut.

Tak hanya Laily, warga Batam lainnya yang juga sudah merasakan manfaat gas bumi untuk rumah tangga adalah Andriani, warga Bida Asri 1 Blok B1 Nomor 32, Batamcenter. Ia mengaku sudah sekitar dua tahun belakangan ini beralih dari gas LPG kemasan tabung 12 kg ke jaringan gas bumi dari program PGN Sayang Ibu di Batam.

Andriani mengatakan, keluarganya bisa menghemat hingga Rp100 ribu lebih saban bulan, dibanding ketika masih menggunakan tabung LPG. “Kalau dulu beli (isi ulang) satu tabung saja sudah sekitar Rp130 ribu, padahal sebulan rata-rata pakainya sekitar 1,5 tabung. Kalau sekarang pakai gas bumi ini bayarnya cuma Rp60 ribu sebulan,” papar ibu dua orang anak tersebut.

Penghematan itu, kata dia, bisa dialihkan untuk ongkos kebutuhan rumah tangga lainnya. Misalnya, belanja kebutuhan dapur. “Kan lumayan itu. Sangat menguntungkan lah pokoknya,” ujar wanita kelahiran Jawa Barat tersebut.

Terlebih, sambung Andriani, saat ini keluarganya juga menggunakan dua unit pemanas air (water heater) yang membutuhkan gas untuk menghidupkannya. Jika masih pakai tabung gas LPG, ia tak bisa lagi menerka berapa banyak pengeluarannya untuk membeli gas.

“Soalnya saya bandingkan, kalau rata-rata tetangga yang berlangganan gas bumi itu bayarnya sekitar Rp40 ribu, tapi saya bayar Rp60 ribu. Berarti, water heater itu nyedot gasnya cukup banyak. Untung pakai gas bumi, coba kalau gak,” tuturnya sumringah.

Tak hanya warga di perkotaan, masyarakat yang tinggal di kawasan pinggiran seperti Kecamatan Batuaji dan Sagulung juga sudah bisa menikmati sambungan gas bumi. Lewat program pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan program jaringan gas (jargas) yang penugasannya diserahkan pada PGN Batam, ditargetkan sebanyak 4.003 rumah warga di dua kecamatan itu bisa merasakan manfaat gas bumi. Warga dari puluhan perumahan di kawasan tersebut mendapat sambungan jargas gratis dari pemerintah. Program ini juga bertujuan untuk menjadikan Batam sebagai kota gas (Batam City of Gases).

Salah seorang warga Perumahan Putra Moro Indah II, Seilangkai, Sagulung, Risma mengatakan aliran gas bumi ke rumah-rumah warga sangat bermanfaat. Pasalnya, selain karena dinilai lebih aman, penggunaan gas bumi juga lebih hemat.

“Dibanding beli gas LPG tabung memang lebih murah,” katanya.

Tak hanya itu, Risma juga mengaku bersyukur lantaran sambungan gas bumi gratis itu bisa dirasakan dirinya dan warga lainnya yang selama ini mengandalkan gas LPG tabung untuk memasak. Terlebih, di kawasan itu suplai gas tabung juga sering kosong.

“Sering langka di sini (gas LPG tabung), makanya kami senang sekali adanya gas bumi dari PGN ini,” tuturnya.

Data dari PGN Batam, sampai Oktober 2017 lalu sudah ada 3.911 sambungan jargas di wilayah Batuaji dan Sagulung yang merupakan sambungan untuk rumah tangga. Hingga akhir tahun, PGN Batam optimistis mampu menyelesaikan hingga 4.003 sambungan.

Sementara untuk sambungan rumah tangga yang bukan dari penugasan Kementerian ESDM, PGN Batam juga sudah memiliki program PGN Sayang Ibu di Batam. Tercatat, saat ini PGN sudah melayani 774 sambungan rumah tangga dan ditargetkan meningkat jadi 997 sambungan di penghujung tahun. Selain itu, untuk jumlah sambungan komersial tercatat sebanyak 62 sambungan dan industri mencapai 46 sambungan.

Sales Area Head PGN Batam Amin Hidayat mengatakan, penggunaan gas bumi untuk sambungan rumah tangga diklaim aman. Amin menjelaskan, gas bumi dan LPG sama-sama produk hidrokarbon. Namun, yang membedakan yakni komposisinya, dimana gas bumi sebagian besar merupakan metana, sementara LPG propana. Sifat fisika keduanya berbeda. Propana lebih berat dari udara sehingga saat terjadi kebocoran akan mengumpul di bawah. Sementara gas bumi sifatnya lebih ringan dari udara sehingga jika terjadi kebocoran, akan melayang sehingga secara otomatis langsung lenyap. Dengan catatan, lokasinya harus memiliki ventilasi udara yang cukup sehingga gas yang melayang tak terperangkap.

“Contoh lainnya itu sendawanya sapi, sampah yang membusuk dan gas bumi, itu semua sama-sama metana dan itu lari (menguap) ke atas jadi itu sangat aman,” jelas Amin.

Selain itu, sambung dia, dari sisi tekanan gas yang masuk ke rumah-rumah, juga sudah diturunkan hingga 0,03 bar yang diatur dari stasiun pengukur temperatur tekanan. Ia menjelaskan, tekanan dari pipa utama mencapai 1-4 bar, kemudian diturunkan menjadi 0,1-0,3 bar pada pipa yang melalui perumahan dan kembali diturunkan jadi 0,03 bar yang masuk ke rumah-rumah.

“Jika dibandingkan, tabung LPG itu tekanannya 3 bar, sementara gas bumi hanya 0,03 bar. Rendah sekali itu,” ujarnya.

Selain tak khawatir akan meledak, kata Amin, dari sisi ekonomi juga diklaim jauh lebih hemat. Itu juga sesuai dengan testimoni yang disampaikan masyarakat pelanggan gas bumi PGN yang menyebut penghematan terjadi hingga 50-60 persen dibandingkan saat menggunakan gas LPG kemasan tabung.

Tak hanya dari rumah tangga, beberapa kalangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Batam juga mulai beramai-ramai beralih menggunakan gas bumi. Seperti, usaha rumah makan, toko roti, laundry dan sebagainya.

“Sudah banyak buktinya, perbandingannya jelas lebih hemat menggunakan gas bumi,” kata dia.

Sejauh ini, kata Amin, sudah banyak masyarakat Batam yang mengajukan permohonan untuk penyambungan gas, khususnya di wilayah yang kini dalam tahap pembangunan pipa seperti di kawasan Nagoya dan Jodoh. Lantaran mudah, masyarakat juga hanya perlu mengajukan permohonan ke kantor PGN Batam. Untuk besaran biaya pemasangannya, tergantung panjang pipa yang akan digunakan.

“Kalau agak panjang bisa sampai Rp 2 juta, ada juga Rp 1 juta tergantung jarak dari pipa utama. Ini investasi awal, tapi selanjutnya hanya tinggal bayar pemakaian saja,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Amin, Keberadaan PGN sebagai perusahaan plat merah membawa dua misi. Yakni, misi ekonomi untuk mencari keuntungan sebagai badan usaha. Namun, pada misi kedua selaku pihak yang menjalankan amanat pemerintah terkait dengan ketahanan energi secara nasional, akhirnya PGN juga ambil bagian dalam menyediakan gas bumi bagi masyarakat.

“Kita kan punya gas bumi yang 100 persen berasal dari lokal dan tak perlu impor, harganya juga jauh lebih murah. Maka itu, kenapa gas bumi tidak masuk ke rumah-rumah. Itu ide awalnya,” papar Amin.

Padahal, sambung dia, jika PGN menghitung dengan kalkulasi bisnis murni, sambungan gas ke rumah tangga tak menguntungkan dalam jangka pendek. Pasalnya, menyambung pipa gas dari jalan raya ke dalam kawasan perumahan atau tempat tinggal warga sangat besar ongkosnya.

Namun, di sinilah PGN berperan dalam upaya menyejahterakan masyarakat. Untuk sambungan ke rumah tangga, PGN mengedepankan misi sosial sehingga tak fokus mencari untung.

“Saya pernah hitung, investasi itu (sambungan ke rumah tangga) 22 tahun belum balik modal,” sebut dia.

Khusus Batam, lanjut Amin, tahun ini akan tersambung minimal 5.000 jaringan gas rumah tangga yang merupakan gabungan dari Program PGN Sayang Ibu dan Program Batam Kota Gas (jargas). Hingga saat ini, rumah yang sudah menikmati sambungan gas PGN Sayang Ibu antara lain di perumahan Bida Asri, KDA, Green Land dan sejumlah perumahan di wilayah Batamcenter yang masuk Kecamatan Batam Kota.

Sedangkan Program Batam Kota Gas (jargas) tercatat sudah memasang hampir 3.911 sambungan gas di dua kecamatan, Batuaji dan Sagulung yang meliputi enam kelurahan dan terdiri dari 16 perumahan. Yakni, Perumahan Fanindo Tanjunguncang Batuaji, Taman Carina Tanjunguncang, Bambu Kuning Bukit Tempayan Batuaji, Perumahan Buana Raya Blok Boulevard Batuaji, Perumahan Muka Kuning II dan Muka Kuning Indah II Batuaji. Sedangkan di Sagulung, terdiri dari Perumahan Graha Nusa Batam Sagulung, Mitra Centre Sagulung, Perumahan Puri Surya Sagulung, Perumahan Taman Teratai Sagulung, Buana Point Sagulung, Perumahan Muka Kuning Pratama Sagulung, Perumahan Putra Moro Indah II Sagulung, Perumahan Taman Anugerah Sagulung, Perumahan Sentosa Perdana, Villa Mukakuning Tembesi Sagulung.

PGN Batam juga berkomitmen menjamin pasokan gas ke semua pelanggannya. Pasalnya, kata Amin, pasokan gas bumi sangat mencukupi untuk dialirkan hingga ke rumah-rumah masyarakat. Sehingga, masyarakat tak perlu khawatir bakal kekurangan gas bumi. Dalam sehari, Amin menyebut pihaknya rata-rata menyalurkan gas sebanyak 68 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD).

“Kalau berbicara pasokan, kita tak ada hambatan. Sumber pasokan Batam saat ini dari Grissik, Sumatera Selatan, dan itu sangat mencukupi,” kata dia.

Secara umum, PGN akan terus membangun konektivitas pemanfaatan gas mulai dari rumah tangga, penyediaan bagi sektor industri dan juga untuk pembangkit listrik. Secara prinsip, kata dia, komitmen PGN mendukung ketahanan dan kedaulatan energi di Indonesia. Karena itu, pihaknya akan terus menyambungkan pipa kepada pelanggan di pulau Batam.

“Ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketersediaan energi yang lebih efisien,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com