SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jasa Raharja Bayar Santunan Rp2,194 Miliar

  • Reporter:
  • Selasa, 7 Agustus 2018 | 10:28
  • Dibaca : 86 kali
Jasa Raharja Bayar Santunan Rp2,194 Miliar
Kecelakaan lalu lintas di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Jasa Raharja Tanjungpinang mengeluarkan dana santunan sebesar Rp2,194 miliar sepanjang 2018. f dok sindo batam

PINANG – Kantor Perwakilan Jasa Raharja Tanjungpinang mengeluarkan dana klaim (santunan) sebesar Rp2,194 miliar sepanjang 2018. Dana santunan ini dibayarkan kepada 157 korban kecelakaan lalu lintas di wilayah kerja Jasa Raharja Tanjungpinang.

Kepala Perwakilan Jasaharja Tanjungpinang Rudi Efis mengatakan, pihaknya memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas dengan kategori meninggal dunia, biaya perawatan luka-luka, penguburan, ambulans, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Terhitung dari Januari sampai 6 Agustus dana santunan 15 orang meninggal dunia sebesar Rp950 juta, perawatan luka-luka untuk 112 orang sebesar Rp1,187 miliar, cacat tetap sebesar Rp2,5 juta, P3K untuk 30 orang sebesar Rp54 juta.

“Total dana santunan yang dibayarkan sepanjang 2018 ini mencapai Rp2,194 miliar. Dana ini diberikan kepada ahli waris dan korban, serta pembayaran biaya di rumah sakit,” ujarnya di Kantor Kantor Perwakilan Jasa Raharja Tanjungpinang , Jalan Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Senin (6/8).

Rudi menjelaskan untuk besaran santunan yang diberikan berdasarkan UU Nomor 33/1964 dan UU No 34/1964 tehitung tanggal 1 Juni 2017 kategori meninggal dunia maksimal Rp50 juta, biaya perawatan maksimal Rp25 juta, cacat tetap masksimal Rp50 juta, biaya P3K maksimal Rp10 juta, biaya ambulans Rp5 juta, dan penguburan Rp4 juta. Jumlah dana masing-masing kategori berdasarkan peraturan Permenkeu Nomor 15 dan 16/PMK.10/2017 tanggal 13 Februari 2017.

“Kalau dulu kan maksimalnya untuk meninggal dunia hanya Rp25 juta. Jadi, aturan baru ini naik 100 persen untuk semua kategori,” katanya.

Korban kecelakaan lalu lalu lintas baik darat maupun laut yang bisa diproses berdasarkan adanya laporan polisi. Sementara untuk kecelakaan tunggal tidak bisa diproses. Dia menuturkan, wilayah kerja Perwakilan Jasa Raharja Tanjungpinang di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Anambas dan Natuna. Jasa Raharja telah bekerja sama dengan seluruh rumah sakit yang ada di daerah masing-masing.

“Kalau ada laporan polisi akan tindak lanjuti. Jasa Raharja tidak bisa bertindak apa bila tidak ada laporan polisi,” kata Rudi.

Sementara untuk tahun 2017, Jasa Raharja Tanjungpinang telah membayarkan santunan kepada korban kecelakaan sebesar Rp3,075 miliar. Terdiri dari meninggal dunia Rp 1,737 miliar sebanyak 37 orang, luka-luka sebesar Rp1,294 miliar untuk 37 orang, cacat tetap Rp18 juta untuk satu orang, penguburan Rp4 juta untuk satu orang, P3K Rp21 juta untuk dua orang dan ambulance Rp5 juta.

“Total korban 211 jiwa dengan dana santunan Rp3,075 miliar. Hanya saja sepanjang 2017 itu digabungkan antara aturan lama dan aturan baru,” ujarnya. muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com