SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jatim-Jateng Diterjang Banjir

  • Reporter:
  • Jumat, 23 Februari 2018 | 17:51
  • Dibaca : 273 kali
Jatim-Jateng Diterjang Banjir

JOMBANG – Sejumlah daerah di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah diterjang banjir, kemarin. Di Jombang, Jawa Timur, bencana banjir menerjang sembilan kecamatan.

Muntahan air dari Su ngai Gunting dan Konto itu sempat melum puhkan jalur nasional di Kecamatan Mojoagung. Tak hanya itu, banjir kali ini juga menghanyutkan satu anak yang hingga kemarin belum di – ketemukan. Sembilan kecama tan yang dilanda banjir di antara nya Ke – camatan Mojoagung, Bareng, Mo jowarno, Gudo, Su mobito, D iwek, Peterongan dan Ke cama t an Jombang Ko ta. Dari sembilan kecamatan ini, kon di si terparah terjadi di Keca mat an Mojoagung.

Tak ha nya me lumpuhkan jalur na sio nal, se jumlah gedung se ko lah dan fa silitas umum ter pak sa tak bisa digu nakan lantaran ketinggian air yang mencapai satu meter lebih. Di Desa Gambiran, Kecamat an Mojoagung, ratusan war ga terpaksa harus meng – ung si ke kantor balai desa se tempat sejak dini hari. Hingga sore, warga enggan pulang kerumah lantaran ketinggian air yang belum juga surut. Warga di sepanjang jalur nasional Jombang – Surabaya di Ke ca mat an Mojoagung juga ikut meng – ungsi di taman terbuka. War ga memilih untuk ber tahan di camp pengungsian lan tar an ta – kut jika banjir kembali datang.

Banjir parah di sejumlah desa di Kecamatan Mojoagung ini terjadi lantaran luapan su ngai Gunting dan Konto yang me – lintas di wilayah tersebut. Di Desa Kademangan dan Betek, ketinggian air di wilayah pe – mukiman warga mencapai ham – pir dua meter. Dua desa ini me – mang kerap menjadi lang ganan banjir setiap musim hu jan. Bah – kan, warga sudah ter biasa de – ngan bencana rutin tersebut. Tak hanya melumpuhkan jalur nasional, sejum lah jalur antar kecamatan juga terputus. Kantor Polsek Mojoagung dan sejumlah bangunan Se ko – lah Dasar Negeri (SDN) di K e – camatan Mojoagung ikut te – rendam sehingga aktivitas di sekolah dan kantor polisi ini lumpuh.

Banjir juga merendam se jumlah sekolah di Ke camatan Mojowarno. ”Kami masih belum bisa menghitung jumlah rumah yang terencam. Ini masih kita data. Yang jelas, secara ber sa – ma an ada sembilan kecamatan yang diterjang banjir,” terang Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Ben ca – na Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Gunadi. Dikatakan, pihaknya telah mengurus para korban banjir yang terpaksa dievakuasi ke sejumlah tempat. Selain mem – berikan bantuan makanan, s e – jak dini hari pihaknya juga ikut mengevakuasi warga yang ber – ada di tengah-tengah genang – an air.

”Sampai pagi kita masih melakukan evakuasi. Terpen – ting warga kita amankan dan kita tampung,” tukasnya. Ditegaskan, pihaknya juga tengah melakukan upaya pe ncarian terhadap seorang bocah yang hanyut terbawa arus sungai di Desa Janti, Kecamatan Mojoagung. Informasi yang didapat, bocah yang hanyut ter sebut diketahui sedang man di bersama lima bocah lainnya. Tiba-tiba, dua bocah terseret derasnya arus sungai. ”Satunya bisa dise la matkan. Sementara satu bocah lagi hanyut. Kita terus melakukan upaya penyisiran,” tandasnya. Handoko, salah satu warga mengungkapkan, air mulai meng genangi kampungya se – jak pukul 23.30 WIB.

Air terus meninggi hingga dini hari. Banyak warga yang kaget lantaran ketinggian air yang dengan cepat bertambah. ”Sampai pagi semakin tinggi. Sejak dini hari sudah banyak warga yang mengungsi karena takut air yang terus meninggi,” ujar Handoko. Warga Kademangan ini menuturkan, setiap musim hujan, warga selalu dihantui dengan ben cana banjir. Dan menu rut – nya, setiap banjir selalu mem bawa korban setiap tahunnya. Baik itu korban jiwa maupun korban harta benda. ”Dan da lam semusim, banjir selalu da tang ber – kali-kali. Capek de ngan kondisi seperti ini. Ha rus nya ada antisi – pasi dari pe me rintah agar ben – cana ini tak selalu datang rutin setiap ta hun,” tukasnya.

Jembatan Sapen Ambrol, Dua Dusun Terisolasi

Di wilayah Jateng, banjir menerjang sebagian wilayah Kabupaten Demak dan Kabu – paten Semarang. Bahkan, Jembatan Sapen di Desa Can direjo, Kecamatan Pring apus, Kabupaten Semarang, Ja wa Tengah, ambrol kemarin di ni hari. Dampaknya, dua du sun di Desa Candirejo, yakni Ke dung Glatik dan Sapen, terisolasi. Roda perekonomian dan akti vitas ratusan jiwa warga di dua du s un tersebut terganggu. Bahkan untuk pergitempat kerja, sawah, dan sekolah warga harus me nyeberang sungai yang arus – nya cukup deras karena akses jalan menuju daerah lain terp ut us. Informasi yang dihimpun war tawan menyebutkan, jembat an tersebut ambrol lantaran diterjang banjir bandang yang terjadi kemarin dini hari.

Di duga jembatan tersebut ambrol karena fondasi penyangga jem – batan tidak kuat menahan deras nya arus banjir. Kepala Badan Penang gu langan Bencana Daerah (BPBD) Ka – bupaten Semarang Heru Subroto menyatakan, pihaknya te lah melakukan penanganan dam – pak yang ditimbulkan dari ambrolnya Jembatan Sapen. BPBD jugatelahmengirimkanbantuan logistik kepada warga te rdampak. “Bantuan logistik su dah kami kirim ke Dusun Sa pen dan Kedung Glatik. Kami ju ga melakukan pengamanan jem bat an gu na mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata nya. Menurut dia, sejauh ini Pem kab Semarang belum bisa melakukan perbaikan jembatan ka re na masih dalam masa peme li ha raan rekanan pelak – sana pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan masih dalam masa pemeliharaan sehingga kami belum bisa me lakukan penanganan,” ujarnya. Jembatan Sapen dibangun pada tahun anggaran 2017 dan baru diresmikan Desember 2017 lalu. Pembangunan jem – bat an tersebut menelan ang garan APBD Pemkab Semarang 2017 sebesar Rp600 juta. Sementara itu hujan deras yang melanda wilayah Kabu pa – ten Semarang pada Rabu (21/2) malam juga meng akibat kan tebing di jalan raya Bandungan-Semarang, tepatnya di daerah Dusun Ngaglik, Desa Pakopen, Bandungan, long sor. Material tanah dan batu talud yang long sor me nu – tup sebagian medan jalan. Akibatnya arus lalu lintas sempat tersendat dalam be be rapa jam. “Tebing longsor karena terge rus arus air hujan,” sebut Kapolsek Ban dungan Iptu M Budiyanto.

Tritus julan/ angga rosa

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com