SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jauh dari Pemukiman, Penimbunan Jalan di Meral Mubazir

  • Reporter:
  • Selasa, 4 April 2017 | 09:39
  • Dibaca : 605 kali
Jauh dari Pemukiman, Penimbunan Jalan di Meral Mubazir
Inilah jalan timbunan yang merupakan akses menuju hamparan tanah kosong tak berpenghuni yang dikerjakan menggunakan dana aspirasi dari anggota DPRD Karimun dari dapil Meral, Meral Barat dan Tebing.

MERAL – Proyek penimbunan jalan di wilayah Kecamatan Meral dinilai mubazir. Pasalnya, proyek menggunakan dana aspirasi DPRD Karimun 2016 sebesar Rp100 juta itu lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. Penimbunan diduga untuk memudahkan pemasaran lahan kosong di kawasan tersebut.

Pantauan di lapangan, jalan ditimbun berada di samping sekolah Methodis Kecamatan Meral. Sedangkan jalan tersebut menuju hamparan tanah kosong yang luasnya mencapai puluhan hektare.

Informasi dihimpun, Sappe Sinaga selaku pengguna dana aspirasi untuk penimbunan disinyalir memiliki lahan sekitar dua hektare. Proyek dilaksanakan pada Februari 2017 lalu itu guna membuka akses ke lahan yang kini sudah di kapling-kapling dan diperjualbelikan.

“Ada tanahnya (Sappe) di sini. Dulu sebelum ada akses tanahnya tidak laku. Namun sejak jalan ditimbun, tanah tersebut sudah ada yang laku,” ujar salah seorang warga yang enggan namanya disebutkan, Senin (3/4).

Menurut dia, tanah kosong itu memang tidak pernah dihuni masyarakat dengan alasan merupakan daerah rendah atau rawa-rawa serta perkebunan karet. Namun, kata dia, sejak adanya akses jalan, beberapa warga mulai berencana untuk membangun tapi hingga kini belum ada satupun penghuni.

“Pembuatan jalan itu menurut saya belum prioritas dan hanya menguntungkan pribadi buat oknum dewan. Karena yang ditimbun itu semua merupakan batas sempadan tanah dia saja,” ungkapnya.

Oknum dari Partai Nasdem itu sebelumnya mencoba untuk menawarkan tanahnya. Namun karena tak ada akses jalan menuju lokasi membuat konsumen enggan membeli. Setelah akses di buka menggunakan anggaran dana aspirasi, beberapa kapling tanah laku terjual.

Sementara, Sappe Sinaga membenarkan, penimbunan jalan di Kecamatan Meral menggunakan dana aspirasi tahun anggaran 2016 senilai Rp100 juta. Fungsinya untuk membuka akses ke perkebunan masyarakat di kawasan tersebut. Menurut dia, di daerah itu ada beberapa rumah dan sebagian besar adalah perkebunan. Sementara, warga mau ke kebun tidak punya akses jalan dan harus memutar cukup jauh.

“Jalan yang ditimbun itu rencananya akan saya tembuskan hingga ke Kelurahan Sungai Pasir. Dengan melintasi perkebunan karet dan lainnya, termasuk kolam ikan,” ujar Sappe.

Sedangkan rencana untuk melanjutkan jalan tersebut agar dapat tembus, dia belum dapat memastikan. Alasannya, menanti kesediaan warga menghibahkan lahannya untuk dijadikan jalan. Karena dalam proyek itu tidak terdapat anggaran pembebasan lahan.

“Tak adalah satu kilometer, hanya sekitar 100 meter saja,” kata politisi dari Dapil Meral, Meral Barat dan Tebing ini.

Sappe juga mengakui memiliki lahan di kawasan tersebut. Namun, kata dia, luas lahan tidak sampai dua hektare. “Kebetulan saja ada tanah saya di situ dan itu pun sedikit. Bukan untuk kepentingan pribadi, jangan seperti itu lah,” katanya.

Disinggung lokasi lain yang lebih pioritas dan membutuhkan akses jalan, Sappe justru balik bertanya di mana lokasi yang dinilai membutuhkan, akan dipertimbangkan untuk dibantu dan akan ditimbun. Penimbunan yang ia lakukan menggunakan anggaran dari dana aspirasi itu menurutnya juga berdasarkan hasil reses.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com