SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jelang Sidang, Bos First Travel Ingin Damai

  • Reporter:
  • Jumat, 8 Desember 2017 | 18:45
  • Dibaca : 81 kali
Jelang Sidang, Bos First Travel Ingin Damai
Foto KORAN SINDO

DEPOK –Direktur Utama First Travel Andika Surachman terus berharap kasus dugaan penipuan umrah yang mengakibatkan 50.000 calon jamaah telantar tidak sampai masuk persidangan.

Andika yang telah ditetapkan menjadi tersangka utama dalam kasus ini bersama istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan dan adik iparnya, Siti Nuraidah Hasibuan ingin sekali kasus ini bisa diselesaikan dengan cara damai. Untuk mewujudkan tekadnya itu, Andika kini tengah berjuang di jalur perdamaian di pengadilan niaga.

Proposal perdamaian yang sudah dibuat dengan beragam skema pemberang katan jamaah, namun belum mendapat kata sepakat dari para korban. Polisi pun tidak mau terpengaruh dengan upaya Andika mem bujuk ribuan korbannya melalui jalur peradilan niaga.

Kemarin penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Mabes Polri melim pahkan tersangka dan barang bukti kasus ini ke Kejaksaan Negeri Depok. Dengan pelim pah an ini maka tidak lama lagi kasus ini akan segera disidangkan.

Andika, Anniesa, dan Siti Nuraidah kemarin tiba di Kejak saan Negeri Depok sekitar pukul 11.10 WIB dengan dikawal ketat petugas. Dengan berpakaian rompi tahanan, ketiganya di angkut mobil yang sama, Toyota Innova hitam bernopol B 910 JAY.

Barang bukti juga tampak diangkut dalam tiga mobil boks. Barang bukti tersebut diantaranya puluhan tas koper, senjata airsoftgun laraspanjang, pedang, beberapa tas bermerek. Selain itu, turut dibawa VW Caravele F 805 FT putih. Begitu turun dari mobil, Anniesa yang mengenakan penutup kepala merah jambu hanya diam saat ditanya wartawan.

Wanita yang sempat dinobatkan sebagai wanita inspiratif oleh sebuah majalah terbitan nasional ini hanya tersenyum ketika ditanya kabar dan kondisinya. Anniesa langsung masuk ruang penyidik di Kejaksaan Negeri Depok. Demikian juga Siti yang masuk ke ruangan tanpa berkata sedikit pun.

Ini berbeda dengan Andika yang sempat menjawab pertanyaan wartawan. Dia masih mau menjawab walaupun hanya sedikit. Andika yakin kasus yang menimpanya ini akan bisa diselesaikan. Pihaknya mengaku sangat ingin berdamai atas kasus ini. “Ya, kita inginnya damai,” katanya.

Dirinya bahkan berencana memberangkatkan 50.000 jamaah yang kini telah telantar. “Kalau soal tanggung jawab, saya siap dan pasti tanggung jawab. Saya siap memberang kat kan 50.000 jamaah. Kita ikuti saja prosesnya bagai mana,“ ucapnya sembari masuk ruangan.

Rusdianto Matulatua, kuasa hukum para tersangka, mengatakan proses pelimpahan berkas dan tersangka ini dilakukan lantaran proses penyidikan dan penyelidikan oleh pihak kepolisian dianggap sudah selesai sehingga berkas dinyatakan sudah lengkap (P-21).

“Pihak ke jaksaan tentunya berkepentingan untuk menghadirkan tersangka di kejaksaan untuk dilakukan tahap 2,” katanya. Selain pelimpahan tersangka, Bareskrim juga melimpahkan beberapa barang bukti kasus tersebut seperti mobil ter sangka First Travel dan surat-surat berharga lainnya.

Pihaknya sangat berharap First Travel tidak sampai dinyatakan pailit di pengadilan niaga. Dia berdalih jika sampai pailit maka First Travel dinyatakan sulit mem berikan kompensasi terhadap 50.000 jamaah yang menjadi korban. “Kami membutuhkan dana untuk kami me res trukturilisasi kembali perusahaan First Travel.

Dari sisi ini sudah banyak investor, namun tidak dapat disebutkan siapa saja investornya,” katanya. Dirinya berharap pihak kepolisian dapat memberikan keputusan yang mampu dirasa kan manfaatnya bagi seluruh kor ban. “Jika pihak kepolisian hanya ingin melihat ini dari sisi kacamata kuda hanya pada proses pemidanaannya maka uang Rp40 miliar akan tertahan,” ujarnya.

Terkait pelimpahan, Kejaksaan Negeri Depok mengaku masih akan melakukan pemerik saan berkas yang telah di nyata kan lengkap atau P-21 oleh penyidik. “Nanti kalau sudah (lengkap), baru saya beri statement,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sufari.  (r ratna purnama/ m yamin) 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com