SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jembatan Barelang Akan Dipasang Rambu Peringatan

  • Reporter:
  • Senin, 3 Juni 2019 | 15:21
  • Dibaca : 284 kali
Jembatan Barelang Akan Dipasang Rambu Peringatan
Jembatan Barelang. /SINDO BATAM/AGUNG DEDI LAZUARDI

SAGULUNG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memasang rambu-rambu peringatan di sekitar Jembatan I sampai Jembatan VI Barelang. Hal ini dilakukan sebagai salah satu antisipasi untuk menghindari penabrakan jembatan oleh kapal-kapal yang bersandar di sekitar jembatan.

Kasatker PJN Wilayah I Kepri Kementerian PUPR, Hendry Z Djamal mengatakan, enam jembatan di Barelang sebenarnya tidak masuk sebagai jembatan yang di bawahnya dilintasi kapal-kapal besar. Penabrakan kapal yang beberapa kali terjadi disebabkan karena kapal-kapal yang bersandar di sekitar jembatan.

“Seperti Jembatan II ditabrak karena jangkarnya lepas, sehingga hanyut sampai menabrak jembatan,” ujarnya, Minggu (2/6).

Sampai saat ini, sambungnya, memang belum ada rambu-rambu peringatan di sekitar jembatan, karena itu ke depan pihaknya bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Kemenhub akan membuat rambu-rambu peringatan. Sehingga ada batas aman di mana kapal-kapal tanker atau kapal besar boleh bersandar.

Ia berharap setelah ada rambu-rambu tersebut tidak terjadi lagi penabrakan kapal sebagaimana yang sudah terjadi selama ini. Menurut Hendry, biaya perbaikan jembatan pasca ditabrak membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, itu sebabnya selain mencegah kerusakan tentunya juga untuk menjaga ketahanan jembatan.

“Perbaikan jembatan itu membutuhkan anggaran yang besar. Risikonya tentu sangat merugikan kita semua,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pemilik kapal tanker MT Eastern Glory diwajibkan membayar biaya perbaikan dan investigasi Jembatan II Barelang senilai SGD900 ribu atau Rp9,3 miliar kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Ganti rugi ini diminta BP Batam pasca insiden tabrakan jembatan oleh kapal tanker Eastern Glory pada Januari lalu.

Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana BP Batam, Herawan mengatakan, perbaikan Jembatan Nara Singa II akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Pemilik kapal tanker Eastern Glory sudah sepakat membayar sesuai dengan yang diminta BP Batam. Penghitungan ganti rugi berdasarkan kajian BP Batam bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pemilik kapal sudah sanggup dan bersedia untuk membayar perbaikan jembatan. Pelaksanaanya akan segera dilaksanakan,” ujarnya, Senin (20/5).

Pelaksana perbaikan Jembatan II Barelang akan dilakukan PT PSL. Menurut dia, perusahaan ini sebelumnya juga terlibat pembangunan beberapa jembatan di Barelang. Beberapa hari lalu, antara pemilik kapal dan PT PSL sudah melakukan penandatangan kontrak untuk perbaikan Jembatan II Barelang.

“Kami akan segera rapat bersama. Terkait teknis pelaksanaanya nanti,” ujarnya.

Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massa BP Batam, Boy Zasmita mengatakan, perbaikan Jembatan II Barelang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 4 bulan. Kerusakan terparah pada sisi kanan jembatan jika dari arah Jembatan I menuju Galang. Sehingga kemungkinan akan hanya penutupan jalur sisi kanan jembatan.

Boy mengatakan, selama pekerjaan masyarakat masih tetap bisa menggunakan jembatan tersebut, karena memang tidak akan ada penutupan jembatan secara total. Perbaikan kerusakan jembatan juga baru bisa dilakukan saat ini. Lantaran ada beberapa proses yang harus dilakukan terlebih dahulu. Mulai dari investigasi segala kerusakan yang timbul di Jembatan II Barelang oleh tim ahli.

“Investigasi melibatkan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR. Dari hasil investigasi, ada kerusakan di pondasi, box girder badan jembatan,” ujarnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com