SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jimmy Choo, Pembuat Sepatu Kelas Dunia

Jimmy Choo, Pembuat Sepatu Kelas Dunia
Jimmy Choo

Sejumlah pesohor dunia terutama kalangan selebriti sangat menggemari sepatu branded Jimmy Choo. Mereka antara lain Kate Middleton, Michelle Obama, Nicole Kidman, Victoria Beckham, Lady Gaga hingga mendiang Putri Diana. Hingga kini, Jimmy Choo menjadi salah satu bisnis terbaik di antara banyak segmen pasar barang mewah.

Serupa dengan nama produknya, Jimmy Choo adalah nama pendiri label sepatu bermutu tinggi Jimmy Choo. Brand tersebut berkembang menjadi merek mewah teratas dengan 120 gerai di seluruh dunia. Penjualan tahunannya mencapai 282 miliar poundsterling. “Siapa saja bisa membuat sketsa sepatu. Tapi memahami cara membuat nyaman, pas di kaki dan seimbang, itu yang penting,” kata Jimmy Choo soal sepatu buatannya.

Jimmy Choo adalah keturunan China Malaysia, yang aslinya bernama Jimmy Chow Yeang Kiat. Namun, karena ada kesalahan nama pada pencatatan akta lahirnya, sehingga namanya menjadi Jimmy Choo. Ia lahir di Penang, pada 1961, dan bersekolah di Shih Chung Primary School. Jimmy sendiri lahir dan tumbuh di tengah keluarga pembuat sepatu. Ayahnya, Chow Kee Yin memproduksi sepatu di loteng rumah mereka. Begitu pun ibunya, terampil membuat sepatu.

Jimmy sejak kecil sudah memerhatikan ayah dan ibunya membuat sepatu. Tak heran, jika ia sudah bisa membuat sepatu pertamanya di usia 11 tahun. Pada 1980-an, Jimmy pergi ke London untuk berjumpa dengan keluarganya, dan di sana ia menemukan sebuah sekolah yang mengajarkan cara membuat sepatu, yaitu Cordwainer’s Technical Collage.

Darah pembuat sepatu yang mengalir begitu kental dalam dirinya, membuat Jimmy memutuskan untuk tetap tinggal di London. Ia tak mau pulang ke kampung halaman sebelum berhasil menyelesaikan studinya.

Sembari kuliah, Jimmy menjalani beberapa pekerjaan paruh waktu. Ia sempat menjadi pelayan di beberapa restoran, ataupun tenaga pembersih di pabrik sepatu. Perjuangan yang ia lakukan tidaklah sia-sia, dan ia berhasil lulus pada 1983 dengan nilai baik dan mendapat penghargaan. Selesai kuliah Jimmy sempat bekerja di pabrik sepatu milik orang lain, sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka usaha sendiri di Hacknet, London Timur.

Pada 1986, Jimmy Choo memulai karirnya sebagai pengrajin sepatu dengan menyewa sebuah rumah sakit tua yang sudah tidak terpakai. Label pertamanya adalah Lucky Shoes. Setelah beberapa tahun, Jimmy akhirnya mendirikan perusahaan sepatu dengan namanya sendiri Jimmy Choo. Jimmy membuat sepatunya secara handmade menggunakan bahan kulit yang dapat menyerap warna dengan baik.

Dalam hal pemilihan warna, Jimmy agak selektif. Ia menyukai warna-warna kristal, aqua, fushcia dan oranye. Tentu saja, ia juga menggunakan bahan selain kulit dalam membuat dan menghias sepatunya, seperti sutra, shantung dan beragam batu berharga. Karena keunikan desain dan kenyamanannya, tidak butuh waktu lama bagi dunia untuk mengenal Jimmy Choo. Pada 1988, Jimmy Choo diliput oleh majalah fashion Vogue.

Keistimewaan rancangan sepatu Jimmy Choo mulai mendunia ketika koleksi sepatunya dimuat sebanyak delapan halaman di majalah Vouge Inggris, pada 1988. Sepatu-sepatunya yang dipamerkan di majalah tersebut menggunakan berlian 30 karat dan bernilai sekitar satu juta dolar.

Sejak itu kliennya pun bertambah banyak, merambah ke nama-nama tenar, salah satunya mendiang Putri Diana. Setelah sang putri memakai sepatunya, semakin populerlah citra Jimmy Choo sebagai perancang sepatu berkelas.

Pelanggannya Jimmy Choo wanita-wanita fashionista yang super chic dan perfeksionis serta sanggup membayar mahal. Dainty and Deadly, alias memiliki ‘Kecantikan Maut’, begitu orang menjuluki sepasang sepatu stiletto, salah satu karya desainer ini. Pada 1996, Jimmy Choo memutuskan untuk membangun perusahaan bersama Tamara Mellon, mantan editor aksesoris Vogue Inggris dengan nama Jimmy Choo Ltd. Perusahaan ini berlokasi di Oxford Street, yang notabene menjual sepatu-sepatu bermutu tinggi.

Jimmy sendiri memberikan namanya sedang Tamara yang menjabat sebagai direktur pelaksana. Selain Tamara, Sandra Choi, keponakan Jimmy Choo, juga ditempatkan sebagai direktur artistik, sehingga koleksi sepatunya lebih banyak menampilkan gaya dengan sentuhan perempuan. Alhasil, sepatu yang dihasilkan pun menjadi sangat cantik membungkus kaki. Sepatu-sepatu siap pakai ini dibuat di Italia.

Pada 2001, perusahaan ini kembali melakukan langkah besar, yaitu bermitra dengan Equinox Luxury Holding Ltd. Seluruh sisa saham Jimmy dibeli Equinox dan Robert Bensoussan menjadi CEO-nya. Jimmy sendiri sama sekali tidak terlibat lagi dangen merek yang memakai namanya tersebut. Tapi, bukan berarti Jimmy berhenti berkarya. Ia memfokuskan dirinya pada label London Jimmy Choo Coutoure esklusif, yang masih diproduksi di bawah lisensi Jimmy Choo Ltd.

Sekarang, sepatu-sepatu Jimmy Choo terbagi dua, yakni sepatu Jimmy Choo Ready To Wear, yang langsung ditangani sendiri Jimmy Choo; dan Jimmy Choo saja di bawah pimpinan Tamara Melon dan hanya bisa didapatkan secara ekslusif. Harga sepasang sepatu dari brand Jimmy Choo sekitar USD1.100-12.725, sedangkan Jimmy Choo Ready To Wear berkisar USD400-1.200.

Luncurkan Parfum
Tak hanya berkutat di sepatu, Jimmy Choo mulai meluaskan ruang lingkup bisnisnya. Pada Februari 2011, Jimmy Choo meluncurkan produk parfum pertamanya. Parfum original pertamanya adalah Jimmy Choo Eau de Parfum. Melihat keberhasilan dalam grafis jual parfum, Jimmy Choo lalu menjual parfum versi Jimmy Choo Eau de Toilette. Parfum terbaru dengan wangi yang sama dengan parfum originalnya ini, diluncurkan pada Januari 2012.

Parfum original ini dibuat dari percampuran bunga dan buah. Aroma pertama yang akan tercium adalah aroma jahe dan pir hijau nan segar. Lambat namun pasti, aroma jahe dan pir hijau akan digantikan oleh aroma anggrek harimau yang dicampur dengan tea rose untuk menciptakan aura menggoda. Ketika semua aroma itu pergi, aroma yang tertinggal adalah aroma kayu cendana dan woods.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com