SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jokowi-Amin Dominasi Perolehan Suara di Kepri

  • Reporter:
  • Jumat, 10 Mei 2019 | 13:46
  • Dibaca : 141 kali
Jokowi-Amin Dominasi Perolehan Suara di Kepri
Presiden Jokowi bersama Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto Agung Dedi Lazuardi.

PINANG – Pasangan Capres dan Cawapres Nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendominasi perolehan suara di Provinsi Kepri.

Hal itu sesuai dari hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat Provinsi Kepri yang digelar di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (9/5). Dari hitungan sementara rapat pleno menunjukkan pasangan no urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul sementara dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang sudah masuk di lima Kabupaten/Kota dari tujuh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepri.

Perolehan suara untuk di Kota Tanjungpinang pasangan nomor urut 01 memperoleh 63.099 suara, dan pasangan 02 dengan 53.437 suara.

Kemudian di Kabupaten Bintan pasangan no urut 01 unggul 13.862 suara dari pasangan no urut 02. Dengan perolehan suara no urut 01 50.949 suara dan no urut 02 sebanyak 37.087 suara.

Untuk di Kabupaten Karimun pasangan no urut 01 memperoleh 70.783 suara dan pasangan no urut 02 memperoleh 59.884 suara. Di Kabupaten Lingga pasangan no urut 01 memperoleh 34.319 suara dan no urut 02 mendapatkan 20.811 suara.

Di Kabupaten Anambas pasangan nomor urut 01 berhasil unggul 8.737 suara dibanding pasangan no urut 02. Perolehan suara kedua pasang calon tersebut yakni untuk paslon 01 memperoleh 17.240 suara dan calon 02 memperoleh 8.867 suara.

Sedangkan dua Kabupaten/Kota lainnya yakni Kota Batam dan Kabupaten Natuna belum diplenokan.

Komisioner KPU Provinsi Kepri Arison dalam membacakan hasil pleno menyampaikan, bahwa untuk Kota Batam saat ini masih dalam proses perhitungan di tingkat kecamatan dan bila tidak ada halangan hari ini (Jumat) sudah selsai.

“Untuk yang dari Batam bila batas waktu rekapitulasinya tidak selesai juga, maka akan diambil alih KPU Provinsi dan itu sesuai aturan dan perundang-undnagan,” katanya.

Sementara untuk dari Kabupaten Natuna hingga siang ini Ketua KPU dan rombongan masih dalam perjalanan menuju ke Tanjungpinang. “Mudah-mudahan sore nanti rombongan KPU Natuna dan semua berkas akan tiba dengan selamat dan bila masih terkejad akan dilakukan penghitungan langsung. Namun bila datangnya susah larutbakan dilakukan besok (Jumat),”ujarnya.

Dalam pleno tersebut sempat ada interupsi dari saksi PDIP Asep Nana yang menyampaikan surat agar pleno ini ditunda hingga semua berkas dari seluruh KPU Kabuoaten/Kota sudah selsai termasuk dari Batam dan Natuna. “Saya saksi dari PDIP mau menyampaikan surat dari DPD PDIP ke KPU Provinsi Kepri perihal pleno yang dilakukan saat ini. Dimana mengusulan agar pleno ini ditunda hingga semua KPU siap,” katanya.

Namun pimpinan pleno KPU Kepri Arison memberikan penjelasan, bahwa pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat Provinsi Kepri akan tetap dilakukan. Sampai berita ini ditulis, rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat Provinsi Kepri Pemilu Serentak Tahun 2019, sedang berlangsung proses perhitungan suara untuk DPD di Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri.

PKS Protes

Sementara itu, Saksi dari Partai Keadilan Sejahtera melakukan protes terhadap teknis pembacaan rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 yang diselenggarakan KPU Provinsi Kepulauan Riau.

Saksi dari PKS Rianto, dalam rapat pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan bahwa teknis rekapitulasi suara yang dilakukan sulit diikuti karena tidak berdasarkan daerah, tetapi dimulai dari suara yang diperoleh pasangan calon presiden dan wakil presiden pada masing-masing daerah.

Rianto menginginkan agar perolehan suara pasangan calon presiden/wakil presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi Kepri, dan calon anggota DPRD kabupaten/kota disampaikan secara sekaligus untuk masing-masing daerah.

Sebagai contoh, perolehan suara pasangan calon, DPR, DPD, calon anggota DPRD Provinsi Kepri dan calon anggota DPRD kabupaten/kota berdasarkan hasil pemungutan suara di Kota Tanjungpinang disampaikan secara menyeluruh sehingga jelas dan dapat diikuti oleh para saksi peserta pemilu.

Sementara itu, yang dibacakan oleh anggota KPU Provinsi Kepri Arison dimulai dari perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden dari tujuh kabupaten/kota, kemudian perolehan suara calon anggota DPR RI dari masing-masing kabupaten/kota.

“Kami tidak dapat menelusuri satu per satu apa yang disampaikan KPU Provinsi Kepri. Sementara itu, dalam perjalanan rekapitulasi ini, ada sejumlah kekeliruan yang dilakukan KPU kabupaten/kota, terutama menghitung jumlah pemilih. Kenapa berbeda? Ini ‘kan masalah, yang harus ditelusuri lebih mendalam, sebagaimana yang disampaikan Bawaslu Provinsi Kepri,” tegasnya.

Terhadap protes yang disampaikan saksi PKS itu, Arison meminta pendapat kepada Bawaslu Provinsi Kepri yang diwakili Indrawan. Anggota Bawaslu itu seirama dengan pendapat saksi PKS.

Pembacaan perolehan suara akhirnya disampaikan sesuai dengan keinginan saksi PKS yang disetujui saksi peserta pemilu lainnya. sutana/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com