SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jual Narkoba karena Desakan Ekonomi

  • Reporter:
  • Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:42
  • Dibaca : 95 kali
Jual Narkoba karena Desakan Ekonomi
Tim Buser Satnarkoba menggiring tersangka saat ekspose kasus narkoba, beberapa waktu lalu. Dalam dua bulan terakhir, tersangka narkoba didominasi pengangguran. F arrazy aditya
  • Dua Bulan, Satnarkoba Ungkap 18 Kasus

BATAM KOTA – Tingginya angka penggangguran dan desakan ekonomi menjadi salah satu meningkatnya jumlah kasus narkoba di Batam. Dari pengungkapan kasus narkoba di Satnarkoba Polresta Barelang dua bulan terakhir, pelakunya mayoritas merupakan pengangguran.

“Dua bulan terakhir ini kami mengungkap 18 kasus narkoba. Mayoritas pelakunya merupakan pengangguran. Mereka terpaksa jualan narkoba karena desakan ekonomi, sebab tak punya pekerjaan,” kata Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdul Rahman, Selasa (16/10).

Ia menjelaskan, selama periode Agustus-September Satreskrim Polresta Barelang mengungkap 18 kasus narkoba. Periode Agustus ada delapan kasus dengan 10 tersangka. Barang bukti yang diamankan berupa 4.220,95 gram sabu dan 62,56 gram ganja.

Sedangkan September, pihaknya mengungkap 10 kasus narkotika dan menangkap 14 pelaku dengan barang bukti 788,61 gram sabu. “Di bulan Agustus, enam pelaku merupakan pengangguran. Sedangkan September ada lima pengangguran yang terpaksa jualan sabu,” ujarnya.

Abdul menambahkan, dari keseluruhan penangkapan tersebut rata-rata pelaku berpendidikan SD dan SMP, berusia kisaran 20-30 tahun. “Hal itu dikarenakan kebutuhan ekonomi yang mendesak, makanya mereka melakukan pekerjaan haram ini,” katanya.

Selain pengangguran, pengedar narkoba juga menyasar pegawai swasta dan pasangan suami istri. Menurut dia, kurir ini tidak memandang profesi. Namun yang tertangkap ini cenderung pengangguran, karena pengangguran membutuhkan uang.

“Mereka butuh hidup, apalagi banyak perusahaan yang tutup membuat segelintir orang kehilangan akal untuk menghidupi kebutuhannya dan keluarga,” kata Abdul.

Disinggung pintu masuk narkoba ke Batam, ia mengatakan, semua wilayah Batam rawan peredaran narkoba karena banyak pintu masuk, mulai dari laut maupun udara.

“Apalagi Batam banyak pintu masuk, baik yang resmi maupun ilegal,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com