SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Juara di Bawah Rata-Rata

  • Reporter:
  • Rabu, 16 Mei 2018 | 14:27
  • Dibaca : 95 kali
Juara di Bawah Rata-Rata

ROMA–Selamat buat Juventus dan pendukungnya. Tim berjuluk La Vecchia Signoratersebut akhirnya mengunci gelar Seri A ketujuh kali secara beruntun dan 34 scudetto sepanjang sejarah.

Hasil imbang 0-0 me – lawan AS Roma di Stadion Olimpico sudah cukup buat pasukan Massimiliano Allegri mengunci gelar, meski masih menyisakan satu laga melawan Verona, Minggu (20/5). “Kami bekerja keras. Ini saat yang tepat untuk merayakan empat tahun yang luar biasa. Trofi ini untuk semua orang yang bekerja bersama kami di tempat latihan, buat penggemar, tapi pemain adalah pro ta – gonis yang sesungguhnya,” kata Allegri, dikutip football-italia.net. Banyak yang heran kenapa Juve terlalu perkasa dalam tujuh tahun terakhir. Setelah mereka terdegradasi karena kasus calciopoli pada 2006, mereka seperti tak pernah kehilangan energi.

Mereka hanya butuh satu musim untuk kembali ke Seri A pada musim 2007/2008. Sejak itu, Juve seperti me – nyimpan dendam dengan tak menyisakan gelar untuk para pesaingnya. Terhitung sejak come back ke Seri A, 14 gelar ber – hasil mereka kumpulkan atau lebih dari satu gelar da lam setiap musim. Selain tu juh gelar Seri A, Juve me – mi liki empat Coppa Italia dan tiga Super Coppa Italia. Sisa nya dibagi antara AC Milan dan Inter Milan yang ma sing-masing mendapatkan satu dan tiga gelar Seri A. Di Coppa Italia, gelar dibagi antara Inter serta Roma dengan dua gelar, sedangkan Lazio dan Napoli kebagian satu trofi. Sementara di ajang Super Coppa, dua gelar menjadi milik Inter, Milan, serta Lazio.

Satu trofi lagi dikantongi Roma dan Napoli. Masalahnya, Juve bisa dikatakan juara dengan statistik di bawah rata-rata. Di Seri A, produktivitas, penguasaan bola, jumlah tembakan, dan akurasi passing Juve masih kalah dari rivalnya. Belum lagi jika dibandingkan dengan juara dari empat kompetisi elite lainnya, yakni Liga Primer, Primera Liga, Ligue 1, dan Bundesliga. Juve berada di bawah rata-rata penilaian standar sebuah kualitas dari sisi statistik. Jumlah gol, poin, penguasaan bola, tem bakan ke gawang, dan akurasi passing hampir semuanya kalah dibandingkan Manchester City, juara Liga Primer, Paris Saint-Germain (Ligue 1), Bayern Muenchen (Bundesliga), dan Barcelona (Primera Liga).

Poin Juve hanya lebih tinggi dibandingkan Muenchen, hanya itu. Sementara pro duk tivitas tetap unggul atas tim asuhan Jupp Heynckes. “Motivasi selalu ada di Ju ventus. Kekuatan terbesar kami adalah tetap tenang dalam semua situasi. Anda mencapai tujuan akhir dengan satu langkah kecil dalam satu waktu. Jika kalah karena antusiasme, Anda akan runtuh tiga hari kemudian,” ucap Allegri.

Pernyataan Allegri ini menyindir Napoli yang sudah melakukan selebrasi sesaat setelah menga lahkan Juve. Padahal, ke menang an itu hanya me mangkas jarak, bukan penentu gelar. “Jika memiliki terlalu banyak euforia dan gampang berubah suasana hati, Anda tidak akan me – nang. Ke seim bang – an itu penting,” tandasnya.

Ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com