SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jumlah Kapal Tak Mampu Layani Pemudik

  • Reporter:
  • Senin, 11 Juni 2018 | 10:32
  • Dibaca : 208 kali
Jumlah Kapal Tak Mampu Layani Pemudik
Petugas saat mengecek tiket penumpang yang akan naik kapal di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, minggu (10/6/2018). /SUTANA

PINANG – Pemudik rute Tanjungpinang-Dumai melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang sempat ricuh, minggu (10/6/2018). Pasalnya puluhan pemudik kecewa karena tak kebagian tiket.

Bukan itu saja, kekecewaan sangat dirasakan oleh sebagian calon penumpang yang berasal dari luar Kota Tanjungpinang, seperti yang bekerja di disekitar Pulau Bintan, mereka terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam, karena harus mencari penginapan untuk berangkat esok harinya.

Pantauan SINDO BATAM kondisi tersebut sempat memanas, karena petugas gabungan yang berjaga di pelabuhan menekankan aturan yang ketat, setiap calon penumpang yang akan masuk ke kapal harus memegang tiket. Apabila tidak memegang tiket, maka orang tersebut tidak diperbolehkan naik ke ponton dan kapal.

“Saya ini orang perhubungan juga, kenapa kalian ini susah sekalai memberi laluan anak aku dan aku naik kapal,” kata salah seorang calon penupang yang mengaku sebagai pegawai di Dishub Kabupaten Bintan yang tidak kebagian tiket dan memaksa akan naik kapal.

Bahkan ada calon penumpang perempuan yang membentak petugas jaga. Namun petugas mudik lebaran di pelabuhan SBP tidak memberikan kelonggaran kepada penumpang yang tidak memiliki tiket.

“Kalian ini tak menghargai orang yang sudah susah payah ya, saya ini bawa anak kecil bangun sejak pukul 03.00, agar bisa mudik. Datang ke sini tak ada tiket, mau naik dan bayar di kapal tak boleh, kelewatan kalian ini,” ia menghardik petugas.

Sementara seorang penumpang dari luar Tanjungpinang, Dani mengaku sangat kecewa berat, sebab dirinya harus merogoh kocek lebih dalam, karena harus nambah untuk nginap di Tanjungpinang semalam lagi.

Menurutnya, tiket kapal yang harusnya sudah dipegang ternyata diagennya sudah habis dan terpaksa harus mengante beli tiket dulu satu hari lagi menunggu berangkat.

“Saya kerja di sekitar Pulau Bintan ini, kalau mau pulang kapung ya harus singgah di Tanjungpinang dulu dan harus nginap satu malam. Kemarin kebetulan tiket di agen sudah habis, saya nekat datang kepelabuhan, siapa tahu bisa naik kapal tanpa tiket dan membayar tiket di dalam kapal, rupaya sekarang tidak bisa terpaksa harus nginap lagi satu hari,” terangnya.

Sebenarnya pada pelayaran dengan tujuan Tanjungpinang-Dumai ini, pihak pengusaha pelayaran telah menambah kapal. Biasanya hanya satu kapal yang melayani rute ini, namun karena jumlah penupang yang melonjak akhirnya ditambah satu kapal lagi, sehingga ada dua kapal.

Bahkan dua kapal ini oleh pihak pelayaran di pelabuhan diberangkatkan bersamaan, namun karena membeludaknya jumlah calon penumpang akhirnya tidak semua dapat diberangkatkan.

“Pengusaha pelayaran ini sudah menambah kapal. Biasanya hanya satu kapal yang melayani Tanjungpinang-Dumai ini,” kata Adrian salah satu petugas pelabuhan SBP Tanjungpinang.

Ia mengatakan, yang melayani rute Tanjungpinang-Dumai ini hanya dilayani Kapal Dumai Express 8 saja. Saat ini ada tambahan dengan dioperasikannya kapal Dumai Express 16 dengan kapasitas jumlah penumpang yang sama.

“Kapal mulai berangkat pukul 5,30. Dan memang sejak pukul 03.00 tadi penumpang sudah ramai. Saya juga sudah memprediksi pasti akan banyak penumpang yang tidak kebagian tiket dan gagal berangkat mudik,” jelasnya.

Dua kapal ini membawa penumpang sebanyak 517 orang. Penumpang sendiri ada yang turun di Tanjungbalai Karimun, Buton, Bengkalis, Selat Panjang dan terakhir di Dumai. Dan dipastikan semua penupang memiliki tiket, sebab bagi penumpang yang tidak memiliki tiket tidak akan bisa naik.

“Tujuannya baik, untuk menjaga keselamatan bersama, sebab bila melebihi kapasitas penumpang, maka akan sangat riskan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu ini juga sudah intruksi baku dari pimpinan dan bila melanggar ada konsekuensinya bagi pengusaha pelayaran ini,” tegasnya.

Sementara itu dari pihak pelayaran, Ikhsan meminta kepada para calon penumpang yang tidak kebagian tiket dan tidak bisa berangkat, untuk membeli tiket terlebih dulu di agen pelayaran resmi. Ia menyebutkan kantor pelayaran Dumai Express ada di Jalan Pos di pasar dan membuka penjual tiket mulai pukul 8 pagi.

“Saya meminta kepada para calon penumpang agar membeli tiket terlebih dulu. Jangan sampai datang ke pelabuhan tetapi tiket belum dimiliki, sebab tidak akan diberikan izin untuk naik ke kapal bila tidak memegang tiket,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com