SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Juru Parkir Masih Gunakan Sistem Manual

  • Reporter:
  • Senin, 7 Januari 2019 | 10:41
  • Dibaca : 367 kali
Juru Parkir Masih Gunakan Sistem Manual
Juru parkir mengatur parkir di kawasan Baloi, kemarin. Dishub Batam mulai Januari ini telah menerapkan e-parkir untuk retribusi parkir tepi jalan. f teguh prihatna

LUBUKBAJA – Pemko Batam telah menerapkan sistem parkir elektronik atau e-parkir tepi jalan mulai Januari ini. Meski juru parkir telah dibekali handphone android untuk penerapan sistem baru ini, namun praktik di lapangan masih menggunakan sistem manual.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Batam, Jeksel Alexander Banik menyatakan, penerapan e-parkir ini baru dilaksanakan di 100 titik dari 652 titik parkir tepi jalan umum yang ada di Batam. 100 titik ini berada di kawasan Batam Centre dan Nagoya, terutama kawasan perkantoran .

Namun upaya Pemko Batam untuk mendongkrak pendapatan daerah dari sektor parkir, dengan penerapan e-parkir ini belum berjalan maksimal. Pasalnya, tukang parkir tepi jalan kewalahan menerapkan e-parkir, karena jumlah kendaraan yang parkir tidak sedikit.

Salah seorang tukang parkir di kawasan Hotel Sari Jaya, Candra mengatakan, tiga hari yang lalu pihak Dishub Batam sudah datang ke lokasi parkir, dan memberikan arahan tentang pembayaran parkir elektronik.

“Korlap (koordinator lapangan) kami juga sudah memberikan handphone android untuk e-parkir, tapi karena ada sesuatu yang belum jelas, sistem e-parkir tidak digunakan,” ujarnya, Minggu (6/1).

Ia menjelaskan, penerapan e-parkir di kawasan bisnis Nagoya, terutama Hotel Sari Jaya kurang efisien, karena kendaraan yang keluar dari tempat parkir tidak satu atau dua kendaraan, tapi bisa enam kendaraan sekaligus.

“Kalau ramai kayak gini susah, karena ada enam kendaraan sekaligus yang keluar. Nanti kami sibuk scan, kendaraan lain dah pergi,” katanya.

Lanjut Candra, tidak semua tukang parkir juga yang bisa mengunakan handphone android, karena ada juga tukang parkir yang tidak mengerti menggunakan handphone.

“Ya yang paling gampang itu sistem biasa saja. Apalagi kami juga sekarang nyetor juga ke korlap,” kata Candra.

Sementara itu, juru parkir di kawasan I Hotel Baloi, tepatnya di samping BCS Mall belum mendapatkan sosialisasi dari Dishub Batam terkait penerapan sistem parkir elektronik tersebut.

“Belum ada anggota Dishub ke sini masalah e-parkir itu,” kata juru parkir di depan Astro Kopi Tiam, Gultom.

Menurut dia, sistem parkir mengunakan aplikasi malah bikin ribet. “Ribet itu bang, karena mobil yang keluar parkir itu tidak satu saja. Kadang ada lima sampai enam mobil yang keluar, dan kami tidak sempat scan-scan lagi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Batam telah melakukan ujicoba parkir elektronik atau e-parkir tepi jalan mulai Desember 2018 lalu untuk penerapan e-parkir. Ada 100 juru parkir dengan handphone android yang ditempatkan di 100 titik parkir kawasan Batam Centre dan Nagoya. Dishub beralasan dilakukan ujicoba karena juru parkir perlu beradaptasi dengan sistem baru.

“Rata-rata jukir pendidikannya rendah, maka kami mulai paksa uji coba di Desember,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Batam, Jeksel Alexander Banik, Jumat (4/1).

Menurut dia, memperkenalkan sistem baru ini kepada para jukir tidak sulit. Namun hanya perlu penyesuaian diri, karena pada prinsipnya kehadiran sistem ini mempermudah jukir dalam menjalankan tugasnya, di samping mempermudah masyarakat.

“Segi pendapatan, mencegah kebocoran,” ujarnya.

Sebelumnya, para jukir wajib menyetor dalam jumlah tertentu setiap harinya. Jumlahnya variatif untuk masing-masing titik. Kelebihan inilah yang akan masuk ke kantong pribadi para jukir, jika kurang dari target jukir terpaksa membayar kekurangan tersebut. Alex mengatakan, pada prinsipnya inovasi sistem ini sudah diterima oleh para jukir.

“Kalau tidak terima, pasti ribut. Sekarang tidak ribut kan,” kata dia.

Parkir elektronik akan diterapkan terlebih dahulu pada 100 titik, terbagi di bilangan Batam Centre 50 titik dan Nagoya 50 titik. Seperti diketahui, jumlah titik parkir di Batam yakni 652 titik parkir tepi jalan umum.

“Titik untuk penerapan e parking di kawasan perkantoran dulu, kan rata-rata pegang android,” katanya.

Masyarakat, kata dia, harus mengunduh aplikasi e-parking Batam dan T-Cash Telkomsel terlebih dahulu. Selanjutnya, isi saldo di Telkomsel, Alfamart dan Indomaret serta retail lainnya. T-Cash adalah uang elektronik yang diselenggarakan oleh Telkomsel yang telah terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia, memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai sebagai alat pembayaran yang sah, di mana nilainya setara dengan nilai uang tunai yang disetorkan terlebih dahulu ke rekening T-Cash.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com