SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kaca Benggala Wenger

  • Reporter:
  • Kamis, 1 Maret 2018 | 16:59
  • Dibaca : 337 kali
Kaca Benggala Wenger

LONDON–Arsenal mungkin belum berhenti meratapi kekalahan di final Piala Liga melawan Manchester City (Man City).

Pelatih Arsenal Arsene Wenger bisa jadi belum sepenuhnya menerima kenapa wasit mengesahkan gol kedua Vincent Kompany yang dianggap berbau offside. Satu sisi, The Citizens masih belum selesai menggelar pesta setelah menjadi juara Piala Liga yang menjadi supremasi pertama di bawah Pelatih Pep Guardiola.

Mereka mungkin masih tak percaya jika mendapatkan Piala Liga di laga final dengan begitu mudahnya. Tiga gol yang dicetak ke gawang Arsenal menjadi salah satu rekor gol terbanyak di sejarah final Piala Liga. Berbagai kontradiksi itu dini hari nanti harus kembali diadu. Berbeda panggung, berbeda latar.

Panggungnya adalah Stadion Emirates, latarnya Liga Primer. Apa pun hasil laga nanti, tak akan pernah sama dengan apa yang terjadi di final. Jika pun The Gunners menang, tetap tak akan membuat mereka bisa membawa pulang gelar Piala Liga. “Tentu saja setiap kekalahan memunculkan pertanyaan tentang kualitas pemain dan tim,” kata Wenger, dikutip yahoo.sports.

Wenger beropini jika Man City bukan tim biasa. Dia menilai The Citizens adalah tim bagus dengan kualitas pemain yang dimiliki, mendominasi Liga Primer dan selalu dominan dalam setiap pertandingan. “Jadi, sulit bisa bangkit setelah tertinggal dari mereka,” tandasnya.

Buat banyak orang, pernyataan Wenger ini memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana kesiapan timnya. Saat mengetahui pasukan Guardiola memiliki sisi yang lebih baik, lebih matang, dan kualitas pemain di atas timnya, sebagai pelatih, Wenger seharusnya sudah melakukan antisipasi.

Apalagi, dia menurunkan komposisi terbaik, termasuk memberikan waktu recovery kepada pemain inti dengan dicadangkan saat tampil di leg kedua babak 32 besar Liga Europa. Faktanya, Mesut Oezil dan Pierre- Emerick Aubamenyang tak berdaya melawan laskar tua The Citizens.

Aubamenyang mati kutu melepaskan diri dari kawalan Kompany. Oezil kalah bersinar dari David Silva di lini tengah dan Shkodran Mustafi gagal membendung striker Sergio Aguero. Jadi, kalau mau jujur, persoalan memang ada di Wenger.

Kekalahan dari Man City seharusnya menjadi kaca benggala atau kaca pembesar buat Wenger bahwa taktiknya sudah usang. Jika musim sebelumnya dia bisa beralasan keterbatasan dana belanja pemain, musim ini Arsenal sudah termasuk royal. Tidak sebesar kontestan big six lainnya, memang, tapi tak lagi bisa dibilang sedikit.

Wenger harus mulai memperhatikan sindiran dan mendengarkan kritik pendukung. Memperhatikan sindiran pendukung lawan yang memintanya bertahan bisa jadi adalah candaan agar Arsenal terus terpuruk dan nirgelar. Mendengarkan kritik fans The Gunners bahwa mereka mulai dilanda rasa tidak sabar dengan sikap keras kepala pelatih asal Prancis tersebut.

“Semua trofi spesial buat saya dan tim. Tapi, kami harus fokus pada pertandingan selanjutnya melawan Arsenal dan berpikir Liga Primer,” kata Aguero, yang akan mengoleksi 200 gol bersama Man City jika bisa membobol gawang Arsenal. Kemenangan atas Arsenal bisa membuat jalan Man City menjadi juara musim ini lebih mulus lagi.

Setidaknya, mereka hanya membutuhkan lima sampai enam kemenangan lagi untuk bisa mengunci gelar juara. Memiliki nilai 72, dengan 11 laga tersisa hampir mustahil membendung The Citizens menjadi juara musim ini.

ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com