SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kakak Korban Tak Sanggup Lihat Reka Ulang Pembunuhan Kasir Hotel Milenium

  • Reporter:
  • Selasa, 6 November 2018 | 14:46
  • Dibaca : 74 kali
Kakak Korban Tak Sanggup Lihat Reka Ulang Pembunuhan Kasir Hotel Milenium
Kapolres Karimun Hengky didampingi Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya dalam press rilis, Minggu (30/9). M Syah Yudha, pembunuh kasir Hotel Milenium mengenakan baju tahanan (belakang). f ricky robiansyah

KARIMUN – Kepolisian Resort Karimun menggelar rekontruksi pembunuhan kasir Hotel Milenium atas tersangka M Syahyuda (20). Sebanyak 46 adegan diperagakan dalam reka ulang yang digelar Senin (5/11) pagi.

Rekontruksi tersebut berlangsung di tempat kejadian perkara (TKP) yakni, Hotel Milenium Jalan Teuku Umar Kelurahan Tanjungbalai Kota. Tampak hadir pihak keluarga korban yang juga turut menjadi saksi dalam kasus tersebut.

Korban yang diketahui bernama Ida (23) tersebut bekerja sebagai kasir, ia dibunuh dengan motif pemerkosaan. Pelaku mendekap korban dari belakang dan membekap mulut korban dengan tisu toilet kedalam mulutnya beserta dengan rambut korban sampai masuk ke tenggorokan. Selain itu, pelaku juga menjerat mulut korban menggunakan handuk, mencekik leher korban dengan menggunakan tangan kiri dan menghantamkan pipi korban ke tembok beberapa kali.

“Ada 46 reka adegan kita laksanakan hari ini dari awal pelaku masuk hotel, melakukan pembunuhan dan pergi melarikan diri,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara yang memimpin langsung rekontruksi, Senin (5/11).

Ia mengatakan, rekontruksi dilaksanakan ini bertujuan untuk mencari keindentikan tersangka, saksi- saksi dengan barang bukti yang disita. Artinya melalui rekontruksi tersebut nantinya akan menemukan suatu keyakinan bahwasanya antara tersangka, barang bukti dan saksi ada kaitan ke dalam pembunuhan tersebut.

“Nanti kita akan tuangkan di dalam berita acara pemeriksaan. Tadi juga teman- teman kejaksaan sudah ikut juga melihat rekontruksi ini,” katanya.

Lulik mengatakan, dalam pelaksanaan rekontruksi tersebut ada sekitar 46 adegan yang dipergakan, dari awalnya hanya 45 adegan. Terjadi penambahan satu adegan lain, yakni saat pelaku memastikan korban meninggal dunia dengan cara mendekatkan telinga ke hidung korban.

“Ada satu adegan tambahan saat korban memastikan korban telah meninggal dunia,” katanya.

Dalam rincian dari 46 peragaan yang dilaksanakan, adegan 1 hingga 16 di mana tersangka M Syahyudacheck in ke hotel dan menginap. Selanjutnya, pada adegan 16- 35 tersangka memeragakan adegan didalam kamar saat terjadinya pembunuhan tragis tersebut.

Pada adegan selanjutnya, dari 36 hingga 46 diperankan oleh saksi- saksi yang merupakan tamu yang melihat tersangka keluar dari hotel dan dua saksi menemukan korban yang sudah tidak bernyawa.

“Adegan terakhir saat pelaku melarikan diri, kita hadirkan disini ada lima orang saksi,” kata Lulik.

Lulik mengatakan, untuk proses hukum selanjutnya akan segera dilakukan pelimpahan kepada Kejaksaan Negeri Karimun. Dalam reka adegan dilaksanakan, pihak jaksa yang hadir juga menemukan bahwa ada pasal berencana terhadap pembunuhan yang dilakukan tersangka.

“Tersangka dikenakan hukuman mati atau penjara seumur hidup sesuai yang tercantum didalam pasal 340 Jo Pasal 338 Kitap Undang- undang Hukum Pidana tentang pembunuhan berencana,” katanya.

Budianto, kakak laki-laki dari Ida, korban pembunuhan di Hotel Milenium tak kuasa menyaksikan adegan adiknya dibunuh. Meskipun ikut hadir saat rekontruksi pembunuhan adiknya, namun Budianto hanya duduk di lobi hotel dan tidak ikut menyaksikan adegan di dalam kamar yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saya enggak sanggup,” kata Budianto.

Ia mengatakan, tidak menaruh dendam terhadap M Syahyuda, pelaku pembunuhan adiknya. Ia hanya meminta untuk pelaku diproses secara hukum dan ingin pelaku mendapatkan hukuman maksimal yaitu hukuman mati.

“Dendam tidak, diserahkan saja sama polisi. Inginnya dia dihukum mati, nyawa dibayar nyawa,” katanya.

Budianto juga menceritakan kondisi sang ibu pasca kepergian adik perempuannya. Sejak terjadinya peristiwa buruk tersebut sang Ibu tidak ingin berada di tempat Ia dan Ida selalu berkumpul.

“Sekarang orangtua kalau duduk dan tidur di belakang saja. Tak di tempat biasa, di mana korban biasa berada dia tidak mau di sana,” ujarnya.

Di akhir rekontruksi, suasana sempat memanas dimana pihak terdekat korban seperti paman korban dan pemilik hotel merasa kesal dan meneriakkan tersangka yang saat itu digiring ke mobil untuk dibawa kembali ke Polres.

“Kau pikir. Orang yang kau bunuh itu anak baik- baik,” ujarnya marah.

ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com