SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kampung Tua Sadai Menuju Legalitas Sah

  • Reporter:
  • Minggu, 14 Januari 2018 | 11:04
  • Dibaca : 327 kali
Kampung Tua Sadai Menuju Legalitas Sah
ilustrasi

BATAM KOTA – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengeluarkan faktur pembayaran uang wajib tahunan (UWT) untuk 19 warga Kampung Tua Bengkong Sadai. Warga tersebut sudah bisa membayar UWT agar penerbitan sertifikat lahan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) bisa ditindaklanjuti.

Anggota tim penyelaras penyelesaian legalitas Kampung Tua Bengkong Sadai, Sastra Wijaya mengatakan keluarnya faktur tersebut menjadi bukti keseriusan pimpinan BP Batam untuk menyelesaikan persoalan lahan kampung tua di Batam. Masyarakat sebenarnya sudah mengajukan sejak beberapa tahun lalu agar kampung tua mempunyai legalitas yang sah. Namun baru bisa direalisasi di 2018.

“Sudah tiga pimpinan BP Batam berganti sejak kami mulai mengajukan legalitas. Alhamdulillah pimpinan BP Batam saat ini sangat konsen menyelesaikan masalah ini,” kata Sastra usai mengambil faktur UWT di kantor BP Batam, Sabtu (13/1/2018).

Pengajuan tahap pertama ada sekitar 240 kepala keluarga. Namun baru 19 faktur yang keluar. Meskipun begitu Sastra optimis sisanya juga akan segera keluar dalam waktu dekat. Ia juga akan meminta kepada masyarakat yang sudah menerima faktur untuk segera membayar UWT sebesar yang telah ditetapkan di dalam faktur tersebut.

Setiap nama hanya bisa memiliki satu kaveling, dengan luas sekitar 150 meter persegi, sehingga UWT yang harus dibayar warga rata-rata sekitar Rp3.765.000 dengan tarif UWT sesuai SK Rp25.100 per meter. Kemudian untuk biaya pengukuran Rp300.000, sehingga total yang harus dibayar warga Rp4.065.000 setiap kaveling.

“Satu kaveling satu nama, selama 30 tahun berlaku mulai 29 Desember 2017 sampai 28 Desember 2047,” jelasnya.

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com