SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kapal Bahan Bakar Ganda Buatan Batam Mulai Berlayar

  • Reporter:
  • Jumat, 23 Agustus 2019 | 20:11
  • Dibaca : 277 kali
Kapal Bahan Bakar Ganda Buatan Batam Mulai Berlayar

BATAM – Kapal bahan bakar ganda pertama di Indonesia yang diproduksi di Batam resmi berlayar dari Tanjunguncang. Anak usaha PT Pertamina (Persero) mengoperasikan kapal berbahan bakar solar dan gas.

Kapal tersebut diproduksi PT Dok Warisan Pertama (PaxOcean) yang berlokasi di kawasan industri perkapalan Tanjunguncang. Kapal dipesan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha PT Pertamina (Persero).

Presiden Direktur PTK, Nepos MT Pakpahan mengatakan kapal yang diberi nama Transko Rajawali tersebut salah satu investasi PTK yang didorong penuh Pertamina. Menjadi kebanggaan karena kapal berbahan bakar ganda high speed diesel (HSD) dan liquefied natural gas (LNG) yang pertama di Indonesia. 

“Transko Rajawali mendukung kegiatan bisnis kita, terutama kegiatan jasa pelayaran, jasa maritim, dan jasa logistik,” kata Nepos usai serah terima Transko Rajawali di galangan kapal PaxOcean, Tanjunguncang, Rabu (21/8).

Dua bahan bakar kapal Transko Rajawali bisa digunakan secara bergantian. Kapal jenis harbour tug tersebut menggunakan bahan bakar solar saat kapal mengangkut barang berat. Saat manuver dengan kecepatan tinggi bahan bakar akan diganti dengan gas.

Menurut dia, penggunaan dua bahan bakar solar dan gas akan lebih murah untuk cost shippingnya. Diperkirakan akan lebih irit sekitar 10-15 persen jika dibandingkan dengan satu bahan bakar solar. Itu sebabnya ke depan pihaknya menggagas semua kapal milik PTK akan didesain dengan menggunakan dua bahan bakar tersebut.

“Kendalanya saat ini memang belum semua wilayah ada untuk pengisian LNG. Tapi kalau untuk cost shippingnya lebih murah,” katanya.

Kapal Transko Rajawali dioperasikan untuk memenuhi permintaan customer PTK, yaitu PT Perta Arun Gas, yang juga merupakan anak perusahaan Pertamania (Persero).  

“Target revenue kami tahun 2019 sekitar Rp2 triliun, pada semester I capainya baru sekitar Rp800 miliar,” katanya.

CEO PaxOcean, Tan Thai Yong mengatakan kapal ini dibuat berdasarkan permintaan dari PTK, termasuk ide dan desain berbahan bakar ganda. Dia bangga bisa menyelesaikan pembuatan kapal tersebut sesuai dengan pesanan.

Kapal Transko Rajawali ini dibuat oleh sekitar 900 pekerja PaxOcean bersama 1.000 pekerja dari mitra bisnisnya.

“90 persen adalah karya anak bangsa. Kapal canggih ini dibangun 40 persen komponen dalam negeri dan selebihnya diimpor dari luar negeri,” kata Tan.

Tan juga mengatakan kapal ini merupakan yang pertama kalinya PaxOcean merancang bahan bakar menggunakan LNG. 

ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com