SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kapal Pengangkut Cat Dicokok

  • Reporter:
  • Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:35
  • Dibaca : 111 kali
Kapal Pengangkut Cat Dicokok
Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Ribut Eko Suyatno berama jajaran lintas institusi aparat hukum dan Bea Cukai memaparkan kronologi penangkapan kapal Jolly Rover di Mako Lanal Karimun, kemarin. /ricky robiansyah

KARIMUN – Armada Pangkalan TNI Angkatan Laut IV Tanjungpinang di Tanjungbalai Karimun mengamankan kapal pengangkut cat di perairan Takong Hiu karena melanggar hukum Indonesia, akhir pekan lalu. Kapal berbendera Mongolia itu beraktivitas ship to ship (STS) di wilayah perairan Indonesia tanpa dokumen.

“Kapal bermuatan barang campuran berupa cat berbagai merek, thinner dan tali,” ungkap Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Ribut Eko Suyatno dalam konferensi pers di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, kemarin.

Kapal bernama Jolly Rover kapasitas 97 Gross Tonage (GT) tersebut ditangkap armada Fleet One Quick Response (F1QR) Patroli Keamanan Laut (Patkamla) dari satuan Lanal Tanjungbalai Karimun pada Sabtu (20/10) siang. Kapal diketahui berlayar dari Singapura dengan tujuan West Outer Port Limit (OPL) Malaysia tapi malah keluar jalur lalu masuk ke perairan Indonesia di Takong Hiu, Kabupaten Karimun. Jolly Rover berisi nakhoda dan tiga anak buah kapal Warga Negara Indonesia.

Ribut mengungkapkan kapal melakukan kegiatan ship to ship atau jasa pemanduan dan penundaan bersama sebuah kapal tanker tanpa dokumen di perairan Takong Hiu. “Kapal itu melanggar wilayah berlayar di perairan yuridiksi Indonesia,” sebut Ribut.

Penangkapan berawal dari informasi yang dikirim Pos Angkatan Laut Takong Hiu ke armada F1QR yang sedang patroli Sabtu (20/10). Informasi menyebut ada aktivitas kapal yang mencurigakan. Menerima informasi, armada F1QR berlayar menuju lokasi di utara Takong Hiu.

Tim Patkamla dari kejauhan mencoba berkomunikasi via radio dengan Jolly Rover sembari memantau visual. Kontak via radio tak tersambung. “Tim lalu mengejar kapal dan berhasil. Selanjutnya ABK diperiksa, kapal dikawal menuju dermaga Mako Lanal Karimun,” sambung Ribut. Saat pemeriksaan, nakhoda Jolly Rover hanya menunjukkan izin berlayar menuju West OPL Malaysia. “Mereka hanya memiliki clearance dari Singapura,” tutur Ribut.

Ribut menyatakan Jolly Rover GT 97 melanggar hukum pelayaran Indonesia karena tidak memiliki dokumen port clearance, manifes dan kelengkapan surat ijin berlayar (Sijil) yang diatur Undang-Undang No.17/2008 tentang Pelayaran.

Jolly Rover sendiri mengangkut macam-macam barang semisal cat merek Hempel Hardener, Sigma Hardener, Sigma PPG, minyak thinner, tali seling dan cat semprot. Lantamal IV juga menggelar penyelidikan terhadap muatan tersebut. “Nilai barangnya ditaksir mencapai miliaran Rupiah,” ungkap Ribut.

Sementara seorang nakhoda dan tiga anak buah kapal ditahan di Mako Lanal. Merugikan negara, mereka terancam hukuman penjara empat sampai lima tahun.

Turut hadir dalam ekspos penangkapan itu antara lain Asops Danlantama IV Kolonel Laut (P) Edward, Danlanal TBK Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro Hanlan, Kadispen Danlantamal IV Mayor Laut (KH) M Samuel Pontoh, Dandim 0317/TBK Mayor Inf Imam Subekti, Kasatpolair Polres Karimun Iptu Sahata Sitorus, Kasidatum Kajari Karimun M Hatta, Kasigamat KSOP Syahrinaldi dan Kasi P2 KPPBC TMP B TBK Martin. ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com