SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kapal Penyelundup Rotan Diamankan di Natuna

  • Reporter:
  • Senin, 29 Oktober 2018 | 11:07
  • Dibaca : 91 kali
Kapal Penyelundup Rotan Diamankan di Natuna
Kapal Layar Motor (KLM) Berdikari 09 bermuatan 194 ton rotan yang diamankan KRI TUM-385 di Laut Natuna Utara, Sabtu (27/10), telah berada di Pelabuhan Sabang Mawang pada Minggu (28/10).

NATUNA – Sebuah Kapal Layar Motor (KLM) Berdikari 09 bermuatan 194 ton rotan diamankan KRI TUM-385 di Laut Natuna Utara, Sabtu (27/10) sekitar pukul 11.00.

KLM Berdikari diduga akan menyelundupkan rotan dari Gresik, Jawa Timur ke Kuching, Malaysia. Kapal tersebut mengelabui petugas dengan dokumen pelayaran tujuan Natuna. Namun di tengah perjalanan mereka membelokkan arah menuju Malaysia. Modus penyelundupan seperti ini untuk mengelabui petugas keamanan laut. Namun saat ditangkap KRI TUM-385, kapal motor tersebut telah mengarah ke Malaysia, bukan Natuna.

“Kapal ditangkap mengarah ke Kuching, Malaysia, di sebelah utara Tanjung Datuk. Kapal menyalahi dokumen pelayaran, terbukti hendak menyelundupkan rotan ke Malaysia,” kata Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudho Margono didampingi Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama R Eko Suyatno, dan Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers di Lanud Raden Sadjad Ranai di sela-sela kunjungan kerja ke Lanal Ranai, Minggu (28/10).

Selanjutnya, KLM Berdikari 09 dikawal menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut Ranai. Kapal tersebut telah tiba di Pelabuhan Sabang Mawang pada Minggu 28 Oktober 2018.

“Karena kita tidak memiliki kewenangan untuk penyidikan atau penanganan kapal yang melakukan penyelundupan hasil bumi, selanjutnya setelah diterima Lanal Ranai, proses penyidikannya akan diserahkan kepada aparat berwenang. Dari KRI Tengku Umar akan diserahkan kepada Lanal Ranai, “ kata Pangkoarmada I.

Menurut Panglima, penyelundupan hasil bumi dari Indonesia ke Malaysia sudah sering terjadi. KLM  Berdikari 09 merupakan salah satu kapal yang sudah diintai dan menjadi target operasi. Kapal tersebut bukan pertama kali menyelundupkan rotan ke Malaysia.

Pangkoarmada I mengatakan, kondisi luasnya perairan Natuna dan berbatasan dengan negara tetangga membuat perairan ini rawan terjadi penyelundupan barang dari jalur laut serta pencurian ikan oleh nelayan asing. Karena itu, Koarmada I telah menempatkan 4 KRI untuk melaksanakan tugas operasi untuk menjaga perairan Natuna.

KRI TUM-385 berada di perairan Natuna dalam melaksanakan tugas Operasi Benteng Sagara 18 di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Armada I

sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com